Unggahan Terbaru

Pelajaran Gratisan Dari Mereka Yang Bersikap Tak Menyenangkan Saat Diberi Daging Kurban

Gambar
Hari raya Idhul Adha selalu membawa cerita tersendiri untuk masing-masing keluarga. Termasuk keluarga saya. Dulu sewaktu kecil, rumah kami jarang kebagian daging kurban. Sampai-sampai bertanya pada Bapak ,"Orang-orang dapat, kok kita nggak dapat, Pak? Kenapa?" Bapak menanggapinya dengan bijak. Mengatakan mungkin karena kami sudah dianggap mampu, jadi tidak mendapatkannya. Sebagai gantinya Bapak akan membeli daging sendiri, lalu dimasak gulai dan sate sebagi pelipur hati kami.
Tahun berlalu dan kami sudah dewasa. Perkara dapat atau tidaknya daging kurban sewaktu Idhul Adha tak membuat kami risau atau pusing kepala. Dapat syukur, tidak pun syukur. Toh, masih banyak orang yang lebih membutuhkannya. Begitu hemat kami.
Dan Idhul Adha tahun ini, rejeki melimpah bagi kami. Di luar dugaan kami mendapatkan daging kurban yang jumlahnya lumayan. Padahal tahun-tahun sebelumnya biasa saja. Dapat tetapi tidak sebanyak tahun ini. Tak semua dimasak, setelah dibuat satai dan bakso sisanya…

OKKY LUKMAN DAN HAL-HAL YANG MEMBUAT SAYA MENYUKAINYA


Sumber gambar : http://poskotanews.com


Saya mengenal Okky Lukman sejak ia berperan menjadi Umi di acara Lenong Bocah yang tayang di TPI. Saya senang dengan gayanya di sana, nyablak, ramai, seru, dengan dialek khas betawi. Ia benar-benar mampu berakting di depan kamera padahal usianya kala itu masih 9 tahun. Di usia yang sama saya nggak ngapa-ngapai. Hanya sekolah dan main. 

Kalau diingat-ingat masa itu kalau nggak nonton Lenong Bocah rasanya ada yang kurang. Makanya setiap Lenong Bocah tampil, nggak pernah ketinggalan. Terlebih di masa itu televisi yang juga masih jarang. Hanya beberapa saja. Beranjak dewasa, karier Okky Lukman terus berkembang. Gadis yang terkenal lewat acara Lenong Bocah itu mulai merambah dunia sinetron dengan menjajal akting di beberapa judul macam Norak Tapi Beken, Montir-Montir Cantik, dan beberapa lainnya. Ia juga kerap muncul di berbagai acara Variety Show. Tidak puas dengan itu, Okky menjajal dunia host juga. Dangdut Mania, Mikrofon Pelunas Hutang, Idola Cilik, dan lainnya adalah contoh acara yang ia pandu sebagai pembawa acara.

Lalu apa sih istimewanya Okky sampai-sampai saya suka padanya? Padahal  jika ditilik secara fisik, Okky Lukman tak sebanding dengan Luna Maya, Raline Shah, atau Sandra Dewi misalnya?

Benar sekali, secara fisik memang tidak istimewa. Namun ada hal lain yang menunjukkannya. Apa itu? Sikap pede dan apa adanya. Dia nyaman-nyaman saja dengan dirinya. Tidak perlu mengubah apapun, termasuk soal gaya bicara cablak dan cerewet yang dikenal orang sejak ia main Lenong Bocah. Ketika orang lain ribut menguruskan badan, Okky tampil sebagai presenter dengan tubuh tambun dan wajah biasa. Bukan tubuh ramping dan wajah tirus sebagaimana artis lainnya. 

"This is me. More and less."

Kurang lebih begitu yang saya tangkap ketika melihatnya tampil di layar kaca. Ini seolah mengingatkan saya agar percaya diri dan berhenti minder karena merasa banyak kekurangannya. Lagipula manusia mana yang sempurna? Selalu punya kekurangan. Akan tetapi,  jangan dijadikan beban. Terima dan syukuri. Lalu kenali apa keunggulan pada diri dan raihlah sukses dengan itu. Seperti halnya Okky.

Hal lain yang patut diacungi jempol adalah kepeduliannya pada  pendidikan. Meski tengah tenar, ia tak lalai dengan studinya. Terbukti ia berhasil menuntaskan  S2-nya di jurusan Hukum Pidana universitas Padjajaran, setelah lulus S1 hukum Universitas Nasional. Padahal banyak artis lain, yang memilih mengesampingkan pendidikan ketika ia tengah bersinar. Tak tahu juga apa sebabnya. Mungkin jadwal atau merasa sudah cukup mencari ilmu dan lebih asyik mencari uang.   

Oh, iya! Satu lagi. Ia profesional dan total dalam bekerja. Ia berusaha menempatkan diri di mana pun berada dan  tidak meremehkan acara apapun yang dipandunya. Besar atau kecil perlakuannya sama. Pengakuan tersebut tertera di situs Kapanlagi awal Juni silam. 

Rasa-rasanya soal sikap profesional, total, dan tidak meremehkan acara apapun itu cocok juga diterapkan pada kita sebagai blogger. Tidak peduli besar kecilnya acara, jika kita sudah menerima maka pantang mundur dan tinggal gelanggang. Melalaikan kewajiban begitu tahu yang didapatnya kecil, hanya goodie bag dan nominal tak seberapa.  Ketimbang begini, mending ditolak sejak awal. Jadi tidak mengecewakan orang lain, terutama yang sudah memberi kesempatan kita sebagai blogger untuk mendapatkan job. Jika ini dilakukan oleh individu secara berulang, bukan tak mungkin ia mendapatkan blacklist dari bila ada tawaran pekerjaan lainnya. Wah, kalau begini yang rugi kita juga ya?





Komentar

  1. Setuju, Mbak. Aku juga suka sama Okky ini. Sikapnya natural dan ga berlebihan. Dan yang paling penting itu tadi, profesionalitas dia dalam berkarya. Memang patut banget kita teladani. Tfs, Mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, banyak hal positif darinya. Diantara artis yang masuk ke dunia hiburan dengan sensasi

      Hapus
  2. Okky Lukman artis multitalenta yang gak hanya menjual tampang 😄

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju, bukan jenis yang jaim dan sok nggaya gitu.

      Hapus
  3. makin cantik memang oky sekarang ya, inget jaman dulu di lenong bocah ngelawaknya lucu banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betuul, Mbak. Waduh, dia itu salah satu anggota lenong yang bikin ngakak.

      Hapus
  4. Iya Okky Lukman keren dan cerdas ya..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK

CARA MENGGAMBAR ILUSTRASI SEDERHANA DENGAN PAINT

OLEH-OLEH DARI FESTIVAL BUAH NAGA : MENYAKSIKAN KEGIGIHAN PEMUDA MELEJITKAN POTENSI DESANYA

TONGKAT MADURA MILIK MAYA