11 Maret 2015

WHAT SHOULD YOU DO WHEN SOMEBODY SAID “OMG...YOU’RE FAT!”





Anda sehat (baca kelebihan berat) seperti saya? Pernah nggak ngalamin suatu hari saat ketemu teman-teman dan salah satu daru mereka berkata spontan ,”Ya ampuun, kamu gendut banget sih?”
Atau kalau nggak gitu dia bilang ,”Astaga, kok sekarang...(bikin gestur gendut). Padahal dulu kan...(bikin gestur kurus).”
Saya yakin senyum lebar yang tadinya tersemat di bibir anda langsung menghilang. Berganti dengan senyum kecut dan sebuah doa diam-diam ,”Semoga situ ngalamin juga kayak saya, huh!”

Ada dua hal yang bagus untuk dilakukan saat itu juga :
1.      Lepas Stillleto anda
timpuk dia seenak-enaknya, pasti dia akan terkaing-kaing setelahnya
2.      Bikin kepalan tangan yang kuat
Dan boom! Langsung arahkan bogem anda ke dagunya. Itu akan membuat dia tidak berdaya.

Ah, tetapi sebelum itu anda lakukan saya sarankan anda untuk berhenti saja. Bisa repot hidup anda jika korban anda melaporkan penganiayaan itu ke pihak yang berwajib.
Oleh karena itu simpan saja stilleto anda tetap di tempatnya. Begitu juga bogeman anda. Mari turunkan tensi dengan menarik napas panjang. Dalam hitungan satu, dua, tiga...


Sudah tenang sekaran? Yuk kita lanjutkan kisahnya...


Sebagai perempuan yang punya kelebihan khususnya berat, saya tahu betul rasanya berada dalam kondisi demikian. Mau marah kok ya di tengah keramaian. Nggak ngeluarin marah kok ya jadi jerawat. Wah, repot benar! 

Tetapi pada akhirnya saya justru menemukan cara jitu membalas komentar negatif tentang kegendutan saya :
1.      Senyum Aja
Meladeni omongan dengan kasar justru akan memicu ia berkomentar lainnya. Seperti menyuruh anda untuk senam, diet, dan sebagainya. Yang malah membuat anda semakin ilfil

2.      Melipir
Langkah ini biasanya saya ambil setelah melakukan senyum ala monalisa. Kalau bisa secepat-cepatnya, daripada mendengar celoteh selanjutnya. Jika dia terus nyerocos, saya tidak merasa perlu menjawabnya. Dijawab juga tak ada gunanya, lha wong nanti malah muncul ceramah panjang kali lebar soal pentingnya menjaga badan tetap langsing. Tidak seperti saya yang psst...kata mereka langsung *wah padahal saya merasa badan saya proporsional wakakakakak...

3.      Berseloroh saja
Jika mereka bilang “Ya ampun kamu gendut”,  maka saya akan menjawab sambil berseloroh ,”Iya nih, jadi ketahuan kalau saya makmur banget ya sekarang?”
Jika tidak begitu maka saya akan bilang ,”Ah, iya. Mode tahun ini nih, gendut sehat!”
Hahaha, konyol banget ya! Tapi itu bagus kok untuk meredakan situasi. Biasanya yang nyeletuk ketawa, dan akhirnya ngundang orang-orang di dekat saya juga ketawa.
Dengan begini saya tidak perlu mengeluarkan tanduk hanya untuk menghadapi komen semacam itu *banteng kali bertanduk. Biarlah tanduknya tetap tersimpan, sehingga wajah ayu saya ini semakin bersinar *gubraaak jayaaaa!

Demikian tadi sekelumit cara jitu membalas komentar negatif tentang kegendutan. Semoga saat anda mengalami situasi itu, anda langsung teringat apa yang saya tuliskan di artikel ‘WHAT SHOULD YOU DO WHEN SOMEBODY SAID “OMG...YOU’RE FAT!”’, selain berpikir stop dengerin komentar negatif orang.

8 komentar:

  1. Luar biasa, gue adalah orang yang paling ngga tahan sama namanya gosip, tapi sejalan dengan itu gue banyak belajar untuk mengatasinya, gue harus lebih baik daripada orang yang ngomongin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya semua manusia memang begitu Mas Salman, cuma kalau dipikir-pikir lagi dengerin omongan orang itu yah efeknya tidak baik.
      Selain bikin jengkel, juga bikin hati nggak tentram. Idiih, kita juga yang rugi.

      ya udah, daripada mumet saya pilih kasih senyum monalisa *krik, krik
      Btw, saya setuju dengan "gue harus lebih baik daripada orang yang ngomongin!"
      heheh

      Hapus
  2. Wekekeke... aku banget tuh. Daripada gondok mending bilang,ÿang penting sehat!"sambil melotot :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi, saya aslinya yah pengen banget lempar uleg-uleg tapi kan saya nggak bawa.
      Ya sudah saya kasih senyum monalisa terus berseloroh saja jawabnya hahahahaha

      Hapus
  3. Wah untung temen-temen gue bukan orang2 yang ngatain lewat fisik. Tapi biasanya kl udah deket bgt, kyk satu geng malah ledek2an tu biasa banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biasanya yang komen justru teman yang gak dekat, Neng. Itu masalahnya hahaha.
      Nah, kalau satu geng kita lebih pengertian jika ada acara ledek-ledekan. Soalnya kita udah memahami sifat masing-masing. Yang repot kalao orang yang dekat kagak, nyapa jarang, eh nyeletuk nggak enak. Wakakak, sontak panas telinga

      Hapus
  4. i like your blog, thanks for sharing

    BalasHapus