Unggahan Terbaru

Pelajaran Gratisan Dari Mereka Yang Bersikap Tak Menyenangkan Saat Diberi Daging Kurban

Gambar
Hari raya Idhul Adha selalu membawa cerita tersendiri untuk masing-masing keluarga. Termasuk keluarga saya. Dulu sewaktu kecil, rumah kami jarang kebagian daging kurban. Sampai-sampai bertanya pada Bapak ,"Orang-orang dapat, kok kita nggak dapat, Pak? Kenapa?" Bapak menanggapinya dengan bijak. Mengatakan mungkin karena kami sudah dianggap mampu, jadi tidak mendapatkannya. Sebagai gantinya Bapak akan membeli daging sendiri, lalu dimasak gulai dan sate sebagi pelipur hati kami.
Tahun berlalu dan kami sudah dewasa. Perkara dapat atau tidaknya daging kurban sewaktu Idhul Adha tak membuat kami risau atau pusing kepala. Dapat syukur, tidak pun syukur. Toh, masih banyak orang yang lebih membutuhkannya. Begitu hemat kami.
Dan Idhul Adha tahun ini, rejeki melimpah bagi kami. Di luar dugaan kami mendapatkan daging kurban yang jumlahnya lumayan. Padahal tahun-tahun sebelumnya biasa saja. Dapat tetapi tidak sebanyak tahun ini. Tak semua dimasak, setelah dibuat satai dan bakso sisanya…

WHITE LIES




Tanya padaku seberapa jujur aku padamu
Mulanya begitu
Segala hal kukatakan padamu
Tapi syak wasangkamu membuatku ragu
Kau hilang jernih
Dan jujur justru “mematikan”-mu?
Mukamu yang ayu hilang disela kerucut bibirmu
Serta kernyit di jidat penuh curiga

Maka sejak itu aku beralih jalan
Jujurku kusimpan
Kupoles dan kubingkai manis dengan sedikit kebohongan
Sebab ia lebih ampuh untuk menenangkan hati yang diliputi prasangka
Dan benar saja
Kau tenang setelahnya
Pikiranmu tak mengembara di ranah yang bukan-bukan
Wajahmu cerah dibingkai senyuman
Cerlang matamu kian berbinar

Maka kesimpulanku white lies itu menyenangkan


10.26, December 2, 2011

Thinking about truth and lies


Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK

CARA MENGGAMBAR ILUSTRASI SEDERHANA DENGAN PAINT

OLEH-OLEH DARI FESTIVAL BUAH NAGA : MENYAKSIKAN KEGIGIHAN PEMUDA MELEJITKAN POTENSI DESANYA

TONGKAT MADURA MILIK MAYA