17 September 2013

SEMALAM AKU MARAH PADA TUHAN

 
 gambar diambil dari sini


Semalam aku marah pada Tuhan, mempertanyakan kenapa aku masih dibelit kesulitan. Aku menuduh Tuhan tidak paham, tidak mau datang kala aku membutuhkan.
Segenap kekesalanku aku tumpahkan. Mulai dari cita-cita yang belum juga kesampaian sampai serangkaian kegagalan. Aku  tak ambil pusing kepada siapa aku meluapkan kemarahan.

Sampai kemudian air mata berhenti, dan aku bertekad meminta jawaban apa yang harus aku lakukan sekarang. Maka  kubuka Al Qur’an secara sembarangan.

Dan jawaban Tuhan terletak pada Al-'Ankabut 59 :


Aku tercenung menangkap pesannya.  Pesan itu sederhana, tidak berbelit-belit dan langsung pada pokok masalahnya.

Maka diamlah aku seketika. Kurasa bukan kebetulan bila tanganku dituntun membukanya. Menurut-nya itulah sebaik-baik cara bagiku agar aku bisa menerima segala ketentuannya. Menjalaninya tanpa banyak keluh dan tanya. Lakukan saja. Pada akhirnya kesulitan itu akan sampai pada ujungnya.

Tetapi setelah itu aku masih juga berkata ,”Aduh, susahnya bersabar dan bertawakal itu Tuhan. Tidak adakah jalan yang instan?”

Tuhan menunjukkan padaku sebuah mie instan.

gambar diambil dari sini

Katanya ,”Bahkan untuk memasak mie yang katanya instan saja butuh waktu dan cara tersendiri. Tidak langsung jadi. Kau harus merobek bungkusnya,  mengeluarkan mie lalu merebusnya hingga matang. Kemudian menaburkan bumbu-bumbu dan mengaduknya bersama dengan mie-
nya.  Baru setelah itu disajikan. Jika kau mendiamkannya, berharap mie akan matang dengan sendirinya. Itu muskil adanya. Sampai kiamat tiba mie itu takkan berubah menjadi yang kau minta.”


*Aku garuk-garuk kepala

16 komentar:

  1. haha, tidak ada yang instan di dunia ini! Rasanya Mie Instan yang dikasih Tuhan lebih enak gag? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe iye gak ada yg instan bro. Btw mie-nya enyak, halal soalnya

      Hapus
  2. penggemar mie instan ya mbak? hihi... bener banget meski alam kesulitan dan kdg Tuhan terasa mengecewakan tapi rencana Tuhan itu indah pada waktunya. Kita ga mengerti sekarang, tapi nanti :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener banget, indah pada waktunya. Thanks dear :-D

      Hapus
  3. Pesan yg sama dr seorang teman. Buka saja sembarang ayat jika kamuu butuh jawaban atas pertanyaanmu. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, aku beberapa kali juga melakukannya. Jawabanñya tak terduga

      Hapus
  4. mie instant pun butuh proses dalam pembuatanya, gimana doa kita?
    tetap sabar dan berusaha pasti ada jalan keluar

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih kawan, doa bahkan butuh waktu lebih lama.

      Hapus
  5. Mie instant?? -_-" :D

    BalasHapus
  6. bersabar terhadap proses ya, mba. semoga dikuatkan hingga menemu solusi

    BalasHapus
    Balasan
    1. hatur nuhun, say. Makasih bgt doanya, amin

      Hapus
  7. Bahkan yang namanya mie instan pun nggak benar-benar instan ya... Semua emang ada prosesnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. apalagi cita2 ya? Kadang kesampaiannya baru bertahun-tahun demikian. Xixixi

      Hapus
  8. Anonim1:56 PM

    Percaya tuhan = bodoh.

    BalasHapus
  9. Anonim8:36 PM

    Kashian...
    Para penyembah alien...
    If you only know....

    BalasHapus