23 Oktober 2017

GURU TERBAIK BERNAMA PEMATERI YANG MEMBOSANKAN



Suatu hari di sebuah pelatihan menulis yang diadakan Bekraf...
Beberapa orang keluar dan tidak kembali. Yang lain terkantuk-kantuk dan mulai sibuk corat-coret buku catatannya sendiri-sendiri. Saya sendiri tak kalah sibuk, sibuk berangan-angan sambil nengok kiri-kanan. Beberapa orang nampak tidak sabar. Berkata lirih dengan teman sebelah soal topik yang diulang-ulang dari awal sang pemateri memberi paparan soal novelisasi film.

Saat istirahat saya sempat berkata pada teman, pemateri kedua ini njomplang dibanding pemateri lainnya. Dari sisi literasi kurang, komunikasi apalagi, penguasaan medan tak bisa dibahas. Aduh Mak...pelatihan menulis yang diadakan sebuah badan pemerintahan itu jadi sia-sia saja kesannya karena membawa pemateri yang salah. Ia bahkan tidak mampu menjawab pertanyaan dengan taktis, terasa nggrambyang, dan terkadang tidak nyambung babar blas. Rasa-rasanya tidur jauh lebih baik daripada bertahan di ruangan.
Tapi, beberapa waktu kemudian saya tersadar. Okelah dia tak berhasil jadi penyampai pesan yang mumpuni pada materi yang dia sampaikan. Tetapi, saya juga tak perlu menyombongkan diri dengan berkata ia belum layak tayang. Toh, seorang pemateri handal sebenarnya juga belajar dari banyak kesalahan. Jika pemateri pertama dan kedua begitu enak menyampaikan itu juga disebabkan karena jam terbang.

16 Oktober 2017

MY GENERATION, FILM YANG MENGANGKAT KESENJANGAN ANTARA ORANG TUA DAN GENERASI MILENIAL

  
Dari kiri ke kanan : Konji, Zeke, Orly, dan Suki  (credit IG : @upirocks)

            Membicarakan anak muda  tak urung mengingatkan saya pada lagu lama Bang Rhoma yang berjudul Darah Muda. Saya tak ingat keseluruhan liriknya kecuali beberapa, salah satunya  “Masa muda masa yang berapi-api”. Kalimat ini memang pas menggambarkan kondisi anak-anak ketika mulai menginjak usia remaja. Perubahan perilaku dan keberanian mereka mencoba sesuatu terkadang mencemaskan. Agar anak-anak ini tak tersesat jalan di rimba raya dunia, orang tua jelas melakukan perlindungan. Akan tetapi, kerap kali caranya tak sejalan dengan pemikiran anak muda. Orang tua menggunakan “kacamata lampau” untuk memahami anak muda. Sementara anak muda merasa cara-cara itu sudah tak sejalan dengan realita. Tak pelak kondisi ini memunculkan gap antara keduanya.


            Kesenjangan semacam inilah yang rupanya hendak ditangkap Upi, sutradara mumpuni yang sebelumnya berhasil membesut film sebeken My Stupid Boss (2016), lewat film “My Generation”. Diperlukan riset selama dua tahun sebelum benar-benar membuat film ini. Hal ini dilakukan Oleh Upi semata untuk menunjukkan seperti apa realita generasi milenial sesungguhnya. Bagaimana perilaku mereka kala bersosial media, apa yang kerap mereka bicarakan, bahkan hingga tutur dan gaya bahasa yang digunakan. Tidak heran kita akan mendapat para tokohnya berbicara menggunakan bahasa campur-campur antara Indonesia dan Inggris kala berdialog, karena sejatinya begitulah cara anak sekarang berkomunikasi. Utamanya di perkotaan.  

12 Oktober 2017

UNFOLLOW DEMI KESEHATAN JIWA



Belakangan diam-diam saya suka unfollow orang. Bukan tanpa alasan saya melakukannya. Biasanya saya unfollow jika akun yang bersangkutan sudah terlampau sering curhat masalah sampai tidak mengenal batasan (ngamuk disertai kalimat umpatan), kerap share berita dengan sumber tak berdasar ditambahi dengan caption menyebalkan, dan kemudian menyerang orang lain yang tak sependapat atau sepemikiran dengannya meskipun bukan saya yang ditujunya.

Pada mulanya saya biarkan, toh saya bisa melewatinya. Tetapi, lama-kelamaan intensitasnya semakin besar. Pada akhirnya negativisme yang menyebar di beranda saya itu sudah melampaui batasan. Saya tidak nyaman membaca banyaknya amarah yang muncul tiap kali saya membuka akun sosial media saya. Saya jadi terprovokasi untuk “menasehatinya”, agar jangan terlalu kala bersosial media. Pakailah sudut pandang beragam, agar tidak gampang jadi orang yang panasan. Sedikit-sedikit nyinyir melambai di media sosial. Bahkan untuk hal yang belum jelas perkaranya.