UNGKAP RASAMU



Keterbiasaan membuat kita kehilangan
Ketika satu titik tidak kelihatan rasanya ada yang kurang
Apakah kau merasa demikian?
Bisa ya, bisa tidak

Jika kau  lebih suka memendam perasaanmu dalam-dalam
Pastilah enggan menunjukkan kejujuran
Naif, bersembunyi di baliik kalimat ,”Tak ada dia, aku baik-baik saja.”
Alih-alih hampa dan malu mengungkap rasa

Maka tunggu
Dan berharaplah ia mengerti
Sesungguhnya kau ingin dia ada disini

Berharaplah terus dan jangan bergerak
Gunakan telepati (yang kau tidak punyai)
Agar aku bisa mengatakan ,”Kau itu bodoh sekali!”

Ayunkan satu langkah kecil, sobat
Lalu lihat apa yang terjadi
Katakan rasamu dengan ridho Tuhan sebagai dasar
Agar tak kecewa bila ia memberi penolakan

Jika memang pada kenyataan Allah tak menjadikan ia milikmu
Lepaskan saja dan biarkan terbang
Sebab masih banyak kisah yang harus kau pintal dalam kehidupan
Yakin saja, yang terbaik yang akan tiba


Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK

DELAPAN PERMAINAN TRADISIONAL YANG GAUNGNYA HILANG DI ERA DIGITAL

Fortune Indonesia, Media Bisnis yang Membantu Perempuan Melek Keuangan Lewat Rubrik Business, Finance, dan Tech

MARI BELAJAR MERAJUT BAGIAN 1 : SIMBOL DAN MACAM-MACAM TUSUKAN DASAR

Stop Upload Foto Korban Pembunuhan Atau Kecelakaan, Itu Menyalahi Etika Dan Kemanusiaan