Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2006

Unggahan Terbaru

BELAJAR DARI IKAN

Seekor ikan kerapu besar tetap diam ketika seeekor ikan selendang setrip memakan cacing parasit pada tubuhnya. Seekor remora dengan berani mendekati tubuh hiu yang menakutkan untuk melakukan tugas pembersihan. Sementara seekor udang rela berbagi sarang dengan seekor ikan belosoh. Udang yang tak mampu melihat dengan baik, dengan tekun menggali lubang untuk sarang. Sedangkan ikan belosoh teman sekamarnya akan menjaga pintu masuk sarang dan memperingatkannya jika ada musuh datang.

Betapa hebatnya hubungan yang terjalin antara ikan-ikan itu. Si ikan pembersih mendapat makanan gratis sekaligus perlindungan gratis, sementara kerapu dan hiu berterimakasih karena ada yang mau menggerogoti sel-selnya yang tidak sehat atau cacing parasit dalam tubuhnya.


Bagaimana dengan manusia? Andai kita memandang hiu atau kerapu laksana pemimpin maka ikan selendang setrip dan remora adalah rakyatnya. Tak peduli seberapa besar kekuasaanya ia masih memerlukan rakyat yang mendukungnya. Harapan ke depan seharusnya…

buku..buku...buku

Gambar
Foto itu diambil dari salah satu sudut tempat tidurku. Berantakan, maklum yang punya malas mengembalikan ke kandangnya sehabis membaca malam-malam sebelumnya. Sebenarnya sadar sih kalau itu kebiasaan jelek tapi tiap kali that corner sepi pagi harinya, malamnya pasti kembali seperti semula.

Waktu kecil aku berharap bisa punya perpus sendiri, tetapi menyadari kalo nggak bisa akhirnya aku memuaskan diri dengan berkutat di perpus sekolah. Jaman itu pustaka klasik semacam Katak Hendak Jadi Lembu, Layar Terkembang, atau Sukreni Gadis Bali jadi bacaanku. Karl May dengan Winetou-nya adalah pengarang favoritku. Setelah mahasiswa bacaanya berubah ke arah novel pop  yang dikarang Sandra Brown, Michael Chrichton, Sidney Sheldon, Irving Wallace dan lain-lainnya. Tentu saja komik-komik Jepang juga jadi salah satu santapanku. Kini, sesuai dengan umur yang kian dewasa bacaanku pun mulai berubah kearah bacaan yang jauh lebih serius. Meskipun begitu membaca novel masih tetap jadi kesukaanku.

Sekarang, ke…

Bali Blast I

seharusnya memperingati hari kemerdekaan topik bahasannya ya tentang hari kemerdekaan plus keriaannya, tapi aku kok malah ingat Bali Blast I. Aku memang takkan lupa hari itu, karena teman-teman janjian ke kuta. Biasa ke Hardrock, heheheheee... bukan kok kita cuma di depannya aja. Duduk nyantai di trotoar sepanjang pantai kuta sambil lihat manusia berbagai warna yang tumplek blek di sana menikmati malam. Tau sendiri kan gimana kuta kalau malam, ramai seperti siang. Eh sialnya nggak tahu kenapa kita nggak jadi kesana. Alhasil kita malah duduk-duduk di teras sampai malam, sambil bertanya-tanya kenapa jalan di depan kami mendadak ramai.

Paginya kami dengar orang-orang bicara tentang bom di Kuta. Kita langsung ingat semalam, wah jangan-jangan orang-orang yang lalu lalang semalam itu disebabkan oleh bom itu. Teve pun langsung dinyalakan, nggak pake nunggu lama semua orang langsung sesenggukan melihat berita yang terpampang. Menurut reporter, bom sebenarnya ada dua, satu di Renon dan satu di …

Temanku Seorang "G.."

Sorry! Aku tak berani mengatakan "G..." itu, kurasa lebih baik kau membaca ceritaku untuk tahu artinya...

Namanya Med! Aku mengenalnya sejak kecil dan tahu betul siapa dia, sebaliknya diapun begitu. Ketika lulus SMA Med yang pintar memutuskan untuk bekerja karena ekonomi keluargana yang pas-pasan tak mengijinkannya meneruksan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

" Suatu hari aku akan kuliah, Put. Uang dari kerja akan kutabung dan akan kususul kau nanti," katanya dengan yakin sehari sebelum berangkat ke Bali.

Aku mengepalkan tanganku untuknya saat itu, memberinya semangat sebagai seorang sahabat. Lalu tahun berganti, Med tak pernah kembali sampai aku lulus dari DIII Pariwisata.
Tetapi hari itu secara tak terduga kami dipertemukan kembali. Aku cukup terkejut saat menyadari ternyata tamu yang kulayani sahabat lamaku sendiri. Iya Si Med! Tapi aku menelan kekecewaan, dia bahkan tak menoleh kepadaku. Seolah aku tak ada tiba-tiba ceplok...ia mencium bule seksi yang…