Postingan

Menampilkan postingan dengan label #ODOPJULI18

Bukan Cinta Pertama Biasa, Keberadaannya Berdampak Pada Hidup Seseorang Selamanya

Gambar
Cinta pertama? Jika yang dimaksud dengan pria, saya tak punya cerita yang luar biasa. Yang berisi kisah mengharu-biru ala-ala Qais dan Laila. Atau malah menginsipirasi orang untuk menirunya. Jadi saya tak bisa menceritakannya. Meski demikian bukan berarti saya atau orang lain yang tak memiliki kisah cinta pertama macam itu tak pernah mengalaminya. Justru jauh sebelum itu kita sudah mendapatkannya. Cinta pertama yang jauh lebih berkesan. Cinta pertama dari siapa? Cinta dari Ayah dan Bunda.
Ayah dan Bunda memiliki porsi penting bagi kita. Keberadaannya memegang peranan bagi tumbuh kembang anak secara optimal.Ayah, yang acap disebut cinta pertama bagi anak gadisnya, memberi pengaruh besar bagaimana ia kelak di masa depan. Kedekatan emosional antara anak dan ayah akan membentuk kepercayaan dan citra dirinya. Tangguh dan tidaknya ia kelak, ditentukan sejak awal masa pertumbuhan.
Ketidakhadiran Ayah dalam pengasuhan bahkan berpengaruh besar pada tipe pria yang akan dipilihnya kemudian. Anak…

ENAM HAL HEBAT YANG KITA DAPAT BILA BERGABUNG DENGAN KOMUNITAS

Gambar
Sejak nge-blog 2006 silam, saya sudah bergabung dengan komunitas. Saat itu Blogger Family atau yang kerap disingkat Blogfam jadi salah satu komunitas yang terkenal. Saya memang tidak terlampau aktif di sana. Akan tetapi saya sempat dua kali ikut lomba dan lolos pelatihan cerita anak yang diampu oleh Kang Iwok Abqary di sana. Belakangan ketika era sosial media datang, komunitas blogger semakin berkembang. Mulailah bermuncul nama-nama baru dan disertai pula dengan aktivitas yang seru. Dimana para anggota tidak hanya bisa berbagi tulisan, namun juga info-info lomba, pekerjaan, dan pengetahuan.
Hal yang sama saya lakukan ketika saya mulai belajar menulis cerita akhir tahun 2009 silam. Mulai dari grup UNSA, BAW, IIDN, dan lain-lainnya saya ikut meski akhirnya yang bertahan hanya beberapa saja. Salah satu yang paling berjasa bagi saya adalah komunitas UNSA dan BAW. Bersamanya saya belajar banyak soal kepenulisan. Oleh sebab itu dalam perjalanan saya menjadi penulis ini kedua komunitas ini ta…

Cintai Diri Sendiri Dengan Bersyukur Dan Berhenti Merasa Kurang, Meski Untuk Mencapainya Butuh Proses Panjang

Gambar
Pernah pada suatu masa saya tidak menyukai diri saya. Setiap bercermin yang terlihat adalah kekurangan, keburukan, dan ketidakmampuan. Itu-itu saja. Kebaikan, kepandaian, atau kelebihan tak terlihat di sana. Padahal orang lain tak melihatnya demikian. Akan tetapi saya tak mudah diyakinkan. Sewaktu orang lain berpikir saya memiliki kepandaian, saya bersikap kebalikan. Saat orang berkata saya punya banyak kelebihan, saya hanya mengerutkan kening dan berpikir "Masa iya?". Saat orang berujar saya punya kemampuan, saya malah mengecilkan. Bahkan saya kerap merasa bahwa orang-orang mengatakan itu hanya untuk menyenangkan saya, bukan setulusnya. Bisa jadi dibelakang lain lagi yang dipikirkan.
Semua pikiran itu tak membuat saya bahagia. Seperti belenggu, ia mengurung saya dalam kubangan kenegatifan. Hingga suatu hari saya menonton televisi, penerimaan pada diri adalah penyebab seseorang mengalami masalah semacam ini. Jika tidak dituntaskan maka akan berlarut-larut dan menjadi batu sand…

Ketika Tua Datang, Hal Sederhana Saja Yang Saya Inginkan

Gambar
Sewajarnya orang-orang lainnya di dunia, saya juga memiliki seperti apa gambaran jika saya tua. Saya ingin tinggal tenang di suatut tempat yang dikelilingi pepohonan, kebun bunga, peternakan di sudut lahan, juga sungai mengalir di sisi lainnya. Anak-anak dan cucu bisa bercengkrama di sana dengan gembira jika liburan. Di atas bale-bale dari kayu beratap rumbia untuk bercengkrama dan makan rujak bersama.
Tidak lupa keuangan yang mapan secara finansial. Maka sudah seharusnya saya mempersiapkannya sejak jauh-jauh hari. Bekerja keras, menabung, dan teliti menggunakan keuangan adalah hal yang harus dilakukan untuk mewujudkan mimpi semacam ini. Bagaimana tidak, tanpa itu bagaimana kelak saya bisa mendapati kehidupan yang nyaman?
Dunia berjalan tak seperti yang saya bayangkan. Bahkan di usia saya sekarang, saya tak memiliki riwayat keuangan yang mapan (hahahaha!). Sungguhan. Sepertinya hal-hal yang pernahsaya inginkan itu bakalan jauh dari jangkauan jika menilik faktor tersebut. Bagaimana saya…

KETIKA KERJA SAMA MENULIS BUKU LEBIH MUDAH DIUCAPKAN KETIMBANG DILAKUKAN

Gambar
Belum sanggup menulis buku sendiri? Tentu saja bisa diakali dengan mengajak penulis lain berkolaborasi. Seperti halnya ketika penyanyi berduet menyanyikan lagu, penulis pun bisa melakukannya. Dan ini jamak dilaksanakan oleh banyak penulis. Jadi kenapa tidak dicoba saja?
Lalu apa yang diperlukan agar kolaborasi berjalan lancar? Berdasarkan pengalaman saya menulis tiga novel bersama kedua kawan saya, Tya dan Fitri, memang ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti : 1. Kesamaan genre tulisan Ini penting agar tulisan tidak njomplang. Rasanya pasti janggal jika satu tulisan terlalu ngocol, lainnya teramat nyastra. Kalaupun masing-masing berbeda gaya asal saling bisa menyesuaikan tak apa. 2. Perencanaan matang Tanpa perencanaan matang, maka penulis akan kerepotan. Dalam perencanaan ini meliputi pembuatan outline, tenggat waktu, bagaimana proses pengerjaannya. Apakah dilakukan secara estafet atau dibagi dua. Artian dibagi dua adalah dari dua belas bab yang direncanakan, penulis A menulis …

Bu Sih Pitajeng, Guru Favorit Karena Cara Ngajarnya Yang Asyik

Gambar
Biologi selalu menjadi pelajaran favorit saya di bangku SMA. Saya suka membaca segala sesuatu didalamnya, terlepas gurunya pandai menerangkan atau tidak. Toh, masih ada bukunya. Kalau cara guru menerangkan membosankan, tinggal buka paketnya saja. Beres. Lain halnya dengan matematika. Mungkin karena pada dasarnya kurang suka segala sesuatu yang berbau hitungan. Gurunya seenak apapun saya tetap ngos-ngosan mengejar. Kembali ke pelajaran Biologi, Bu Sih Pitajeng ini baru mengajar saya dan kawan-kawan di kelas tiga. Beliau sosok yang gesit, ramah, dan menyenangkan. Cara mengajarnya mengasyikkan. Dan tidak pernah menggunakan kekerasan, untuk membuat kami mendengarkannya. Intonasi suara yang tinggi pun tidak. Belajar Biologi dengan beliau itu seperti mendengarkan cerita. Saking ngalir dan enaknya bahkan pelajaran genetika yang rumit itu pun bisa kami terima dengan baik. Bisa dibilang tidak ada anak yang tidur sampai ngowoh karena bosan  bila beliau menerangkan. Semua "on fire" jika…

Berbahagialah : Buku Yang Memberi Pengaruh Baik Dalam Hidup Saya

Gambar
Saya lupa kapan membeli buku Berbahagialah yang ditulis oleh Dr. Aidh Al-Qarni itu. Bukunya tipis, hanya sebesar saku. Jumlah halamannya pun tidak banyak, hanya 126 halaman.Akan tetapi, saya menyukainya. Isinya ringkas, dalam, dan berkesan.
Dulu saya membelinya tanpa pikir panjang, karena nama yang tertera di sampulnya. Kala itu sedang booming buku La Tahzan, karya beliau juga. Namun saya belum mampu membelinya (bahkan sekarang pun belum), jadi ketika melihat buku tersebut saya langsung membayar.
Tidak disangka buku ini kemudian menjadi buku yang penting bagi saya. Acap ia membantu saya untuk kembali tenang ketika risau dengan masa depan. Sebagai penulis freelance gaji saya memang belum bisa dikatakan mapan. Masih naik turun seperti halnya jalan menuju pegunungan. Disertai tikungan tajam pula diantaranya. Wajar jika saya terkadang merasa ketakutan. Namun kalimat Aidh Al-Qarni yang berbunyi :
“Jauhilah sifat cemas dan bimbang karena ia adalah racun."
membuat saya tersadar tak ada gu…

Drakor dan K-Pop? Ini Dia Sisi Baik dan Buruknya Di Mata Bukan Pecinta Seperti Saya

Gambar
Terus terang saya bukan penggemar berat drakor atau lagu-lagu KPOP. Saya menonton drakor atau mendengarkan lagu-lagu KPOP, tetapi nggak sampai addicted. Biasa saja. Mungkin terkait dengan kuota juga (wahahahaha, jujur kacang ijo ini), jadi kalau mau streaming drakor sampai berjilid-jilid begitu eman juga. Hal sama untuk mencari tahu lagu-lagu KPOP teranyar. Kuota yang tak terlampau besar bisa ambyar kalau digunakan nonton You Tube mantengin grup-grup KPOP dengan lagu-lagu kecenya. Alhasil saya ini boleh dibilang ketinggalan. Tidak terlalu mengikuti arus drakor dan KPOP kekinian.

Namun saya punya catatan bagus untuk beberapa biji drama Korea yang saya tonton. Misalnya Pinochio, The Heirs, The Winter That Wind Blows, atau It's OK That's Love. Drama-drama yang saya sebutkan tadi memang mengena di hati. Saya nonton berulangkali. Kebetulan ada yang download dan saya nebeng meng-copy. Beih, begitu ditonton saya jadi klepek-klepek sendiri. Dalam artian saya seolah terjun di dalam cer…

OKKY LUKMAN DAN HAL-HAL YANG MEMBUAT SAYA MENYUKAINYA

Gambar
Saya mengenal Okky Lukman sejak ia berperan menjadi Umi di acara Lenong Bocah yang tayang di TPI. Saya senang dengan gayanya di sana, nyablak, ramai, seru, dengan dialek khas betawi. Ia benar-benar mampu berakting di depan kamera padahal usianya kala itu masih 9 tahun. Di usia yang sama saya nggak ngapa-ngapai. Hanya sekolah dan main. 
Kalau diingat-ingat masa itu kalau nggak nonton Lenong Bocah rasanya ada yang kurang. Makanya setiap Lenong Bocah tampil, nggak pernah ketinggalan. Terlebih di masa itu televisi yang juga masih jarang. Hanya beberapa saja.Beranjak dewasa, karier Okky Lukman terus berkembang. Gadis yang terkenal lewat acara Lenong Bocah itu mulai merambah dunia sinetron dengan menjajal akting di beberapa judul macam Norak Tapi Beken, Montir-Montir Cantik, dan beberapa lainnya. Ia juga kerap muncul di berbagai acara Variety Show. Tidak puas dengan itu, Okky menjajal dunia host juga.Dangdut Mania, Mikrofon Pelunas Hutang, Idola Cilik, dan lainnya adalah contoh acara yang ia…