Unggahan Terbaru

Pelajaran Gratisan Dari Mereka Yang Bersikap Tak Menyenangkan Saat Diberi Daging Kurban

Gambar
Hari raya Idhul Adha selalu membawa cerita tersendiri untuk masing-masing keluarga. Termasuk keluarga saya. Dulu sewaktu kecil, rumah kami jarang kebagian daging kurban. Sampai-sampai bertanya pada Bapak ,"Orang-orang dapat, kok kita nggak dapat, Pak? Kenapa?" Bapak menanggapinya dengan bijak. Mengatakan mungkin karena kami sudah dianggap mampu, jadi tidak mendapatkannya. Sebagai gantinya Bapak akan membeli daging sendiri, lalu dimasak gulai dan sate sebagi pelipur hati kami.
Tahun berlalu dan kami sudah dewasa. Perkara dapat atau tidaknya daging kurban sewaktu Idhul Adha tak membuat kami risau atau pusing kepala. Dapat syukur, tidak pun syukur. Toh, masih banyak orang yang lebih membutuhkannya. Begitu hemat kami.
Dan Idhul Adha tahun ini, rejeki melimpah bagi kami. Di luar dugaan kami mendapatkan daging kurban yang jumlahnya lumayan. Padahal tahun-tahun sebelumnya biasa saja. Dapat tetapi tidak sebanyak tahun ini. Tak semua dimasak, setelah dibuat satai dan bakso sisanya…

Rythm of The Rain



Oleh : Akhi Dirman Al Amin
Biarkan hujan itu…
Membasahi segala yang kering
Meski lukamu akan perih
Tetaplah tertawa
Tetaplah tersenyum
Biarkan hujan itu…
Biarkanlah!
Biarkan pula laron-laron menuju lampu
Mencari damai yang hilang
Di dalam pelosok
Hati kita.

pic : vemurivenkatrao.com

Komentar

  1. nantinya juga akan kering kembali bukan ?!?! :( semua akan indah pada waktunya :)

    BalasHapus
  2. mnghapus luka
    bkand hujan itu cerminan perasaan yg sedihhh..yahg

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK

CARA MENGGAMBAR ILUSTRASI SEDERHANA DENGAN PAINT

OLEH-OLEH DARI FESTIVAL BUAH NAGA : MENYAKSIKAN KEGIGIHAN PEMUDA MELEJITKAN POTENSI DESANYA

TONGKAT MADURA MILIK MAYA