GAYA OLD SCHOOL, GAYA JUARA MEMPERINGATI IDUL FITRI 1435 H


Lebaran segera tiba. Wajar kiranya bila semua ingin tampil paling thok cer untuk memperingati hari raya 1435. Mungkin agak telat membahasnya mengingat  lebaran sudah tinggal beberapa hari lagi. Tapi apa salahnya? Siapa tahu ini bisa jadi bekal bagi anda yang belum atau baru berniat belanja karena THR belum tiba (hihi).
Seperti kebiasaan kita lebaran tanpa baju baru rasanya seperti sayung kurang garam. Tapi apakah itu sebuah keharusan? Ah, nggak. Nggak kok.Nggak ada keharusan memakainya.

Lalu bagaimana sih asal muasalnya? Kok memakai baju baru jadi tradisi setiap lebaran di negeri kita?

Saya kurang paham asal muasalnya. Tetapi ada sebuah cerita mampir di telinga saya bahwa lebaran itu sebenarnya berasal dari kata bar dalam bahasa jawa yang artinya bubar. Bubar dalam hal ini bukan dalam artian habis-habisan membiayai beragam keperluan lebaran. Tapi habis-habisan mengikis segala hal buruk yang ada dalam diri kita. Menjadi manusia baru yang pandai menahan hawa nafsu, pandai memanfaatkan hartanya untuk kebaikan dengan beragam cara seperti sedekah dan zakat. Menjadi seseorang yang lebih baik dalam sikap dan pola pikirnya. Nah hal ini kemudian disimbolkan dengan pemakaian baju baru.


Hanya saja makna baju baru masa kini sudah bergeser. Jika dulu itu baju baru adalah simbol  manusia baru, kini diartikan sungguhan sebagai membeli baju baru, mukena baru, sajadah baru, mungkin toples atau entahlah apalagi yang baru. Maka tak heran jika setelah lebaran kita pun bubar beneran. Ngaplo, melongo, ndak punya duit demi memenuhi hasrat merayakan hari lebaran dengan cara yang menyenangkan. Dalam pandangan manusia tentunya.

Nah supaya kita ndak ngaplo, ndak bubar beneran setelah lebara kenapa kita tidak melakukan gaya old school ala Mbak-Mbah kita jaman dulu kala?

Pertanyaannya : Apakah harus memakai baju vintage atau semacamnya agar terlihat old school namun gaya?
Oh tidak saudara. Anda cukup melakukan dua hal  agar juara di Hari Raya 1435 H :

1.    BIASA KEMAWON (BIASA SAJA)
Menurut Simbah sudah sepantasnya sampeyan merayakan hari yang fitri. Tapi sesuai kemampuan sampeyan saja. Dengan begitu sampeyan tidak akan terbebani apa-apa. Beda kalau sampeyan maksa, bisa-bisa hari raya ndak jadi ceria. Lha gimana? Wong sampeyan mikir utang yang harus sampeyan bayar demi gengsi terlihat paling wah di mata manusia. Sudah itu pas lagi salaman sama semua orang, eh tiba-tiba ketemu sama orang tempat sampeyan berhutang. Terus dia berbisik ,”Jangan lupa lho minggu depan hutangnya mulai dibayar.”
*krik, krik....
Jangan pedulikan bila ada yang bilang sampeyan pelit karena nggak bela-beli-belu baju baru  atau keperluan lebaran seperti kebanyakan orang.
Nabi bersabda ”Tiada bagi seseorang yang memakai pakaian untuk gagah-gagahan, lalu orang-orang pun menontonnya, melainkan di hari kiamat Allah tidak akan melihatnya sehingga ia menanggalkannya kapan saja ia mau menanggalkan “ (HR. Ath-Thabaraniy dalam kitab Tarjamah Nashaihul Ibad).

2.    BANYAK SENYUMNYA
Bisa saja suguhan sampeyan kurang menerbitkan selera bagi tamu yang datang di rumah sampeyan. Kuenya kue kiloan, yang harganya murah tapi bisa dapat segunung anakan. Kopi sampeyan juga bukan kopi asli, tapi justru kopi 31. Lho apa itu kopi 31? Itu lho kopi yang campuran jagung dan kopinya perbandingannya 3 : 1. Jagung 3, kopi 1. Hahahah....Its oke aja. Tutupi saja dengan senyum ceria. Itu lebih baik berpuluh kali lipat daripada hidangan anda enak luar biasa tapi disuguhkan dengan bibir yang maju kayak ngemut gardu ronda. Siapa yang doyan memakannya?
Hal itu cocok dengan maqalah yang terdapat dalam kitab Nashaihul Ibad  yaitu “ Warga surga adalah setiap orang yang gampangan, luwes, murah hati, dan air muka jernih berseri.”
Nah lho...masih mikir dua kali untuk bermanis muka dan menebar senyum pada siapa saja?

Nah itu tadi dua buah nasehat bijak dari Simbah. Semoga saja apa yang saya tulis kali ini— GAYA OLD SCHOOL, GAYA JUARA  MEMPERINGATI  IDUL FITRI 1435 H—bermanfaat untuk sampeyan semua.



Oh ya sebelum itu saya ingin meminta maaf pada teman-teman semua. Selamat HARI RAYA IDUL FITRI 1435 H.




Komentar

  1. Hihihi...daripada pusing mikir utang mending banyak senyum ya mak .ada yg nyinyirin senyum..ada yg ngatain peli senyun...ada yg ngirimin parsel jg tetep senyum ^-^

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. sama-sama Mbak Lidya, maaf kalo kata-kata saya sebelumnya kurang berkenan

      Hapus

Posting Komentar