Unggahan Terbaru

Pelajaran Gratisan Dari Mereka Yang Bersikap Tak Menyenangkan Saat Diberi Daging Kurban

Gambar
Hari raya Idhul Adha selalu membawa cerita tersendiri untuk masing-masing keluarga. Termasuk keluarga saya. Dulu sewaktu kecil, rumah kami jarang kebagian daging kurban. Sampai-sampai bertanya pada Bapak ,"Orang-orang dapat, kok kita nggak dapat, Pak? Kenapa?" Bapak menanggapinya dengan bijak. Mengatakan mungkin karena kami sudah dianggap mampu, jadi tidak mendapatkannya. Sebagai gantinya Bapak akan membeli daging sendiri, lalu dimasak gulai dan sate sebagi pelipur hati kami.
Tahun berlalu dan kami sudah dewasa. Perkara dapat atau tidaknya daging kurban sewaktu Idhul Adha tak membuat kami risau atau pusing kepala. Dapat syukur, tidak pun syukur. Toh, masih banyak orang yang lebih membutuhkannya. Begitu hemat kami.
Dan Idhul Adha tahun ini, rejeki melimpah bagi kami. Di luar dugaan kami mendapatkan daging kurban yang jumlahnya lumayan. Padahal tahun-tahun sebelumnya biasa saja. Dapat tetapi tidak sebanyak tahun ini. Tak semua dimasak, setelah dibuat satai dan bakso sisanya…

RUINS





Bintang-bintang dimatanya pudar tersaput mega. Senyum getir menghiasi perginya.
Aku kaku. Hendak menjangkau tangannya dan berkata maaf tetapi kelu.


Kau tahu, aku senang kau jadi sahabatku. Mendengar keluh kesahku. Tapi cinta? Kurasa aku tak tepat untukmu. Aku bukan pria baik-baik itu. Terlampau baik dan terlampau lugu kau itu dimataku. Tak tahu seberapa dalam kau tentangku, perilaku kelamku di masa lampau.

Sungguh aku tak bisa mengecewakanmu. Maka biarkan aku menolakmu. Ada yang lebih pantas untukmu. Seorang pria yang dikirimkan Tuhan sebagai qawwam-mu.

Flash fiction
84 kata


*qawwam : pemimpin

While hearing I’ll stand by you and The Reason (Hoobastank)

pic : stockfresh.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK

CARA MENGGAMBAR ILUSTRASI SEDERHANA DENGAN PAINT

OLEH-OLEH DARI FESTIVAL BUAH NAGA : MENYAKSIKAN KEGIGIHAN PEMUDA MELEJITKAN POTENSI DESANYA

TONGKAT MADURA MILIK MAYA