26 Juli 2016

TIPS NYAMAN MENDAKI GUNUNG IJEN



image source : http://news.nationalgeographic.com


Tak jarang saat kita memutuskan pergi ke suatu tempat, yang kita fokuskan adalah berapa biayanya, bagaimana keindahan destinasi wisata yang kita tuju, berapa jam waktu tempuhnya. Akan tetapi hal yang penting seperti medan yang hendak ditempuh kerap kita lupa. Meski masuk dalam daftar pencarian tetapi tidak fokus kesana. Alhasil ketika sampai di tujuan kita malah tidak menikmati perjalanan kita. Justru merasa menyesal karena telah memilih tempat tersebut sebagai destinasi wisata.

Salah satu contohnya adalah gunung Ijen. Gunung yang secara administratif dimiliki oleh tiga kabupaten ini—Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso ini, memang menarik banyak traveller untuk datang. Banyaknya pemberitaan mengenai keindahan alam ( seperti blue fire yang kerap digembar-gemborkan hanya ada dua di dunia) dan rasa penasaran mendorong kita untuk pergi kesana dan menyaksikan. 

Agar nyaman  saat mendaki gunung Ijen ada beberapa hal yang harus diperhatikan :
1.       Cari informasi sebanyak-banyaknya tentang gunung ijen
Jangan segan-segan googling banyak informasi mengenai topografi gunung ini. Hal ini perlu agar kita bisa mengukur seberapa kekuatan diri kita untuk mendaki. Memang gunung Ijen tidak terlampau tinggi, tetapi kemiringan jalur pendakikan yang mencapai 25-35 derajat akan membuat anda kelelahan.
Tidak hanya topografi tetapi juga kondisi jalan untuk mendakit. Jalur mana yang lebih mudah, Bondowoso ataukah Banyuwangi.
Bagi yang senang tantangan jalur Banyuwangi lebih oke. Tetapi yang ingin lebih santai bisa lewat jalur Bondowoso yang lebih landai.
Jangan segan bertanya pada orang yang sudah pernah kesana.


2.       Persiapan fisik
Penting agar kita bisa mendaki dengan nyaman. Fisik yang terjaga membuat kita tidak mudah kelelahan.  Sudut kemiringan gunung ijen bisa jadi membuat tenaga anda terkuras. Jadi tidak ada salahnya sebelum memutuskan mendaki ijen siapkan diri dengan olahraga. Semisal joging, lari, atau bersepeda.

3.       Persiapkan sepatu yang nyaman
Jalur mendaki lewat banyuwangi cenderung curam, berkirikil dan mungkin bisa membuat anda terpeleset jika tidak hati-hati. Perhatikan sol sepatu anda. Sebaiknya sepatu bersol plastik jangan dipakai meskipun anda suka. Pakailah yang bersol karet. Yang menutupi mata kaki lebih baik.

4.       Persiapkan baju yang sesuai
Bawa kaus panjang dan lengkapi dengan jaket tebal di bagian luar. Tak lupa kupluk rajut baik yang ada flap ear-nya atau yang biasa. Tujuannya untuk menjaga agar telinga tidak kedinginan. Telinga yang dingin akan membuat anda jadi kelimpungan.
Syal untuk menutupi leher. Sama seperti telinga menjaga area ini tetap hangat juga bisa membuat anda nyaman saat naik ke gunung ijen.
Celana kain yang tebal, seperti celanan khaki yang bersaku banyak. Celana jeans akan mudah ditembus dingin. Jangan lupa kaus kaki

5.       Makanan secukupnya
Bawalah makanan yang cukup, jangan terlampau banyak. Karena akan membebani punggung anda. Terlebih jika pendakian dilakukan di hari yang sama saat Anda datang dan esok pulang.
Jika malas membawa makanan, bawa saja uang secukupnya. Ada warung-warung yang menyediakan makanan seperti di pos satu satu (Paltuding) atau pos Bunder juga ada. Tapi, perlu diingat bahwa harga makanannya cukup mahal. Tidak cocok bagi Anda yang ingin berhemat atau backpacker-an.

6.       Perlengkapan mandi secukupnya
Bawa dalam wadah-wadah kecil agar tidak memakan tempat di ransel baik itu sabun, shampoo, pasta gigi.

7.       Usahakan datang sejam atau dua jam sebelum loket tiket dibuka
Selain untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan juga agar tidak antri tiket terlalu lama. Terutama saat musim liburan. Pada hari-hari biasa tiket mungkin tidak terlampau antri.

8.       Usahakan sudah buang air besar dan kecil sebelum pendakian
Kenapa begitu ini agar kita tidak terganggu selama proses pendakian. Selain memang tidak ada tempat yang nyaman untuk itu. Satu-satunya tempat istirahat  terdekat hanyalah pos Bunder, yang harus ditempuh + 1,5 km dari Paltuding. Akan sangat merepotkan jika hal itu muncul di tengah jalan.

9.       Nikmati perjalanan tidak usah ngoyo
Banyak pendaki, terutama yang baru pertama, berkeinginan untuk lekas sampai. Padahal ini justru menguras stamina. Jalan saja perlahan. Nikmati hawa dingin, jalur yang naik tajam, dan udara gungung yang semakin lama semakin tipis. Biarkan tubuh kita beradaptasi. Tak usah dopaksa.

10.   Mandiri
Persiapkan semuanya sendiri.  Ingat saat mendakit kita tidak bisa menggantungkan diri pada siapapun bahkan teman kita. Jadi jaga diri sendiri.

6 komentar:

  1. celana cargo lebih hangat ya mbak afin dibanding jeans?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak Anik, ketimbang celana jeans. Lagipula kalau jeans kena basah suka lama kerinngya, ini bikin kita kedinginan

      Hapus
  2. Suka bnget pendakian pertaama di Ijen. Puncaknya bikin nagih kesana. Tapi klo disuruh naik lagi, masih awang2 :D
    xoxoxoxo,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, iya memang. Asik tapi ya itu kalau membayangkan fyuuh...serasa nggak sanggup dah. Tapi, jangan dibayanginn dah. Udah datang lagi aja

      Hapus
  3. Sepakat "Nikmati perjalanan tidak usah ngoyo" itu yang terpenting.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, justru ngoyo bikin stamina cepat habis. Padahal seperempat jalan saja belum ada. Atur napas, atur langkah. Dan bergembira selama pendakian. Kalau menggerutu justru efeknya tambah capek

      Hapus