08 Januari 2014

MERIANG (HADIAH DARI TUHAN)






Jika kamu luar biasa, merasa diri tiada duanya
Takkan bisa dibandingkan hebatmu dengan lainnya
Tunggu saja saat hadiah kecil Tuhan mampir padamu
Mulailah sang virus menyerang
Hidung meler  dan tenggorakan radang
Menelan susah, bernapas susah
Miring ke kiri susah, ke kanan juga
Kepala pening dan nyut-nyutan
Rasanya lebih enak tinggal di rumah timbang kelayapan

Mulailah mengumpat  sembarang binatang
Menyesali kenapa meriang muncul saat tak diinginkan (memangnya meriang pernah diinginkan?)
Kerja lagi numpuk, deadline sudah di depan mata
Huuh, apa namanya kalo tidak disaster
Bila kau lebih suka menyumpal kepala dengan bantal ketimbang kerja?


Ya, ya…
Kalau kau sadar sesungguhnya Tuhan hanya mau bilang : Kau bukan tandingan-Ku!
Karena itu jangan sombong dengan prestasi dan hebatmu
Diberi meriang saja sudah kaing-kaing macam anjing kena timpuk batu
Apalagi kalau kaki dipotong satu?
Manalah bersyukur kau itu?
Paling-paling mengumpat saja kerjamu

Hihi, tapi wong namanya kamu manusia
Gudangnya alpa
Diberi berkah nggak terima kasih
Diberi susah lebih lagi
Jadi maunya kau itu diapakan?


Eh, eh…
Malah manyun begitu
Aku off dulu dari hadapamu
Daripada mules lihat mukamu yang lipat tiga belas itu



*Heart chit chat

Just write what I feel about Me to the Ri to the Ang a.k.a MERIANG.


6 komentar:

  1. nikmat sehat sungguh berharga ya kalau sedang sakit. semoga lekas sembuh ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih Mak Lidya untuk doanya heheh
      memang bener sehat itu memang harganya luar biasa

      Hapus
  2. Berarti harus terus mensyukuri karunia Allah selalu dalam bentuk apapun ya mbaa L(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hooh Mbak Christanty, ah tapi saya sering kelupaan kalo soal syukur begini

      Hapus
  3. Sependapat dengan Mba Put. Gak boleh sombong, tapi perbanyak syukur. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya itu ya mbak, bener banget

      Hapus