Unggahan Terbaru

Pelajaran Gratisan Dari Mereka Yang Bersikap Tak Menyenangkan Saat Diberi Daging Kurban

Gambar
Hari raya Idhul Adha selalu membawa cerita tersendiri untuk masing-masing keluarga. Termasuk keluarga saya. Dulu sewaktu kecil, rumah kami jarang kebagian daging kurban. Sampai-sampai bertanya pada Bapak ,"Orang-orang dapat, kok kita nggak dapat, Pak? Kenapa?" Bapak menanggapinya dengan bijak. Mengatakan mungkin karena kami sudah dianggap mampu, jadi tidak mendapatkannya. Sebagai gantinya Bapak akan membeli daging sendiri, lalu dimasak gulai dan sate sebagi pelipur hati kami.
Tahun berlalu dan kami sudah dewasa. Perkara dapat atau tidaknya daging kurban sewaktu Idhul Adha tak membuat kami risau atau pusing kepala. Dapat syukur, tidak pun syukur. Toh, masih banyak orang yang lebih membutuhkannya. Begitu hemat kami.
Dan Idhul Adha tahun ini, rejeki melimpah bagi kami. Di luar dugaan kami mendapatkan daging kurban yang jumlahnya lumayan. Padahal tahun-tahun sebelumnya biasa saja. Dapat tetapi tidak sebanyak tahun ini. Tak semua dimasak, setelah dibuat satai dan bakso sisanya…

ENAM HAL HEBAT YANG KITA DAPAT BILA BERGABUNG DENGAN KOMUNITAS

Photo by rawpixel.com from Pexels


Sejak nge-blog 2006 silam, saya sudah bergabung dengan komunitas. Saat itu Blogger Family atau yang kerap disingkat Blogfam jadi salah satu komunitas yang terkenal. Saya memang tidak terlampau aktif di sana. Akan tetapi saya sempat dua kali ikut lomba dan lolos pelatihan cerita anak yang diampu oleh Kang Iwok Abqary di sana.
Belakangan ketika era sosial media datang, komunitas blogger semakin berkembang. Mulailah bermuncul nama-nama baru dan disertai pula dengan aktivitas yang seru. Dimana para anggota tidak hanya bisa berbagi tulisan, namun juga info-info lomba, pekerjaan, dan pengetahuan.

Hal yang sama saya lakukan ketika saya mulai belajar menulis cerita akhir tahun 2009 silam. Mulai dari grup UNSA, BAW, IIDN, dan lain-lainnya saya ikut meski akhirnya yang bertahan hanya beberapa saja. Salah satu yang paling berjasa bagi saya adalah komunitas UNSA dan BAW. Bersamanya saya belajar banyak soal kepenulisan. Oleh sebab itu dalam perjalanan saya menjadi penulis ini kedua komunitas ini tak mungkin saya lupakan.

Di dunia nyata saya tergabung sebagai relawan rumah Litertasi Banyuwngi dan Relawan Nusantara. Namun, tidak semua aktif. Hanya Rumah literasi bayuwangi saja yang kerap diikuti, sedang relawan nusantara hanya sebatas ikut nyumbang jika ada kegiatan (itupun tidak besar). Bukan karena tak mau datang, tapi tempat yang berjauhan jadi kendala. Markas Relawan Nusantara yang terdekat di Jember, bukan Banyuwangi tempat saya tinggal.


Lalu apa sih pentingnya ikut komunitas? Kok kayaknya banyak juga tuh yang nyemplung di komunitas tapi nggak dapat apa-apa. Cuma senang-senang saja, nggak ada isinya.


Memang ada komunitas yang begitu. Akan tetapi, tidak semua. Contohnya komunitas yang saya ikut.
Dengan ikut komunitas semacam itu ada lima hal penting yang saya dapati :
1.      Ilmu yang bertambah
Bergabung di berbagai komunitas semisal menulis atau blogger seperti yang saya lakukan memberikan efek baik berupa meningkatnya pengetahuan. Pengalaman yang dibagikan lewat berbagai komunitas itu tak urung memberikan kita wawasan. Kita bahkan bisa belajar dari kesalahan yang orang lain lakukan, untuk kemudian kita terapkan ketika kita berada di situasi yang sama.
Misalnya di komunitas menulis, seseorang membagikan pengalamannya ketika gagal menembus satu media di awal belajar menulis. Faktor typo, penulisan ejaan yang berantakan, serta cerita yang kacaulah penyebabnya.
Pemula yang membacanya akan paham, jika tak ingin mengalami situasi yang sama maka ketiga faktor itu harus diperhatikan sebelum mengirim naskah ke pihak penerbitan.
2.      Mendapatkan informasi lebih awal
Tergabung dalam komunitas berarti kemungkinan mendapatkan informasi lebih awal sangat besar. Misalnya info-info terkait kepenulisan, baik lomba atau penerimaan naskah oleh penerbitan, dengan demikian kita bisa melakukan persiapan lebih panjang.
3.      Mendapatkan inspirasi dan motivasi untuk maju
Dari berbagai komunitas yang saya ikuti, selalu ada orang-orang hebat di dalamnya. Dimana itu bisa menginspirasi dan memotivasi kita untukmelakukan hal yang sama. Jadi semacam role model bagi kita, si pemula ini, ketika kita hendak mencapai jenjang seperti mereka. Usaha-usaha positif yang mereka jalani menjadi acuan bagaimana bisa menggapai kesuksesan.
4.      Bertemu relasi baru
Dengan mengikut berbagai komunitas berarti kita juga bertemu dengan banyak relasi baru, dimana didalamnya berkumpul banyak orang yang memiliki bidang pekerjaan dan pengetahuan yang beragam. Bukan tidak mungkin dari sana terbuka peluang baik bagi kita. Jadi content writer atau buzzer misalnya. Siapa yang tahu?
Maka jangan lupa untuk menunjukkan kinerja yang baik dan sikap yang positif di mana saja. Kita tak pernah tahu kapan keberuntungan itu tiba.
5.      Dukungan
Bergabung dengan komunitas, bahkan yang maya pun menumbuhkan persaudaraan. Ketika yang satu mengalami musibah, yang lain turut mendoakan. Semisal ada satu anggota yang terkena musibah, anggota lain akan muncul dan menyatakan simpati sedalam-dalamnya. Dukungan ini tak bisa disepelekan. Acap mood yang turun dan semangat yang lemah, bisa bangkit kembali ketika tahu banyaknya orang yang memberi dukungan.
6.      Mendapat keuntungan secara psikologis
Kala-kala komunitas yang kita ikuti mengadakan kegiatan sosial. Dengan menjadi relawan pada kegiatan seperti ini tak urung akan memuaskan hati kita. Menjadikan kita merasa berguna. Dampaknya stres pun turun dan kesehatan pun meningkat. Inilah keuntungan secara psikologis yang kita dapati bila bergabung dengan komunitas.


Jadi kenapa tidak bergabung dengan komunitas? Ada banyak pilihan yang sesuai dengan hobi dan ketertarikan kita. Turutlah didalamnya dan temukan hal-hal menyenangkan di sana.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK

CARA MENGGAMBAR ILUSTRASI SEDERHANA DENGAN PAINT

OLEH-OLEH DARI FESTIVAL BUAH NAGA : MENYAKSIKAN KEGIGIHAN PEMUDA MELEJITKAN POTENSI DESANYA

TONGKAT MADURA MILIK MAYA