DI BAWAH LALANG




rebah di bawah lalang
mencari sepotong wajah yang kukenal
hanya awan memekat pelan
dan kesiur angin merebakdi sekitar

rebah di bawah lalang
doa tersimpulkan
esok di kelokan jalan
ia hadir dengan senyum selaksa bintang
(afin yulia)
 dan sahabatku Niken langsung termehe-mehe, otak puitisnya langsung kerja, dan katanya adalah....
Kali ini kamu memeluk manja, menemu ilalang di antara tebu.
Kau ingin membawanya pulang dan aku tentu tak bisa menolakmu
Bunga-bunga tebu kau penggal dengan senyum bocah. Aku menampik senyum,
dari semut yang tiba-tiba menciumku
Datang lagi angin, menyingkap helai daun.
Gemeratak yang sunyi,
dan tajam mengiris pengetahuan,
aku merampasi esok dengan menghamburkan lupa
Kali ini kau memenggal bunga tebu.
Dan aku memotong batang-batangnya,
merasakan manis untuk kita buang bersama

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Buah Menebar Kebaikan Lewat Sedekah

Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash: Antara Mood, Social Distancing, dan Corona

MARI BELAJAR MERAJUT BAGIAN 1 : SIMBOL DAN MACAM-MACAM TUSUKAN DASAR

KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK

Ekowisata Jaga Hutan Papua