Unggahan Terbaru

Pelajaran Gratisan Dari Mereka Yang Bersikap Tak Menyenangkan Saat Diberi Daging Kurban

Gambar
Hari raya Idhul Adha selalu membawa cerita tersendiri untuk masing-masing keluarga. Termasuk keluarga saya. Dulu sewaktu kecil, rumah kami jarang kebagian daging kurban. Sampai-sampai bertanya pada Bapak ,"Orang-orang dapat, kok kita nggak dapat, Pak? Kenapa?" Bapak menanggapinya dengan bijak. Mengatakan mungkin karena kami sudah dianggap mampu, jadi tidak mendapatkannya. Sebagai gantinya Bapak akan membeli daging sendiri, lalu dimasak gulai dan sate sebagi pelipur hati kami.
Tahun berlalu dan kami sudah dewasa. Perkara dapat atau tidaknya daging kurban sewaktu Idhul Adha tak membuat kami risau atau pusing kepala. Dapat syukur, tidak pun syukur. Toh, masih banyak orang yang lebih membutuhkannya. Begitu hemat kami.
Dan Idhul Adha tahun ini, rejeki melimpah bagi kami. Di luar dugaan kami mendapatkan daging kurban yang jumlahnya lumayan. Padahal tahun-tahun sebelumnya biasa saja. Dapat tetapi tidak sebanyak tahun ini. Tak semua dimasak, setelah dibuat satai dan bakso sisanya…

POKEMON GO MERAMBAH PEDESAAN BANYUWANGI




            Pokemon Go belum rilis secara resmi di Indonesia. Berdasarkan update terbaru fanpage resminya tanggal 16 Juli silam, Pokemon Go baru luncur di 26 negara setelah sebelumnya hadir di lima negara yaitu  Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Inggris, dan Jerman. Dilansir dari Reuters, John Hanke selaku CEO Niantic, menyatakan Pokemon Go di Asia akan diluncurkan di  dua negara yaitu Jepang dan Korea Selatan. Sementara di China masih belum mendapat kepastian. Namun demikian, game augmented reality ini sudah digemari di Indonesia.
            Tak hanya di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, atau Surabaya saja, kini Pokemon Go sudah merambah kemana-mana. Batam, Bali, Pekalongan, juga Malang dilaporkan sudah terkena demam game ini. Bahkan di Banyuwangi Pokemon Go mulai merambah wilayah pedesaan.
            Rendi, pemuda asal Blokagung (kecamatan Tegalsari) ini menyatakan ia mulai memainkan Pokemon Go sejak malam takbiran. Sengaja memilih game ini karena  nostaliga masa silam. Ia mengaku semasa kanak-kanak sudah menggemari kartun ini. Tetapi, tidak hanya itu yang membuat aplikasi game ini asyik. Keharusan untuk jalan dan berpetualang untuk mengumpulkan pokemon di Pokedex sangat menarik bagi lajang satu ini.
            Sementara Ricky Jopan, pria muda asal desa Sumberjambe (kecamatan Bangorejo) ini, mengakui sekali main akan susah berhenti. Tak beda dengan Rendi, ia juga mengakui menyukai game ini karena sudah menjadi penggemar Pokemon sedari kecil. Tak kurang dari sepuluh pokemon sudah dikoleksinya sejak dikenalkan teman  dengan game ini lima hari silam.
            Sementara Adi yang bermukim di  dusun Sumberejo (kecamatan Gambiran) mengakui permainan ini mengasyikkan. Game ini membuatnya terus bergerak untuk mencari  dan mengumpulkan pokemon.
            “Tetapi, jangan coba-coba main saat bekerja. Kita bisa kepikiran terus dibuatnya.”,”  ungkap pria yang bekerja di sebuah resto ini.
            Akan tetapi, game yang menarik ini bukan tidak memiliki kekurangan. Baik Rendi, Ricky Jopan, atau Adi mengakui bahwa game Pokemon Go sangat boros baterai dan kuota internet. Oleh karena itu memainkan game anyar ini diperlukan kebijakan. Bukalah aplikasi game ini saat perlu saja. Sebab semakin lama game ini menyala, semakin boros kuota internet dan baterai di ponsel pintar Anda.

image source : http://www.pokemon.com/
           

Komentar

  1. Game yang satu ini memang dahsyat. Di kampung saya juga udah banyak yang main. Saya aja kayaknya yang belom. Gak bisa maininnya sih. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha, saya juga gak ikutan Mbak Nia. Haduh, bisa ngabisin paket data nih

      Hapus
  2. wah-wah, samapi segitunya ya mba. tapi kok saya belum tertarik yah..hehe

    salam hangat :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah Mas Okky, bisa lupa waktu, lupa kerjaan, lupa segala macam kalo udah main ini

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK

CARA MENGGAMBAR ILUSTRASI SEDERHANA DENGAN PAINT

OLEH-OLEH DARI FESTIVAL BUAH NAGA : MENYAKSIKAN KEGIGIHAN PEMUDA MELEJITKAN POTENSI DESANYA

TONGKAT MADURA MILIK MAYA