Unggahan Terbaru

Pelajaran Gratisan Dari Mereka Yang Bersikap Tak Menyenangkan Saat Diberi Daging Kurban

Gambar
Hari raya Idhul Adha selalu membawa cerita tersendiri untuk masing-masing keluarga. Termasuk keluarga saya. Dulu sewaktu kecil, rumah kami jarang kebagian daging kurban. Sampai-sampai bertanya pada Bapak ,"Orang-orang dapat, kok kita nggak dapat, Pak? Kenapa?" Bapak menanggapinya dengan bijak. Mengatakan mungkin karena kami sudah dianggap mampu, jadi tidak mendapatkannya. Sebagai gantinya Bapak akan membeli daging sendiri, lalu dimasak gulai dan sate sebagi pelipur hati kami.
Tahun berlalu dan kami sudah dewasa. Perkara dapat atau tidaknya daging kurban sewaktu Idhul Adha tak membuat kami risau atau pusing kepala. Dapat syukur, tidak pun syukur. Toh, masih banyak orang yang lebih membutuhkannya. Begitu hemat kami.
Dan Idhul Adha tahun ini, rejeki melimpah bagi kami. Di luar dugaan kami mendapatkan daging kurban yang jumlahnya lumayan. Padahal tahun-tahun sebelumnya biasa saja. Dapat tetapi tidak sebanyak tahun ini. Tak semua dimasak, setelah dibuat satai dan bakso sisanya…

NGIDAM



“Bukan!” Yumi mengerutkan mulutnya tak senang.
Aku melongo menatap perempuan yang perutnya membuncit berisi bayi kami tersayang. “Tapi tadi kau memintanya,” kataku tak karuan. Berusaha sabar meski sebenarnya ingin sekali mengumpat kencang.
“Bukan yang ini, Bang!”
“Yang bagaimana lagi? Ini sudah sesuai pesanan, bukan?” Aku menggaruk rambut tak sabar.
Mata Yumi mulai berkaca-kaca, suaranya bergetar saat berkata ,”Bukan, bukan ini...”
Ia membuang buah sembarangan, menaikkan kemarahanku ketingkat sembilan.

Hmmmh! Aku mengepalkan tangan. Kupejamkan mata sejenak sebelum akhirnya berkata penuh bujukan ,”Yumi...kesayangan Abang, ayolah. Abang susah lho nyarinya. Dimakan gih?”
“Tapi bukan yang begini, Abang!” Yumi bersedakap, mempertontonkan kekeraskepalaannya.
“Yang bagaimana, Sayang?” Aku menghela napas panjang.
“Yang segar, Bang, dipetik langsung  dari pohonnya.”
“Ha?”
Mendadak aku jadi pusing mendengarnya. Dimana ada pohon manggis di tengah kota Jakarta? Oh, nak, kenapa sih Bundamu mintanya yang ada-ada saja?Terus piye iki?
“Tapi Abang yang metik ya?”
Apa?! Aku kan takut ketinggian...


pic : taken a few weeks ago, at home
While hearing My favourite Japanese song’s : You’re The Only (Ono Masatoshi), First Love (Utada Hikaru), True Love (Fumiya Fuji) and etch

Komentar

  1. Iiii afin membayangkan dirinya ntar ya hayoooo ngakuu

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha, nggak mbak. Aye malah lagi geli liatin adik ipar aye perutnya ndut

      Hapus
  2. aku sudah berencana.. nanti aku mau ngidam smartphone aja :D
    *efek ngikut kuis hadiah smartphone tp ga pnh dapet..

    BalasHapus
    Balasan
    1. pinter banget mbak kece satu ini hahahahaha

      Hapus
    2. Etdah miss Santea modusnya... kacian aye ma misuamu :p

      Hapus
  3. jiyalah.., maunya si emak tuh
    ssst soalnya sy dulu ngidamnya tuh kebanyakan dibuat2.. pengen ngetes suami ajah.. yang asli bawaan bayi tuh sebenarnya yang gampang2 hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. ahahaha, itu lucu banget ya mbak
      Asli, bisa aja cara ngerjain para misua

      Hapus
  4. Aku ngga ngidam apa2.jd tiap minta sesuatu pst bilang gini "aku kan ngga ada ngidam,masa disuruh gitu aja mas ga mau ".xixixi aslinya malah lbh byk permintaannya.tp bilangnya g ngidam

    BalasHapus
  5. Aih... ngiler liet manggisnya. Btw, saya dulu waktu ngidam Nai, pengen jalan-jalan pake honda jazz sport keluaran terbaru hihihi...

    BalasHapus
  6. xexexe, mbak windi kapan prediksi lahir, moga lahir normal dan lancar ya

    BalasHapus
  7. hahaha, kasihan si abang. si emak maksa melulu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Xixixi, kesempatan dalam kesempitan Mbak Rochma, kapan lagi ngerjain si abang?

      Hapus
  8. Itu ceritanya truly ngidam or tjuma ngetes misua, Ghai? 8|

    BalasHapus
    Balasan
    1. ahahah itu kan cerita terinspirasi dari gambar si manggis,tapi aye rasa di alam nyata kejadian tersebut bisa terjadi ya heheheh

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK

CARA MENGGAMBAR ILUSTRASI SEDERHANA DENGAN PAINT

OLEH-OLEH DARI FESTIVAL BUAH NAGA : MENYAKSIKAN KEGIGIHAN PEMUDA MELEJITKAN POTENSI DESANYA

TONGKAT MADURA MILIK MAYA