Unggahan Terbaru

Catatan Lebaran 2 : Empat Tahun Lebaran Tanpa Ibu di Sisi

Gambar
Saya lupa tahun keberapa saya memakainya. Dulu mukena itu milik Ibu saya. Kadang saya pinjam saat sholat hari raya, baik Idul Adha atau Idul Fitri. Sejak beberapa tahun silam, meski tidak secara resmi mukena itu berpindah tangan pada saya. Akan tetapi, dalam keseharian jarang dipakai juga. Bukan karena bahannya tidak bagus. Cuma kurang nyaman karena terasa berat dipakainya. Dan sudah hampir empat lebaran ini saya memakai tanpa ada Ibu di sisi saya. Jika dulu setiap sholat hari raya berdampingan dengan Ibu, sekarang tidak. Orang lain yang tidak saya kenallah yang duduk bersebelahan dengan saya. Saya juga mulai terbiasa berangkat sendiri, tidak menunggu-nunggu lainnya.

Tahun 2015, saya masih sempat sungkeman dengan Ibu sebelum beliau meninggal di bulan September 2015. Akan tetapi, setelah itu tidak lagi. Sofa tempat Ibu dan Bapak biasa duduk untuk menerima sungkem dari kami, anak-anaknya, hanya dihuni seorang saja. Bapak saya. Saya tidak tahu apa yang dirasakannya setelah ibu tiada. Saya…

Lima Alasan Mengapa ASUS ZenBook S UX391UA Bikin Liburan Lebih Mengasyikkan


"A dream doesn't become reality through magic; 
it takes sweat,determination and hard work."

Demikian  kutipan dari Colin Powell. Kutipan itu banyak benarnya. Tanpa peluh, determinasi dan bekerja keras tidak mungkin sebuah mimpi akan tercapai. Yang ada hanya akan jadi onggokan bunga tidur, yang tak kunjung menjadi kenyataan. Akan tetapi, bekerja terlampau keras tanpa jeda ternyata kurang baik bagi tubuh kita. Tanpa disadari kita jadi mudah marah, sulit berkonsentrasi, dan imunitas tubuh menurun  sehingga mudah sakit-sakitan.
Hal semacam ini pernah saya alami. Demi menyelesaikan naskah saya rela begadang mengurangi istirahat. Tak ayal tubuh berontak, ditandai dengan kondisi tubuh yang tak sebaik semula. Saya jadi mudah meriang dan terkena flu. Bukan itu saja, ketika saya paksakan pekerjaan saya tak juga kelar karena fokus berkurang. Belakangan saya tahu ternyata itu adalah efek dari bekerja tanpa jeda. Agar bisa mengembalikan kondisi seperti semula saya hanya perlu istirahat dan menikmati waktu dengan berjalan-jalan. Begitu dicoba ternyata benar juga.

Jawatan, hutan yang menyerupai hutan Fangorn di film Lord Of The Ring.
Kini saya selalu menerapkannya. Di tengah-tengah asyiknya bekerja sebagai penulis, saya menyempatkan diri untuk bepergian.  Menyenangkan diri dengan liburan. Tidak jauh, hanya seputar Banyuwangi saja. Bertemu dengan alam dan mengagumi kemolekannya seperti waktu berkunjung ke Jawatan beberapa waktu lalu. Berada di tempat yang menyerupai hutan Fangorn di film Lord Of The Ring ini tak hanya menyegarkan mata, tetapi juga tubuh, jiwa, dan pikiran. Rupanya berlibur ke sana  juga mampu membuat semangat membara kembali seperti sebelumnya. Alhasil ide-ide segar mengalir begitu saja dan memenuhi kepala.

Asyik duduk sambil mengetik di antara rindangnya pohon di Jawatan.
Nah, yang cocok di bawa ke liburan macam ini tentunya laptop yang ramping dan baterainya cukup tahan lama. Semisal Asus Slimbook X401U andalan saya sejak enam tahun silam. Bentuknya slim, bobotnya juga ringan (1,76kg), nggak bikin pundak capek kalau dibawa ke mana-mana. Baterainya pun bertahan cukup lama, kurang lebih 3-4 jam. Sehingga sewaktu-waktu ide muncul, saya bisa menuliskannya dengan rentang waktu cukup lama tanpa tanpa bingung mencari colokan. Sebab ketahanan daya baterai cukup bisa diandalkan.
Laptop ini buat saya mengesankan karena tetap bekerja dengan baik meski pernah kehujanan. Itu terjadi lebih dari lebih dari sekali. Saya ingat situasi itu terjadi ketika saya sedang jalan-jalan sembari browsing dan mengirim naskah cerita. Mendadak hujan datang dan bikin saya pontang-panting menyelamatkan laptop kesayangan. Saya sudah khawatir si laptop kenapa-napa.  Aduh, untunglah laptop saya ini bandel! Setelah kehujanan ternyata tetap lancar digunakan hingga sekarang dan menghasilkan buku kurang lebih lima belas buah. Baik berupa antologi, trio, atau solo. Bahkan memenangkan sekian banyak lomba sejak dipakai hingga sekarang. Keren ‘kan?
Dan ternyata generasi baru ASUS  yakni ZenBook S UX391UA bisa memenuhi semua harapan. Bahkan lebih! Kok bisa? Nih, penjelasannya :
1.      Tidak merepotkan dan cocok untuk pengguna yang demen bepergian
Laptop satu ini memiliki bentuk yang sangat ramping. Dengan dimensi 31,1 x 21,3x 1,29 cm, orang-orang yang acap bepergian baik untuk bekerja atau justru jalan-jalan bisa dengan mudah memasukkannya tanpa takut menyita ruang untuk barang lain yang lebih penting. Bobotnya yang hanya mencapai 1 kg, tentu tak memberatkan pundak mereka yang gemar jalan-jalan menggunakan ransel dan bukannya koper, seperti saya. Jadi jika ingin memilih komputer portable, ASUS ZenBook S UX391UA adalah pilihan utama.



2.      Daya tahan baterainya luar biasa, fast charge pula
Daya tahan baterai ASUS ZenBook S UX391UA mencapai 13,5 jam.  Bayangkan jika jalan-jalan di daerah terpencil seperti Teluk Ijo atau Alas Purwo. Di tempat seperti ini mencari colokan untuk mengisi daya susah karena listrik tidak ada atau kalaupun ada jarak tempuhnya jauh. Dengan kemampuan semacam ini jelas membantu sekali. Kita tetap bisa menyelesaikan pekerjaan tanpa dihantui rasa was-was jika laptop mati di tengah-tengah bekerja.
Yang mengasyikkan pengisian dayanya tidak memerlukan waktu lama. Hanya butuh waktu 49 menit untuk mengisi ulang hingga kapasitas 60%. Semua itu berkat teknologi fast-charge yang digunakan oleh ASUS ZenBook S UX391UA. Nah, ini nih bikin acara traveling jadi makin menyenangkan! Dengan begini kita memiliki banyak waktu untuk explore destinasi wisata yang kita datangi ketimbang duduk  berlama-lama menunggu baterai laptop terisi penuh.
3.      Tangguh dan berstandar militer
Buat mereka yang gemar melancong ke mana-mana, ASUS ZenBook S UX391UA adalah pilihan yang tepat. Bagaimana tidak? Laptop ini memenuhi standar militer MIL-STD 810G—tahan terhadap tabrakan, benturan, getaran serta guncangan keras yang mungkin terjadi saat beraktivitas. Dan hebatnya tetap selamat tanpa kerusakan eksternal atau internal yang serius.
Dalam lingkungan yang ekstrem pun laptop tetap bertahan. Laptop tetap bekerja di suhu rendah atau tinggi. Berada di lingkungan dengan kelembaban tinggi atau di ketinggian 40.000 kaki laptop tak masalah.
Selain itu, bagian-bagian laptop ini juga sudah mengalami serangkaian uji ketahanan yang mungkin tak pernah kita bayangkan. Mulai dari tes ketahanan keyboard, tes engsel, tes tekanan panel, hingga tes tekanan layar. Semua tes ini dimaksudkan untuk memberikan jaminan bahwa tiap komponen pada laptop bisa diandalkan dan bisa memberikan layanan terbaik dalam waktu lama.
Aduh, jika begini tak sabar rasanya pergi ke Ijen dan mendakinya sembari membawa ASUS ZenBook S UX391UA yang handal luar biasa!

4.      Desainnya mengutamakan kenyamanan pengguna
Sebagai penulis saya paham benar bagaimana rasanya ketika mengetik di atas laptop dalam posisi yang tidak nyaman. Saya harus mengatur kemiringan agar enak kala digunakan mengetik dalam jangka waktu yang panjang. Nah, ASUS ZenBook S UX391UA dirancang sedemikian rupa dengan engsel Ergolift yang secara otomatis membuat keyboard berada di posisi kemiringan 5,50 sementara layar 1450. Sudut ini merupakan sudut paling optimal untuk melakukan pengetikan. Di mana tingkat kemiringan ini juga diperhitungkan agar bisa meningkatkan kinerja audio yang dilengkapi speaker Harman Kardon dan ASUS SonicMaster, pun pendingin laptop istimewa yang memiliki sistem efisien dan tenang bahkan saat saat beban sedang tinggi.


Keyboard-nya yang ergonomis sengaja dirancang untuk memanjakan penggunanya. Jarak antar tombol yang cukup lebar dengan permukaan tombol yang lembut menjadikan proses pengetika jadi lebih akurat dan nyaman. Cahaya lembut keemasan dari keyboard memungkinkan pemakai laptop bekerja dalam kondisi minim cahaya sekalipun.
Penggunaan teknologi Windows Hello serta sidik jari pada touchpad-nya menjadikan akses terhadap ASUS ZenBook S UX391UA lebih mudah dan aman. Cukup sentuh saja untuk mengaksesnya, tak perlu repot menghapal kata sandi lagi.
Ingin hidup semakin mudah? Tinggal colek Alexa12 dan dia akan langsung meresponnya. Layanan suara berbasis cloud ini membantu kita melakukan banyak hal seperti belanja, membantu mengatur to do list, membacakan audibook, bermain musik, hingga membaca berita.
See? Keren ‘kan?
5.      Penuh tenaga, konektivitas cepat, sekaligus indah secara visual
Menggunakan prosesor Intel® Core™ i7-8550U kinerja ASUS ZenBook S UX391UA jadi sangat bertenaga sekaligus halus dan responsif di saat yang sama. Dari membuat dokumen, nonton, main game, bikin video, hingga browsing semua bisa dilakukan tanpa kendala. Cocok banget buat kita yang memerlukan kecepatan dan ketepatan dan bekerja. Ditambah dukungan RAM LPDDR3 sebesar 16 GB serta ruang penyimpanan PCIe® SSD sebesar 512 GB.



Untuk urusan konektivitas, ASUS juga tak main-main. Dua dari tiga port USB-C™ memiliki kecepatan Thunderbolt™ 3 hingga mencapai 40 Gbps. Dan semua port yang tersemat pada ASUS ZenBook S UX391UA mendukung transfer data dan pengisian cepat, juga konektivitas layar.
Visualnya pun tak luput diperhitungkan. ASUS ZenBook S UX391UA dilengkapi layar NanoEdge yang membuat layar nampak lebih luas dengan warna yang detil dan indah.


Inilah lima alasan mengapa liburan sembari membawa ASUS ZenBook S UX391UA itu mengasyikkan. Sebagaimana jargonnya “Slim. Stunning. Supreme”, laptop satu ini tak hanya menawarkan kecanggihan serta desain yang elegan. Ia merupakan perangkat komputasi yang tipis, ringan, namun memiliki kinerja dan konektivitas mumpuni. Sehingga kita bisa menyelesaikan pekerjaan tanpa kendala. Dengan demikian produktivitas tetap terjaga di mana pun kita berada, bahkan saat berwisata.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TONGKAT MADURA MILIK MAYA

MARI BELAJAR MERAJUT BAGIAN 1 : SIMBOL DAN MACAM-MACAM TUSUKAN DASAR

Adab Yang Tepat Silaturahmi di Rumah Kerabat

HAND SANITIZER KADALUARSA? MANFAATKAN SEBAGAI PENGHILANG NODA TINTA!