Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

19 Maret 2013

LONELY




Sendiri, terbang mengitari hari
Mendekap hangat mimpi-mimpi
 Kerap hendak berhenti
Pada satu tikungan tajam bertabur duri
Tetapi setiap kali diri diingatkan kembali
Aku tak pernah benar-benar sendiri
Selalu ada Empunya dunia kemana aku memalingkan muka

28 November 2012

SUATU HARI KITA BERHENTI





kita nggak pernah tahu di kilometer mana kita berhenti
sejauh apa berlari pada akhirnya kita tak akan bisa menghindari
sendiri
tak peduli seberapa banyak harta dipunya
akan tertinggal di belakang sana

tahukah kau, saat waktunya tiba
secantik atau setampan apa manusia
takkan lagi berguna

butiran debu itu akan kembali menjadi debu


*someday, @ cemetery

31 Oktober 2012

DI BAWAH LALANG




rebah di bawah lalang
mencari sepotong wajah yang kukenal
hanya awan memekat pelan
dan kesiur angin merebakdi sekitar

rebah di bawah lalang
doa tersimpulkan
esok di kelokan jalan
ia hadir dengan senyum selaksa bintang
(afin yulia)
 dan sahabatku Niken langsung termehe-mehe, otak puitisnya langsung kerja, dan katanya adalah....
Kali ini kamu memeluk manja, menemu ilalang di antara tebu.
Kau ingin membawanya pulang dan aku tentu tak bisa menolakmu
Bunga-bunga tebu kau penggal dengan senyum bocah. Aku menampik senyum,
dari semut yang tiba-tiba menciumku
Datang lagi angin, menyingkap helai daun.
Gemeratak yang sunyi,
dan tajam mengiris pengetahuan,
aku merampasi esok dengan menghamburkan lupa
Kali ini kau memenggal bunga tebu.
Dan aku memotong batang-batangnya,
merasakan manis untuk kita buang bersama

20 Oktober 2012

CINTA (UNTUK PELUKIS CAHAYA)








Damai lapang
bunga rumput kugenggam
meniupnya dalam harap sederhana
rasa tersampai tanpa membebaninya
lembut, tenang, tidak memaksa
jika masanya
rekahlah kembang dipinta
padanya, pelukis cahaya



*while write the outline

13 Oktober 2012

BLOSSOM




Memang kemarau
Hujan hanya sesekali datang
Tapi cinta tak lekang
Tetap kembang selama hujan nun diawang

Memang kerontang
Rintik tak libas kebekuan
Tapi cinta tak bisa dilawan
Serupa air, mengalir memenuhi ceruk gersang


11 Agustus 2012

BERTEMU TUHAN DI PINGGIR JALAN



lewat tangan yang menengadah di terik siang
Ia meminta kita berbelas kasihan
mungkin saja ia penipu handal
bersembunyi di balik gombalan kumal
untuk mengesankan kemiskinan
demi sekeping atau dua keping recehan
namun tetapkan perasaan
berbaiksangkalah disisi ketidakyakinan

lewat perempuan  renta yang diam
tak kuasa berteriak meminta bantuan
memilih bungkuk punggungnya di antara tumpukan karung brambang
yang ia bersihkan
ketimbang menguarkan bau ketidakberdayaan
Ia minta kita mengulurkan tangan
bahkan sebelum ia meminta pertolongan

lewat kakak adik penjual gorengan
yang berdua-dua menyusur jalan
membantu ibu mencari uang
Ia mengajakmu untuk belajar tentang ketangguhan
dari mereka yang memilih untuk berhenti mengeluh
lalu lebih suka menyingsingkan lengan
mengais rizki di tiap pijakan jalan

lewat penjual legen bermuka masam
yang membuat minummu jadi tidak nyaman
yang menyimpan kekacauan perasaan
atas perut dan anak istrinya yang lapar
bila legennya kali ini tak banyak terjual
Ia tengah mengajarimu untuk mendoakan orang
supaya belit persoalannya hilang
Meski kau sempat jengkel oleh rautnya yang tidak menyejukkan

tak usah jauh bila ingin bertemu Tuhan
tinggal kau menengok ke sekitar
Ia ada di jalan, rumput, dedaunan, langit biru, gunung, bintang
ke semua arah mukamu kau palingkan 


pic : belong's to Dee

terinspirasi : seorang kawan yang berani ngutang bila menolong orang

24 Juli 2012

HOW GREAT ALLAH IS!




hujan telah meredupkan mentari yang seharusnya benderang
hawa dingin menghambur dan memberi kemuraman
tapi tahukah kamu apa yang terjadi setelah hujan?
sini, kemari
ikuti aku berjalan ke tanah lapang
kau dan aku akan bersenang-senang
menikmati sisa hujan diatas dedaunan
dimana seekor lalat berpijak tenang
tampak tidak terganggu oleh kau dan aku
mungkin memang ia sengaja begitu
sekedar memberi kesempatan kita mengabadikannya
untuk mengagumi betapa Allah itu MAHA


pic location : green yard next door
still using Sony DSC W520

11 Juni 2012

HIDUP ITU SEPERTI RAJUTAN



Kau tahu, sayang
Hidup itu seperti rajutan
perlu rantai pondasi untuk melangkah ke tahap selanjutnya
Lalu bergerak pelan mengikuti pola
Mencapai satu bentuk yang kau rencanakan
Tak jarang ditengah jalan kau dapati kau salah perhitungan
Harus dibongkar dan dikerjakan ulang
dari awal
tapi pilihannya ada padamu
kau teruskan atau kau bongkar
dengan masing-masing resiko di tangan

Jangan takut jika memang harus dibongkar
Siapa tahu itu jalan tak terduga untuk melompat ke depan
Memang itu butuh keberanian
Kebanyakan orang memilih meneruskan yang salah ketimbang berhenti dan mulai dari awal

Terserah padamu
Kau pelihara takutmu atau justru berani dan melangkah maju
Kau tahu benar resiko keberanianmu
Tak ada jaminan kau akan berhasil
tapi mundur ke belakang dan tetap berada di zona nyaman 
belum tentu juga memberi kebaikan

Dengarlah quote ini dan renungkanlah "
"Ada orang yang menghabiskan hidup tanpa pernah mencoba melakukan hal-hal baru, karena mereka takut gagal. 
Yang tidak mereka sadari adalah, walaupun orang pemberani takkan hidup abadi, orang yang selalu berhati-hati malahan tidak pernah hidup sama sekali (Peter O'Connor)”

So, just move on, baby
Don't be afraid
I'm on your side
Watching you move forward



*thinking while doing my activity : "melukis cahaya"
write on first june, 2012 (22:06)
end on june, 10th 2012 ( 08:39)



back song : If You're Not The One (Daniel Bedingfield)
I love the lyrics so much :)
....
And i wish that you could be the one i die with
i hope i love you all my life
....
coz i love you, wether its wrong or right
you know my heart is by your side 


pic : taken by Afin Yulia for EXO CROCHET

19 Mei 2012

TUHAN ITU CURANG


Tak sadar, dengan seratus perak yang kulemparkan pada pengemis jalanan
Ku harap Tuhan mencatatnya sebagai kebaikan
Dalam buku sedekah dengan namaku di sampul depan
Tak sadar dengan sepuluh ribu yang (tak ikhlas) kuberikan aku berharap dapat balasan
Berkali lipat seperti yang Ia janjikan

Satu ketika  sedekahku kutimbang-timbang
Aku merasa tak senang
Kataku Tuhan itu CURANG
Ya C-U-R-A-N-G
Curang!
Aku tidak mendapatkan balasan setimpal
Justru kesukaran dan kepedihan kudapatkan
Aku berteriak lantang pada Tuhan ,”Kenapa?!”

Tenang Tuhan memberi jawaban
Lewat rintik hujan yang menderas kencang
Tunggang langgang aku mencari pohon rindang
Sembari mengumpat panjang lebar

Lalu sayup-sayup kudengar desau angin mengabarkan ,”Tuhanmu telah memberi balasan dengan berbagai jalan. Bahkan lewat hujan barusan. Tetapi engkau tidak sadar. Pikirmu hanya harta dan kekayaan yang kau inginkan. Padahal hujan ini nikmat tiada tara setelah berbulan-bulan kekeringan.
Tak hanya tidak bersyukur, kau bahkan mengumpati Tuhan.
Cobalan sesekali kau belajar berhitung secara benar. Benarkah Tuhan curang. Jika ya mengapa Tuhan memberikanmu oksigen gratisan?
Anggap saja harga oksigen Rp 25.000,00/liter. Jika kebutuhanmu  dalam sehari kira-kira 2880 liter. Hitung saja berapa habisnya selama sebulan, setahun atau sepanjang hayat dikandung badan.
Andai Tuhan memang curang, mengapa engkau diberi kesehatan? Tak perlu bayar, bahkan tidak hitung-hitungan. Bila satu ketika kau bertandang ke rumah sakit, menjenguk kerabat atau handai taulan yang sakit, tanyakan padanya berapa biaya  mereka habiskan agar sehat kembali?

Sekarang aku bertanya padamu,”Siapakah yang curang? Kau atau Dia?”

Ternganga
Aku tak bisa berkata
Tuhan memberi terlalu banyak
Sedang balasanku seujung kuku saja tidak

06:39 190512

pic : taken from snappyneema.tumblr.com

05 Mei 2012

TANPAMU, AKU BUTIRAN DEBU



Aku suka duduk di dekat-Mu, curhat denganmu diantara duduk santai itu.
Kadang-kadang aku berpikir, kurasa terlampau banyak keluhanku.
Bukankah aku punya kaki, tangan, dan pikiran?
Akulah yang harus bergerak, dan membuat mukjizatku sendiri,
Tidak cuma menunggu-Mu, CEO nomer satu seluruh jagad untuk mengabulkan doaku.

Aku suka bicara pada-Mu.
Seolah-olah hanya Kau sahabat terbaikku.
Tapi bukankah begitu? Kau adalah sahabat terbaikku?
Yang suka mengingatkanku saat aku melakukan kesalahan
Mengajariku berbagai pengetahuan.
Lewat isyarat alam dan orang-orang yang kau datangkan.

Jika suatu hari lembar-lembar kisah hidupku berhenti di satu tikungan jalan
Kau tahu apa yang kuharapkan?
Satu saja, semoga segala hal yang Kau pinjamkan bisa kupertanggungjawabkan.


Tuhanku tanpa-Mu :
“Aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang
Aku tanpa-Mu butiran debu”


Last sentence is taken from the lyrics of Butiran Debu (Rumor)

pic : taken from www.muslimvoices.org

24 Januari 2012

JIKA DOAMU TAK KUKABULKAN



Seringkali tak Ku-kabulkan doamu
Karena Aku mencintaimu
Aku ingin kau lebih dekat denganku
Lebih lama saat bersimpuh dan menyapa-Ku
Bicara hati ke hati dengan-Ku, penciptamu

Seringkali kujawab harapanmu dengan kebalikan
Sebab aku lebih paham yang terbaik dan bukan
Kau acap tak sadar permintaanmu sering tak masuk akal
Ibarat kau penderita maag akut, apakah Aku akan membolehkanmu makan jeruk?
Well, itu bagus untuk mulut tapi tidak untuk perut

Aku sesuai persangkaanmu
Jika suram pandangmu
Cobalah ganti kacamatamu
Agar kau bisa memandangnya dari sudut pandang yang baru

Jika masih belum lapang hatimu
Bacalah surat ke-94 yang telah kukirimkan padamu
Temukan jawabannya disitu


*Sehabis membaca surah ke 94
Dan berkata pada diri sendiri ,”Fyuuh, kalo sedih suka lebay ya, Tuhan? Sok merasa paling menderita di dunia gitu.”

pic taken from www.courtneyluv.com

24 Agustus 2011

Rythm of The Rain



Oleh : Akhi Dirman Al Amin
Biarkan hujan itu…
Membasahi segala yang kering
Meski lukamu akan perih
Tetaplah tertawa
Tetaplah tersenyum
Biarkan hujan itu…
Biarkanlah!
Biarkan pula laron-laron menuju lampu
Mencari damai yang hilang
Di dalam pelosok
Hati kita.

pic : vemurivenkatrao.com

09 Februari 2011

CINTA KITA

seperti gerimis tanpa tanda
begitu juga tautan hati kita
begitu saja meluap
menghampar membenihkan kasih
serupa suburnya rumpun rumput di padang luas

Seperti aroma bebungaan tersamar
cinta kita memenuhi lembah perasaan
wangi tapi tak memabukkan
hanya kau rasa hangatnya membekap
sehangat mentari setelah semalaman hujan

jangan tanya kenapa cinta itu tiba di hati kita
serupa air ia merangsek begitu saja
mencari tempat-tempat rendah yang hendak dilaluinya
merembes, menetes, menghalau penghalang
begitulah ia datang

maka biarkan saja ia subur dan mengakar
disaksikan gemintang dan
Tuhan yang berkata tenang ," Tlah kuciptakan manusia untuk berpasang-pasang
..."
disahut nyanyi malam ,"...dengan masing-masing tiada kesempurnaan"


February, 3rd 2011, 06:05

satu hari seusai menikmati Boulevard de Clichy, diiring tetabuh malam menjelang pagi, mengingat setiap curhatan yang mampir di telinga dan masuk di hati

29 Oktober 2010

MOON OVER MY OBSCURE LITTLE TOWN

Stranger
Stranger
Someone stranger

Standing in a mirror
I can't believe what I see
How much love has been taken away from me

My heart cries out loud
Everytime I feel lonely in the crowd
Getting you out of mu mind
Like separating the wind from the cloud

Afraid
Afraid
I'am so afraid
of losing someone I never have
Crazy, oh, crazy
Finding reasons for my jealousy

All I can remember
When you left me alone
Under the moon over my obscure little town
As long as I can remember
Love has turned to be as cold as December

The moon over my obscure little town
The moon over my obscure little town

taken from Dwilogi Padang Bulan, page 198-199

10 Oktober 2010

MENCARIKU

Tanyamu : Dimana mencari-Ku?
Sedang aku di dekatmu
Memanggil lima kali dalam sehari semalammu
Mengirimkan 114 email yang tak pernah kau baca itu
Menyuruh iqro pada semesta milikku
Tapi kau masih bertanya : Dimana mencari-Ku

26 Februari 2010

NOVEMBER RAIN





November rain, November rain
Something has missing
My heart has stolen by him
But he wasn’t feel the same

November rain, November rain
What should I do to kill the pain
Should I run to catch the wind?
Then ask it to blow my blue feelin’

November rain, November rain
Help me to forget him
Erase him on my mind
As if I never knew him


25 February 2010, 06:08
Thanks to Jera (Agnes Monica), Kekasih Sejati (written by Yovie Widianto)

Ihaaa! Tadinya pengen bikin flash fiction tapi kok berubah jadi puisi?
Gak betul ini, tapi udah jadi. So flash fictionnya besok lagi.
Dedicated to you, just you...
Bercanda ding...ini buat semua orang, yang dibaca pas lagi senang. Jangan pas lagi patah arang, ditinggal pacar, dan segala sesuatu yang berhubungan...biar nggak ngeluarin mata air eh air mata tiga hari tiga malam lamanya. Capek tauuu...Big hug for you ya!

pic taken from http://www.belindapeters.com/

15 Desember 2009

...BAGIAN...

mari mengukur sejauh apa kita mencintai...
mengungguli nepal dari himalaya kah?
meluap seperti penyair mengecap kosakata puitisnya?
tertinggi diantara rembulan dan rasi bintang?..

seorang pengasih adalah membebaskan belahan jiwanya berpendar,
benderang diantara ilusinya, di dalam ketajaman hayalannya..
seorang penerima cinta adalah mengakui kuasanya dibuai rentangan cinta,
mengiyakan bahwa tanpanya, seperti terlelap tanpa mimpi...

mari mencari tau sedalam apa sebuah kebencian..
seperti mengukur ujung hari ke hari berikutnya kah?
seperti kurun waktu jaman romawi berbalik ke kehidupan kali kini?

tidak cukup mempertanyakan cinta...dia bukan untuk direndahkan, bukan dihentikan..
dia akan menemukan jalannya...mengunggah kejayaannya sendiri.
Diantara derita dan isak
Diantara senyum dan kerlingan mata....


Pujalah sebuah kasih seadanya saja...
berlebihan akan membuatnya terbirit lari..takut tak sewajarnya..
dia akan tau caranya merengkuh, memberi peluang-peluang indah.
"karena... sejatinya cinta tak pernah menampakkan diri, tetapi selalu mampu terlihat..."



4 my floem...
and my friends all...



_emirita dy_
bdg 10.50 PM 13 des'09


4 my floem...
and my friends all...



_emirita dy_
bdg 10.50 PM 13 des'09


Ini dia penulisnya, Mbak Emirita.
Diam-diam saya suka memperhatikan 'status' yang ditulisnya di facebook. Acap kali ketika 'kumat terjangkit virus puitis' statusnya ia tulis dengan rangkaian kata yang menukik asyik.

Dulu katanya beberapa teman suka minta tolong dibikinin puisi cinta untuk membuat sang pujaan terjungkal-jungkal. Sekarang? Entah ya... *ngelirik sambil nyengir kuda...

Beberapa hari lalu Mbak Emir mengirimkan 'note'nya. Setelah itu terpikir oleh saya untuk mempostingnya di blog saja. Eman-eman kalau nggak disebarkan. Habis puisinya baguuus banget euy! Karena itu saya pun meng-copy paste-nya setelah minta ijin dulu kepada Mbak Jelita satu itu.

PS : Mbak Emir...Kenapa enggak nulis lagi, seperti dulu, saat masih jadi mahasiswa

Sapa tahu kumpulan puisinya terkenal sedunia. Kalah dunk Wiji Tukul Wijaya...Hehehehe