31 Maret 2010

SAAT VARICELLA (CACAR AIR) TIBA




Kata teman-teman saya tomboy. Suka dandan asal. Nggak terlalu mentingin mode yang penting nyaman. Celana jeans dan sandal jepit nggak ketinggalan. Tentu saja sekarang tanpa t-shirt atau hem andalan. Maklum gaya berbusana berubah sejak jilbaban. Tapi secuek-cueknya saya tetap saya punya keluhan. Terlebih melihat teman yang kulitnya putih mulus seperti pantat bayi. Wuih, rasanya enggak pe-de aja kalau dekat-dekat orang macam ini.
“ Duh, coba ya aku semulus dan seputih dia…” keluh saya suatu hari

Alhasil keluhan saya langsung dijawab Tuhan dengan munculnya bintik-bintik kemerahan disekujur badan alias cangkrangen atau istilah kerennya Varicella. Waduh! Saya jadi panic melihat kondisi semacam ini. Sudahlah hari raya, waktunya maaf-maafan dan ketemu saudara, kok malah terkapar tak berdaya. Kalau gini mana bisa nggaya? Udah gitu saya jadi susah makan, susah minum, susah tidur selama Mbak Varicella menghampiri saya. Karenanya juga saya tak bisa mandi seenak-enaknya. Paling menyeka tubuh dengan air hangat agar tubuh tetap bersih. Bukan hanya itu tiap malam saya juga harus rela berbedak jagung muda sampai ranjang pada putih-putih semua.
Sebelnya adik-adik saya tuh suka ketawa kalau melihat muka saya. Katanya kasihan tapi merasa lucu juga melihat bibir saya jontor dipenuhi bintik-bintik berair.

“ Tuhan ni gimana sih? Wong minta putih mulus kok malah jadi kayak gini?” gerutu saya sambil mengunyah jenang sumsum dingin, satu-satunya makanan yang bisa masuk tanpa hambatan selama saya sakit.

Setelah dua minggu sakit selesai. Bintik-bintik merah berair tadi kini menghitam. Menghasilkan bekas-bekas yang tak nyaman dalam pandangan. Tak apa jika di bagian-bagian yang tertutupi baju, tapi di wajah? Waduuuh, jadi males aja bawaanya kalau melihat muka coreng-moreng macam gambar di atas itu. Tapi apa boleh buat? Masa iya saya tak keluar rumah gara-gara Mbak Varicella. Lha gimana kerjaan saya? Kegiatan saya lainnya? Ah, masa bodoh! Peduli amat meski nantinya orang-orang menatap aneh saya, pikir saya.

Sehari dua hari, saya benar-benar tak nyaman setiap kali orang menatap saya. Seminggu, dua minggu, tiga minggu…saya mulai terbiasa mengabaikannya. Sebulan, dua bulan, tiga bulan saya tak mempedulikannya.

Lama setelahnya, kira-kira 6 bulan setelah itu, ada teman yang bertanya ,” Kamu apakan wajahmu kok bisa bersih lagi?”

“ Nggak diapa-apain,” kata saya.

“ Masa?”

“ Ya tadinya sih habis sakit makai krim pemutih yang dianjurin Mama (red. Adik ibu) sama sepupu. Pakai sabun apalah yang katanya bisa bantu memutihkan bopeng-bopeng itu. Karena enggak yakin, akhirnya ke dokter kulit. Kesana cuma dua kali dan tiap kali dikasih krim seharga Rp 80.0000,00. Tapi karena ngerasa gak ada hasilnya akhirnya tak cuekin aja. Nggak make apa-apa,” kisah saya padanya.

Selepas bicara dengannya diam-diam saya berpikir. Apa sih yang dimaui Allah dengan kejadian itu? Jangan-jangan Allah hendak mengajarkan pada saya untuk bersyukur. Jangan mengeluh saja tiap kali ada yang berkenan di dada. Cobalah melihat dari sisi lainnya, sisi positif atas semua. Masa sih lupa dengan kata Ustadz Munir kalau ngaji tiap hari itu, agar kita banyak-banyak bersyukur sebab Allah akan menggandakan nikmat kepada siapa yang banyak bersyukur.Bukannya dulu pernah hafalan ayat itu? Repot ya, lah wong hafalan hanya jadi hafalan. Selesai hafalan jadi bantal *ngaku lo, Fin.

“ Apakah kamu sering bersyukur dan menghitung nikmat yang ada padamu?” sebuah tanya menghampiri saya saat sedang membaca satu artikel.
“ Pernahkah?” saya bertanya balik ke diri sendiri.
Jawaban jujurnya : JARANG. Saya merasa biasa-biasa saja saat saya diberi kesehatan, tak kurang suatu apa dan bisa makan dengan tenang. Saya merasa sudah sewajarnya ketika saya diberi rejeki berlebihan. Tapi langsung bereaksi dan mengeluarkan gerutuan ketika kaki dan tangan susah digerakkan akibat nyungsep diatas aspal seperti beberapa waktu lalu. Menyesali kenapa flu datang nggak diundang dan bikin hidung susah bernafas.

Kalau dipikir-pikir lagi. Saya kok mirip banget ya dengan manusia yang digambarkan Rendra dalam puisinya Makna Sebuah Titipan, yang selalu mengganggap semua derita adalah hukuman-Nya. Memperlakukan ia seolah mitra dagang, yang harus memberikan keuntungan karena saya sudah berbisnis dengan benar. Artinya saya sudah beribadah, berdoa dan melakukan semua perintah-Nya (ya itu nurut kamu, lha nurut Allah ya belum tentu, Fin), karena itulah saya pantas mendapatkan kesenangan darinya.

Hwiiik, sok banget kamuh! Emang siapa elu? Kalau saja laba-laba yang numpang bersarang di kamar saya bisa berkata, rasanya itulah yang akan ia katakan kawan…


*Thanks to Anesa untuk kiriman Puisi Rendra-nya
Puisi itu ku-print dan kutempel di pintu almari

10 komentar:

  1. tapi akhirnya bisa putih mulus lagi kan mba. he..he..he..

    BalasHapus
  2. Anonim9:18 AM

    In the event you imagine you could benеfіt from the humiԁifier,
    try a cheap one particular to staгt with.

    Line drу your clothes іndooгs, preferably while in the rοоm you sleep іn (we
    do it during the bathroom connected tο our beԁroom).
    It gives a гeal bοost of humidity.
    Thiѕ is certainly asѕuming thаt yοur houѕe is ωarm ample to bаsically drу them, but if іt is- give it a shot!


    Feеl free to visіt mу site :: simply click the following post

    BalasHapus
  3. Anonim11:17 AM

    Нeу Τhere. І fοund your blog usіng mѕn.
    Thiѕ is an eхtremеlу wеll ωгitten article.

    I'll make sure to bookmark it and return to read more of your useful info. Thanks for the post. I will definitely comeback.

    My website: tetris battle hack,

    BalasHapus
  4. Anonim11:54 AM

    Hi therе I am ѕo delighted Ӏ found youг webѕite, I гeally found уou by аccident, while I wаs browsing
    on Yаhoo for somethіng else, Νonetheleѕs ӏ am here nоω and would just likе to say thank you for a remarkable post and а аll rοund intеresting blog (I also loѵe the thеme/design),
    I don’t have time to browse іt all
    at the minute but I have booκ-marked it аnd alsο included youг RSЅ fеeds, so when I hаve time I will be back tо гeaԁ a great deal more, Please do κеep up the supeгb b.


    Fеel free tο viѕit my wеbpage - tetris battle cheats

    BalasHapus
  5. Anonim12:24 PM

    A persοn necessarily help to maκe significаntly articles
    I would state. This is the fіrst time I frequenteԁ your web page and to this ρoint?
    I amazeԁ with the analуsis you made to maκe this аctuаl poѕt incгediblе.
    Great аctivity!

    Feel free tо surf to my web site ... Tetris battle cheats

    BalasHapus
  6. Anonim11:08 AM

    Cuisiner apprivoiser David droite commutateur ab�me.

    download xbox 360 game updates without live entre
    .Pumpkin arrogante promenade hier pleurer appeler. codes pour avoir xbox live gold gratuit
    Plans .

    Review my webpage télécharger minecraft gratuitement

    BalasHapus
  7. Anonim7:54 AM

    You really make it seem so easy with your presentation but I find this matter to be actually something which I think I would never understand.

    It seems too complicated and very broad for me. I'm looking forward for your next post, I will try to get the hang of
    it!

    Feel free to surf to my web blog: Truck Service Kelowna BC

    BalasHapus
  8. spam2 di atas ini kamu saring aja mba, supaya ga ngotor2in blog...

    kalo dipikirpun, aku jg ngerasa masih jaaraaaang bgt bersyukur ama yg di Atas.. sbnrnya cara mudah utk slalu bersyukur sih, ngeliat kondisi org yg jauh di bawah kita... sehari2 toh aku slalu ngelewatin abg tukang sampah, pemulung, peminta2, tukang parkir, ngeliat mrk, pasti timbul rasa jd bersyukur, aku ga ngalamin kerjaan berat bgitu :) Tapi masalahnya, bgitu sampe di kantor, dan ketemu ama rekan kerja yg slalu ngebicarain barang2 bermerk, mall ini lg diskon segini, konser lagu penyanyi itu, wuaaahhh, jd mikirnya beda lg deh -__-.. Kebanyakan sih, "kenapa ya gajiku ga stinggi dia yg tajir ini" :D

    BalasHapus
  9. alhmadulilah kulit udah mulus lagi ya mbak hehehe

    BalasHapus
  10. Duh, postingannya ngenyuhin hati banget deh :')

    Salam,
    Gianta

    BalasHapus