Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2006

Unggahan Terbaru

FOR YOU ALL

Nggak nyangka ya, saya bisa bertemu kalian semua, sahabat-sahabat yang bahkan secara fisik tak pernah saya temui. Padahal beberapa bulan yang lalu saat awal-awal nge-blog saya bahkan tak kenal siapapun. Wah keajaiban teknologi telah membuat dunia yang maha luas ini menyempit dan tersaji dalam sebuah kotak bernama komputer. Koneksi yang tanpa batas membuat kita bisa saling berhubungan, walau tak saling kenal dalam arti yang sebenarnya. Seperti layaknya berkawan di dunia nyata, dari sekian banyak orang yang kita kenal tak semua adalah sahabat karib. Bisa dipahami karena dari sekian banyak kawan tak semua sejalan, sepaham, dan satu pikiran. Tetapi karib atau bukan tak menghalangi kita untuk tetap bertemu, berbagi cerita, memberi masukan atau sekedar berkomentar, dan memberikan arti baru tentang cara kita mencari teman.

Namun seperti yang kita tahu apa yang ada di dunia memang tak kekal. Sebuah pertemuan telah dipasangkan dengan perpisahan. Suatu hari, satu persatu sahabat yang kita temui …

CERITA KEPADA BUNDA

Bu, ingat nggak waktu aku ke rumah Iput beberapa saat lalu? Uh, aku sebel dengan sopirnya. Bukan karena dia ngebut tapi karena mulutnya amburadul. Masa sih saat aku bicara akan turun dimana dia nyeletuk,” Hati-hati, Mbak. Ngapain turun disitu? Paman temanmu itu tukang kawin, baru saja dia melarikan seorang gadis. Katanya dijadikan istri ketiganya lho!”
Igh, usil banget sih tuh orang. Tahu nggak Bu, begitu kutanyakan pada Iput ternyata ceritanya tidak benar.” Pamanku tidak melarikan gadis itu, beliau justru menolongnya dan mengantarnya pulang,” jelas Iput sebal. Kok bisa begitu? Ternyata gadis malang tadi ditipu orang, pekerjaan baik yang dijanjikan tak kunjung datang dan justru dia dipekerjakan di cafĂ© remang-remang. Betapa kasihan gadis polos itu Bu, niatnya untuk bekerja membantu orang tua malah membuatnya sengsara. Untung Allah mempertemukannya dengan Paman Iput, kalau tidak entah tak bagaimana nasibnya kemudian.

Yang lebih miris lagi kalau Ibu dengar cerita Mel. Suatu hari seorang k…

IT WASN'T HAPPY STORY

aku melihatnya menatap gadis itu
dengan tatapan yang kuinginkan
dan aku cuma bisa berkaca-kaca
sesedih itu tanpa bisa membendungnya
tak butuh waktu lama untuk tahu harapan itu sudah buyar


Saya tertawa membaca kalimat sampah dari cerpen saya yang gagal itu. Membacanya kembali mengingatkan saya pada kisah menyedihkan beberapa tahun lalu.Suatu hari, seorang ibu yang datang tak diundang pulang tak diantar, mengadu kepada saya sambil menangis tersedu-sedu ,” Mbak katanya sudah gak enak, makanya dia mau cerai saja. Huhuhuhu….!”
Saya cuma melongo heran, berusaha memahami maksudnya ditengah-tangah pikiran yang masih bau bantal (maklum baru bangun tidur). “Nggak enak? Mbok ya di kasih gula apa garam kan beres,” batin saya. Tapi begitu pikiran saya sudah penuh 100%, saya baru tahu ngeh kalau itu bukan soal masakan. Saya sampai nggak berani menyela saking kagetnya mendengar keluhan si Ibu yang masuk wilayah tujuh belas tahun keatas semua. Walaah piye to iki, lha kok gini? Kalau soal beginian saya ini…

SAHABAT-SAHABATKU

Mbak vie,  sudah jadi sabahat saya sejak ngeblog pertama kali. Waktu itu saya awam betul tentang masalah blog, dan serunya mbak Vie selalu menyambut dengan suaranya yang ramah dan tawanya yang ceria jika saya membawa banyak pertanyaan padanya. " JAdi Fin, klo mo ganti template simpen dulu semua di note pad, " kata mbak Vie waktu itu.
Makasih ya mbak, udah mau direpoti,maaf juga nggak pernah main ke rumah mbak Vie meski sekota. Klo mo main klik aja disini


Munawir slash Awi, statusnya agak jelas, akan menikah tahun depan hehehehe...Sama seperti Mbak Vie, dia adalah sahabat saya semenjak ngeblog pertama kali. Dia sering banget saya repoti dengan berbagai pertanyaan seputar blog via sms atau telfon. Thanks God Awi gak pelit berbagi ilmu. Dan entah kenapa seperti kepada MBak Vie juga, saya merasa sudah kenal luamua dengan Awi. Bahkan berasa seperti adik sendiri, makanya kalo lagi ngobrol bisa ngelantur jaya....n klo m lihat si Awi klik aja disini

Den baguse, statusnya tak terdetek…

CERITA PARA JOJOBA, ANGGOTA KERAJAAN IJO LUMUT

Kamu mesti datang ke pernikahan besok, harus! ada yang mau dikenalin sama kamu, oke?
(Si Jojoba tercengang tanpa daya mendengar cerocosan ala jendral yang tak boleh ditawar itu)

Biar jelek dia itu lelaki!
(Glodaaag...Lho siapa yang bilang bukan? Si Jojoba garuk-garuk kepala...)

Nunggu apa sih kamu? Jangan pilih-pilih, cepet kawin. Nanti keburu karatan lho !
( Si jojoba ngedumel dalam hati seraya menahan hasrat ingin nendang. Karatan? Besi kalee)

Udah deh hari gini tuh jangan mikir siapa saya, yang penting siapa saja !
(Waks..si jojoba melongo ngeri sambil membatin,"kok siapa saja? Gimana kalo kenapa-napa?)

Udah deh cari calon ibu untuk anak-anakmu kelak kan gak perlu sarjana
(Si jojoba menerawang dan berbisik," Oh iya calon ibu memang gak perlu sarjana...)

Cari apa sih? Yang penting perempuan, bisa napas!
(Si jojoba nyengir, ya iya sih...tapi masa asal perempuan yang bisa napas. Hiks!)

Kalau kau mau sama dia kamu bakal diberi rumah seisinya. Pokoknya enak deh..
(Si jojoba membelalakkan m…

KISAH SARUNG PENGAMAN

Gambar
Tanggal 1 Desember diperingati sebagai hari AIDS sedunia dengan berbagai cara, mulai dari aksi damai, penyuluhan hingga kampanye safe sex dengan membagikan kondom segala. Bicara tentang kondom tiba-tiba saya ingat cerita Vit, sahabat saya, tentang repotnya dia saat dia terjebak diantara seorang bule dan cowok lokal yang sibuk membahas sarung pengaman. Entah apes atau lagi sial obrolan yang awalnya normal jadi memanas. Vit yang tengah jadi penerjemah dadakan bagi keduanya cuma bisa melongo melihat keduanya saling sewot, saling kesal. Begini ceritanya...
Suatu hari seorang cowok Indo(nesia) nongkrong di salah satu resto kecil di tepi pantai. Tak dinyana tiba-tiba dompet seorang bule jatuh dan isinya justru bukan bergepok-gepok dolar atau kartu kredit tapi....
"Lho ngapain bawa gituan banyak?' tanya si Indo geli lewat Vit. Si bule menyodorkan satu kepada si Indo dan menyuruh Vit menerjemahkan kata-katanya yang berbunyi ," Nih buatmu, untuk jaga-jaga."
"Ah nggak sir, …