Postingan

Menampilkan postingan dengan label Mumble to my self

Unggahan Terbaru

Dibalik Jari-Jari Yang Doyan Menebar Hujatan, Ada Kita Yang Gagal Mengendalikan

Gambar
Hari ini kelima jari bergentayangan di dunia maya. Melongok akun artis-artis dan MUA (make up artist)yang banyak bertebaran di sana. Aih, Bubah Alfian ternyata baru saja menggarap wajah Via. Itu tuh penyanyi dangdut asal Jawa Timur yang terkenal dengan lagu "Sayang"-nya. Melihat foto itu mata kelima jari mengerut, hati kelima jari tak senang. Sepertinya ada yang kurang. Wajah Via Vallen itu kurang tirus ke mana-mana. Tidak heran di foto yang nampak pipi semua. Aih, gatal masing-masing jari mulai gatal. Tak pelak muncul komentar "Ya ampun, pipinya itu nggak nahan. Benerin dong, biar tirusan. Udah banyak uang ini lho!"
Bosan menengok instagram, pindah lagi kelima jari ke akun sosial media lainnya, Facebook. Ada seorang perempuan mengunggah foto bekal untuk anak buatannya. Cantik sih, tapi kok isinya mie instan. Terus itu loh, kok ya saben hari telur terus-terusan. Apa tidak ada lauk lainnya? Yang lebih hebat seperti daging panggang atau udang misalnya. Kelima jari pun g…

AH, TERNYATA KITA LEBIH PANDAI MENCELA...

Gambar
Tahun ’98 ketika para mahasiswa demo menuntut Presiden Suharto dilengserkan, saya bertepuk tangan. Saya senang betul melihat akhirnya ia turun tahta. Tentu saja tak lupa membubuhinya dengan komentar paling pedas yang saya bisa. Lalu seseorang berkata ,”Jangan terlalu...” “Memangnya kenapa? Orang seperti dia pantas menerima hujatan. Sudah lama dia membuat kita sengsara.” “Memang benar, tetapi diantara itu pasti ada saja sisi baik yang akan dikenang.” Saya mencebik tidak percaya. Mana mungkin orang seburuk itu punya sisik baik, pikir saya sambil terus menonton riuhnya demo mahasiswa via televisi. Lalu Presiden benar-benar tumbang. Harapan saya semoga setelah ini Indonesia berjaya dan gilang-gemilang.
Ekspektasi saya berlebihan. Tahun berlalu, pemimpin berganti, Indonesia masih segini-gini aja. Tak satu pun dari mereka yang bisa membawa Indonesia bersinar, pikir saya kecewa.Rupanya tidak hanya saya yang kecewa, orang lain juga sama. Secara random ada saja diantara mereka yang ternyata merindu…

PICTURES TALK : HEAVEN IS NEAR

Gambar
Tak perlu jauh mencari surga, ia ada setiap kali kau palingkan muka. Jika kau tak percaya tak apa. Kemarilah, akan kutunjukkan bukti kalau surga itu memang benar-benar di dekat kita.


Surga, begitu kau bisa menyebutnya jika pagi buta saat kau terbangun, kau masih bisa menikmati cahaya lampu panjar tersampai di matamu. Bayangkan jika malam sebelumnya kau masih bisa melihat dan keesokan paginya Tuhan mencabut indra penglihatanmu. Akan jadi seperti apa dirimu. Jadi jika kau ingin tahu rasanya surga, itulah salah satu bentuk kecilnya.


Surga, begitu kau bisa mengatakannya bila kau menapakkan kakimu di luar rumah dan kau dapati pagi yang dramatis. Berdiri di bawah sebuah menara yang tingginya berkali-kali lipat tubuhmu, berlatar belakang awan-awan di pagi cenderung mendung dan angin dingin yang merasuki tubuhmu, kau pasti merasakan ketakjuban itu. Betapa luasnya alam raya dan betapa kecilnya kau disana.

CUACA HATI

Gambar
CLOUDY HEART Kadang mendung dan hujan datang menghampiri. Turun saban hari seolah tak mau berhenti. Cuaca cerah hanya sekejap muncul lalu hilang lagi. O,o...dunia serasa tak berkawan dengan kita. (dompet kering, tinggal 17 ribu doang, orang yang diem-diem ditaksir ternyata udah nikah dan mau punya anak = nangis bombay). 


SPRING HEART Keesokan hari mendung dan hujan hilang. Langit biru cerah, dan awan putih berarak riang. Matahari tersenyum lebar dan bunga-bunga bermekaran. Dan kita pun lupa akan hujan yang sempat datang. (Duit lagi banyak, kondisi sehat wal ngapiat, nggak kurang suatu apa => dada membusung, leher mendongak ampe kecengklak). 

MENDUNG DAN BERIBU KETAKUTAN TAK BERALASAN

Gambar
Mendung memang, tapi ketimbang mengeluhkannya mengapa kau tidak mencari payung dan melangkah sesuai rencana yang kau inginkan. Becek, cipratan air kotor, dan basah di badan itu resiko yang harus diambil. Tapi itu lebih baik daripada duduk tanpa berbuat apa-apa selain menggerutu nasib sial yang menimpa kita.
“Aduh, tapi diluar terlalu dingin, kau tahu kan aku tak kuat dingin. Kalau aku sakit bagaimana bisa sampai di tempat tujuan?”
Kau benar, memang diluar dingin. Tapi kau masih punya jaket, kawan. Pakai saja dan teruskan perjalanan.

THANK YOU FRIENDS

Gambar
Untuk tiap orang yang telah memberi ucapan dan mendoakan di hari lahirku, 19 Juli.

Doa seringkali hanya berisi rangkaian kata sederhana, tetapi ia cantik serupa bunga kecil yang kutemukan di antara daun dan rerumputan.
Hanya bedanya jika bunga itu akan layu, tapi tidak dengan doa kalian itu.

Terima kasih.

pic : taken by afin
location : near  tennis court


THE LONELY SANDAL

Gambar
sendiri saja
tanpa pasangan
si sandal melenggang tenang
di kepalanya terpeta sebuah keyakinan mendalam
satu ketika ia akan temukan pasangannya di satu tikungan jalan
dimana dan kapan?
seluruh jawaban ada pada Tuhan empunya alam
karena itu si sandal tidak pernah ketakutan
ringan langkahnya menyusuri jalanan kehidupan
gembira saja menikmati seluruh kisah cerita
dimana Tuhan adalah dalangnya
dan ia, wayangnya

*while hearing Letto's song-Sebelum Cahaya


pic taken by afin
location Jembatan Gantung, Kali Setail
using Dee's digicam

UNKNOWN MAN

Gambar
menemukanmu diantara lembar diary lama
aku bahkan sudah lupa pernah melukis wajahmu disana
tersembunyi diantaran balutan perban, aku tak tahu kau seperti apa
hanya matamu yang (dalam anganku) sebiru langit itu menatapku
seolah magnet, ia mempesona
mengajakku merenangi dan menyelami sedalam apakah ia

akan seperti apa jika kau nyata?
tidak hanya sekedar gambar  yang kucoretkan diatas kertas saja?
apakah genggaman tanganmu akan sehangat cuaca negeri ini?
apakah kau akan selembut alunan angin yang menggoyangkan permadani padi?
apakah kau akan sesegar  rerumputan berhias embun?
atau kau justru penuh gelora seolah ombak-ombak di negeriku tercinta?

ah, kurasa aku sudah gila
memikirkan hal-hal absurd, tidak nyata
tentangmu, My Unknown man
seseorang yang pernah menghiasi impianku sebagai gadis muda




While hearing Daniel Bedingfield, Letto, and Michael Buble
Pic : taken by afin yulia

HIDUP ITU SEPERTI RAJUTAN

Gambar
Kau tahu, sayang
Hidup itu seperti rajutan
perlu rantai pondasi untuk melangkah ke tahap selanjutnya
Lalu bergerak pelan mengikuti pola
Mencapai satu bentuk yang kau rencanakan
Tak jarang ditengah jalan kau dapati kau salah perhitungan
Harus dibongkar dan dikerjakan ulang
dari awal
tapi pilihannya ada padamu
kau teruskan atau kau bongkar
dengan masing-masing resiko di tangan

Jangan takut jika memang harus dibongkar
Siapa tahu itu jalan tak terduga untuk melompat ke depan
Memang itu butuh keberanian
Kebanyakan orang memilih meneruskan yang salah ketimbang berhenti dan mulai dari awal

Terserah padamu
Kau pelihara takutmu atau justru berani dan melangkah maju
Kau tahu benar resiko keberanianmu
Tak ada jaminan kau akan berhasil
tapi mundur ke belakang dan tetap berada di zona nyaman 
belum tentu juga memberi kebaikan

Dengarlah quote ini dan renungkanlah "
"Ada orang yang menghabiskan hidup tanpa pernah mencoba melakukan hal-hal baru, karena mereka takut gagal. 
Yang tidak mereka sadari adalah, walaupu…

CANTIK

Gambar
Sama sekali tidak cantik! Katamu terus terang di hadapanku. Aku tersenyum lucu. Memang betul itu. Aku tidak cantik, sebab untuk jadi cantik itu tidak gampang, meski tidak sulit juga. Kau harus selalu tersenyum lebar setiap kali menemukan kesulitan. Belajar tanpa make up di depan orang, bersikap wajar apa adanya tanpa diberi pemanis buatan. Menjaga mulut  dari memperbincangkan hal yang bukan-bukan. Pun mata dari segala pandang yang menyeret kita dalam kesesatan.
Gendut banget! Enggak langsing! Siapa yang mau dengan kamu? Sekali lagi kau mencela aku. Terima kasih telah kau katakan itu. Sebab itu mengingatkanku pada usahaku untuk menjadi langsing yang selalu gagal itu. Banyak sekali excuse yang membuatku melenceng dari tujuan awal melangsingkan badan. Bukan sembarang melangsingkan tapi mengekang hawa nafsu pada keduniaan, pada berderet-deret iming-iming keindahan dan gemerlap hingga tak peduli bagaimana seharusnya aku bertindak.
Kamu takkan pernah jadi cantik! Begitu kau katakan. Ah, si…

MUMBLE TO MY SELF : HOW MANY TIMES DO YOU SAY THANK YOU TO ALLAH?

Gambar
Buka matamu dan lihat cahaya pagi yang menyelusup di sela-sela jendela ini Lalu hirup segarnya hawa yang bahkan kau nikmati tanpa perlu membayarnya Sentuh tanganmu, raba kakimu Cubit ia, rasakan sakitnya Terasakah? Bila ya, itu tanda kau normal dan baik-baik saja
Coba langkahkan kakimu, rasakan dingin lantai keramik di bawah tapakmu Berjalanlah ke kamar mandi dan ambil wudlu Apa kau bisa rasakan segarnya air menerpa wajahmu? Coba bayangkan andai saja kau alergi pada air sesegar itu Betapa tersiksanya kamu
Jika sudah selesai kembalilah ke kamarmu, pakai mukena lalu sujud pada-Nya Apakah mulutmu masih bisa mengucap surat-surat pendek yang diajarkan sejak dulu kala tanpa kesulitan? Pikirkan, andai mulutmu tak lagi bisa mengucap sepatah katapun Apa yang kau rasakan?
Lalu apakah kau masih ingat semua nama teman-temanmu, hal-hal menakjubkan dalam hidupmu, dan lain sebagainya? Bagaimana jika Tuhan mengambil separuh memori itu? Apa yang akan kau lakukan? Atau andai saja mendadak matamu diburamkan, tak lagi bis…

RUMAH KITA

Gambar
Rumah kita
Tak usah seluas lapangan bola, cukup kecil saja
Tak banyak jeda agar  kita selalu bisa cilukba sepanjang masa
Bahkan saat kau enggan mendekatku karena hati kita diamuk bara


Rumah kita
Diiringi setapak berumput di kanan kirinya
Dialun lembut dedaunan dan bunga aneka warna
Ditaburi jambu, lengkeng, dan mangga
Tempat anak kita belajar tentang dunia sembari membaca dibawahnya


Jangan, jangan kau bangun rumah kita seluasnya meski kau bisa
Dimana ruang dan pintu begitu banyaknya
Memberi jarak tanpa kita menyadarinya
Sebab semakin banyak ruang, semakin besar kemungkinan masing-masing dari kita
menemukan tempat persembunyian
Lalu menjadikannya benteng kecil pelarian tiap kali permasalahan menghampar
Begitu pun dengan banyak pintu kita pasang
aku takut dengan banyaknya pintu justru kita terpisah perlahan
Kau nyaman melalui pintu satu
Dan aku dengan pintu lainnya
Tanpa sadar hati kita tak lagi bertautan

Rumah kita
dibangun diatas pondasi batu kokoh kasih sayang
Diukir diatasnya janji…

TENTANGNYA, PELUKIS CAHAYA

Gambar
Aku burung kecil dan ia angin
Bertemu di satu jalan, pada sebuah persimpangan hutan kehidupan
Aku lupa seperti apa awalnya
Kurasa karena aku mengagumi apa yang dilakukannya : melukis cahaya
“Aku menyukainya, aku menikmatinya,” katanya satu ketika
Menjawab tanyaku mengapa ia melakukannya selepas aku berkeliling menikmati galeri rumah mayanya

Maka sejak itu kami bicara
Tak lama, hanya sekilas-sekilas
Tentang hal remeh-temeh yang kau temukan dijalan
Tidak lebih tidak kurang

Hingga kemudian percakapan berkembang
Tentang langit, tentang hujan, tentang malam, tentang apa saja yang jarang di bahas dengan sembarang orang
Aku merasa menemukan teman yang asyik untuk berbincang
Sembari mendengarnya berkisah tentang impiannya, passion-nya
Diselingi cerita tentang kupu-kupu dan wangi bunga dalam pengembaraan

“Kepada kupu-kupu mewangi yang bertebaran,
Yang kerling dan harumnya menghembus pelan,
Aku bisa meraih semudah membalik telapak tangan,
Semudah itu kupu jatuh dan bersarang dalam genggam tangan,” ucapmu ringan.

SEMAKIN KITA MENGENAL SESEORANG

Gambar
Semakin kita mengenal seseorang Semakin kita mengetahui banyak kesalahan Sesungguhnya itulah bentuk teguran Betapa kesempurnaan hanya milik Tuhan Manusia tak ubahnya seonggok debu di lautan
Semakin dalam kita memasuki hati seseorang Semakin kita dikenalkan pada sisi-sisi kelam Sesungguhnya pula itu pelajaran Betapa manusia itu gudangnya kesalahan
Seorang guru pernah berkata padaku ,”Jangan terlalu jika kau mencintai sesuatu, begitu pula bila kau membenci sesuatu. Siapa tahu yang kau cinta itu satu ketika menyakitimu, sebaliknya yang kau benci justru membawa manfaat bagimu.”
Dan aku belum mampu melakukan itu Hati manusiaku memiliki kecenderungan “terlalu” Maka ketika kisah demi kisah dihamparkan padaku Aku termangu ‘Tak salah apa yang guru itu katakan padaku,” gumamku
Maka aku kembalikan semua kepadamu, Tuhanku Bukankah setiap lekuk kisahmu itu serangkaian pelajaran? Agar semakin bijak aku menyikapi kehidupan Menyadari padaku tersimpul banyak kekurangan
Lalu pantaskah aku menepuk da…

CHANGING

Gambar
Sejak sepertiga malam hingga subuh menjelang Kudengarmu bicara panjang Tentang dia, hatimu, dan sekelumit keresahan
Belum pernah kau begini, kawan Sepertinya ia telah mampu “menundukkan” hatimu yang liar Aku tak tahu apakah ia rumah tempatmu pulang Hanya kedengarannya ia merubahmu besar-besaran
Berapa lama kita berteman? Baru kali ini kau dibuat kelimpungan oleh mahkluk berjenis perempuan Sebelumnya kaumku-lah yang blingsatan, menadahi manis tuturmu yang melambungkan angan Duhai kemana larinya pria itu? Perayu yang ulung menaik turunkan kalbu (Mau tak mau aku tergelak lucu tiap kali celotehmu merasuki telingaku)
Perasaan-perasaan lawan jenis yang dulu kau abaikan Kini berbalik menyerang dan menyusupkan segenap kekhawatiran Cemburu itu, getir itu, sedih itu Menggelenyar di laju harimu Menguakkan satu fakta baru Karang hati sang petualang telah luluh olehnya—perempuan serupa tetes hujan yang menjatuhi kalbumu dengan ketepatan Tanpa sadar ia telah mengetukmu dengan caranya Menjumpalitka…

UNGKAP RASAMU

Gambar
Keterbiasaan membuat kita kehilangan Ketika satu titik tidak kelihatan rasanya ada yang kurang Apakah kau merasa demikian? Bisa ya, bisa tidak
Jika kau  lebih suka memendam perasaanmu dalam-dalam Pastilah enggan menunjukkan kejujuran Naif, bersembunyi di baliik kalimat ,”Tak ada dia, aku baik-baik saja.” Alih-alih hampa dan malu mengungkap rasa
Maka tunggu Dan berharaplah ia mengerti Sesungguhnya kau ingin dia ada disini
Berharaplah terus dan jangan bergerak Gunakan telepati (yang kau tidak punyai) Agar aku bisa mengatakan ,”Kau itu bodoh sekali!”
Ayunkan satu langkah kecil, sobat Lalu lihat apa yang terjadi Katakan rasamu dengan ridho Tuhan sebagai dasar Agar tak kecewa bila ia memberi penolakan
Jika memang pada kenyataan Allah tak menjadikan ia milikmu Lepaskan saja dan biarkan terbang Sebab masih banyak kisah yang harus kau pintal dalam kehidupan Yakin saja, yang terbaik yang akan tiba

pic taken from :  http://www.flickr.com/photos/krishhtine/3297715692/

WHITE LIES

Gambar
Tanya padaku seberapa jujur aku padamu Mulanya begitu Segala hal kukatakan padamu Tapi syak wasangkamu membuatku ragu Kau hilang jernih Dan jujur justru “mematikan”-mu? Mukamu yang ayu hilang disela kerucut bibirmu Serta kernyit di jidat penuh curiga
Maka sejak itu aku beralih jalan Jujurku kusimpan Kupoles dan kubingkai manis dengan sedikit kebohongan Sebab ia lebih ampuh untuk menenangkan hati yang diliputi prasangka Dan benar saja Kau tenang setelahnya Pikiranmu tak mengembara di ranah yang bukan-bukan Wajahmu cerah dibingkai senyuman Cerlang matamu kian berbinar
Maka kesimpulanku white lies itu menyenangkan

10.26, December 2, 2011
Thinking about truth and lies

A LETTER TO MY SWEET NOVEMBER

Gambar
November datang dengan kelabu di langit kita Tak apa, sebab dibalik itu ada keberkahan menetesi tanah-tanah kita Sekaligus dingin yang menghantar kita bergelung dibalik selimut tebal Dan aku sendiri  menemukan kehangatan dibalik pelukmu, setiap waktu
Menatap langit sore itu, keping-keping kejadian berputar Tentang pertanyaan atau celetuk kecil yang sering kudengar “Kenapa nggak makan?” “Mbok kalau bicara itu yang halus.” “Sabar sedikit jadi orang.” “Siapa yang bilang kamu jelek? Ndak kok.” Dan aku tertawa sendiri mengingatnya.
Kau tahu, hidup takkan sama tanpamu, Sebab denganmu kulampaui waktu Dengan tawa, obrolan hangat, debat menyebalkan, saling memendam kesal serta pelukan
Hidup takkan asyik tanpamu Sebab denganmu aku belajar sesuatu Sebelum guru lain datang dan mengajariku
Hidup takkan seru tanpamu Sebab denganmu aku melaju Dengan segenap perhatian, kecerewetan, dan cinta tanpa jeda
Sering aku tak sabar menghadapimu Bahkan untuk hal-hal kecil yang harusnya tak perlu kulakukan itu …

TERIMA KASIH TUHAN

Gambar
Seperti biasa alarm tubuh saya berdentang jam 2 malam. Bergegas saya ke belakang, mengambil wudhu lalu pergi ke pesholatan, satu ruang kecil di sebelah ruang teve yang kami gunakan untuk sembahyang. Dari jendela ruang itu saya melihat keluar. Suasana terasa lengang. Tak terdengar apapun kecuali sayup suara orang nderes Al Qur’an dari arah selatan. Entah darimana tepatnya, bisa jadi dari masjid atau suaru dekat situ.

Sedang apa ya orang-orang jam segini? Apa mereka juga gentayangan seperti saya atau justru sedang asyik terlelap di buai mimpi?

Saya berhenti menatap keluar. Saya kenakan mukena lalu sholat isya’ yang tak sempat saya lakukan sebelumnya karena terlampau kelelahan.
Usai itu saya segera ke belakang. Menyeduh teh hangat tanpa gula dan menggodok telur untuk sahur malam ini.
Senyampang menunggu telur matang, saya kembali menghadap komputer yang telah saya nyalakan. Menekuri dunia kata yang akhir-akhir ini jadi kegemaran. Baru setengahnya saya diingatkan tentang telur yang saya…

AKU SUKA DUDUK DEKAT-MU

Aku suka duduk di dekat-Mu, curhat denganmu diantara duduk santai itu. Kadang-kadang aku berpikir, kurasa terlampau banyak keluhanku.
Bukankah aku punya kaki, tangan, dan pikiran? Akulah yang harus bergerak, dan membuat mukjizatku sendiri, tidak cuma menunggu-Mu, CEO nomer satu seluruh jagad untuk mengabulkan doaku.

Ah, terima kasih untuk-Mu. Untuk menemaniku di waktu-waktu-Mu. Aku tahu Kau sangat sibuk.
Tapi Kau selalu bersedia meluangkan waktu untukku.

Terima kasih juga untuk setiap hadiah special yang Kau kirim setiap hari itu. Maaf, aku selalu lupa mengirimkan e-mail untuk sekedar memberitahu. Sok sibuk banget kan aku?


My hug for u, kawan-Ku.