Unggahan Terbaru

Pelajaran Gratisan Dari Mereka Yang Bersikap Tak Menyenangkan Saat Diberi Daging Kurban

Gambar
Hari raya Idhul Adha selalu membawa cerita tersendiri untuk masing-masing keluarga. Termasuk keluarga saya. Dulu sewaktu kecil, rumah kami jarang kebagian daging kurban. Sampai-sampai bertanya pada Bapak ,"Orang-orang dapat, kok kita nggak dapat, Pak? Kenapa?" Bapak menanggapinya dengan bijak. Mengatakan mungkin karena kami sudah dianggap mampu, jadi tidak mendapatkannya. Sebagai gantinya Bapak akan membeli daging sendiri, lalu dimasak gulai dan sate sebagi pelipur hati kami.
Tahun berlalu dan kami sudah dewasa. Perkara dapat atau tidaknya daging kurban sewaktu Idhul Adha tak membuat kami risau atau pusing kepala. Dapat syukur, tidak pun syukur. Toh, masih banyak orang yang lebih membutuhkannya. Begitu hemat kami.
Dan Idhul Adha tahun ini, rejeki melimpah bagi kami. Di luar dugaan kami mendapatkan daging kurban yang jumlahnya lumayan. Padahal tahun-tahun sebelumnya biasa saja. Dapat tetapi tidak sebanyak tahun ini. Tak semua dimasak, setelah dibuat satai dan bakso sisanya…

CANTIK




Sama sekali tidak cantik!
Katamu terus terang di hadapanku. Aku tersenyum lucu. Memang betul itu. Aku tidak cantik, sebab untuk jadi cantik itu tidak gampang, meski tidak sulit juga.
Kau harus selalu tersenyum lebar setiap kali menemukan kesulitan. Belajar tanpa make up di depan orang, bersikap wajar apa adanya tanpa diberi pemanis buatan. Menjaga mulut  dari memperbincangkan hal yang bukan-bukan. Pun mata dari segala pandang yang menyeret kita dalam kesesatan.

Gendut banget! Enggak langsing! Siapa yang mau dengan kamu?
Sekali lagi kau mencela aku. Terima kasih telah kau katakan itu. Sebab itu mengingatkanku pada usahaku untuk menjadi langsing yang selalu gagal itu. Banyak sekali excuse yang membuatku melenceng dari tujuan awal melangsingkan badan. Bukan sembarang melangsingkan tapi mengekang hawa nafsu pada keduniaan, pada berderet-deret iming-iming keindahan dan gemerlap hingga tak peduli bagaimana seharusnya aku bertindak.

Kamu takkan pernah jadi cantik! Begitu kau katakan.
Ah, siapa bilang? Aku ini cantik sejak aku dilahirkan. Cantik dengan segala kekurangan dan kelebihan. Asli, tanpa polesan. Begitu adanya, sejak Tuhan memberikan.

Kau sama sekali tak sempurna! Katamu untuk kesekian kalinya.
Kau salah, aku sangat sempurna. Aku punya dua mata, satu hidung, satu mulut, dan dua telinga. Tangan dan kaki yang berfungsi semua. Organ tubuhku begitu juga. Tidak kurang satu apa. Lalu sisi mana yang tidak sempurna?

Justru kau itu yang tidak sempurna, karena bisanya hanya mencela. Jika memang kau tahu apa itu sempurna, bisakah kau membikin satu saja manusia seperti yang Tuhan cipta? Kurasa kau akan mati sebelum bisa melakukannya.
Hweeek!

Dan aku meninggalkannya, tercengang-cengang ditempat duduknya. Melenggang dengan kebanggaan luar biasa sembari berkata ,”Terima kasih Tuhan, kau jadikan aku cantik dan sempurna sesuai porsinya.”


Back song : Beautiful (Cherry Belle), Faces Of Heart (Dave Koz)

pic: www.thedirtfloor.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK

CARA MENGGAMBAR ILUSTRASI SEDERHANA DENGAN PAINT

OLEH-OLEH DARI FESTIVAL BUAH NAGA : MENYAKSIKAN KEGIGIHAN PEMUDA MELEJITKAN POTENSI DESANYA

TONGKAT MADURA MILIK MAYA