Postingan

Menampilkan postingan dengan label kisah inspiratif

Bepergian Sendiri Mengajari Saya Memahami Arti Kalimat "Berbaik Sangka Pada-Nya"

Gambar
Saya memang bukan petualang. Saya tak paham adventure atau segala macam. Terlebih saya itu anak rumahan. Kata adik bungsu saya itu kalah jauh mainnya sama ayam. Iya memang benar. Saya hampir tidak pernah keluar karena dulu acap merasa tidak nyaman. Takut bila nanti di jalan kenapa-napa, padahal berangkat saja belum. Padahal yang dituju hanya seputar kabupaten sendiri.
Sekarang sebaliknya. Orang-orang sering heran karena saya pergi sendirian mengunjungi berbagai tempat wisata yang bejibun di kabupaten saya tinggal, Banyuwangi. Tidak beramai-ramai dengan lainnya. Padahal acapkali saya tidak paham betul tempat yang saya tuju meskipunHanya mengandalkan google map dan info-info yang saya dapat dari browsing, saya biasanya menetapkan hendak menuju kemana. Tanpa perlu mengajak si ini atau si itu.
Entahlah, menurut saya pergi sendirian itu jauh lebih nyaman ketimbang bareng teman. Bukannya bareng-bareng tidak menyenangkan, akan tetapi ada hal-hal yang bisa jadi kurang pas dengan gaya saya jala…

AKHIRNYA SAYA PILIH IBU DAN BUKAN PEKERJAAN

Gambar
Agustus, 2014. Tak ada yang lebih menyenangkan bagi seorang yang tengah dilanda “kekeringan” ketimbang tawaran pekerjaan. Maklumlah sebagai penulis saya memang masih taraf belajar. Tulisan saya belum banyak yang tembus ke media. Beberapa kali jadi finalis atau menang lomba nulis, tak berarti saya mumpuni. Maka tak heran jika hasil dari menulis jauh dari harapan. Tak bisa dijadikan pegangan. Maka wajar jika saya bergembira ketika karib saya, Endang, mengatakan ada lowongan pekerjaan. Meski pun profesi yang ditawarkan jauh sekali dari ilmu yang saya pelajari semasa kuliah dulu yaitu jadi guru SD di sebuah sekolah swasta baru. “Siapa tahu, Fin. Kenapa tidak dicoba? Nggak apa-apa meski kamu lulusan Faperta.” Pertanyaannya kemudian ”Apa saya mampu? Mengajar tak sekedar mencari uang, didalamnya ada tanggung jawab besar. Apalagi saya tak memiliki ilmu mengajar”. Seolah tahu apa yang saya pikirkan, Endang, sahabat saya itu berkata ,”Coba saja. Tak ada salahnya. Yuk aku antar ke tempat Mbak Sita (…

MENGAJI KEMBALI DI USIA KE-28, ITU PENGALAMAN TAK TERLUPAKAN

Gambar
DITEGUR TUHAN Merasa cukup dengan pengetahuan agama, saya tidak merasa perlu untuk menambahnya. Sampai satu hari saya ditegur Tuhan lewat peristiwa kecil yang berefek besar. Sore itu saya mendengar kumandang adzan dari surau kecil di timur kantor kepolisian. Sang muadzin sudah tua, terdengar jelas dari suaranya. Tetapi, bukan itu yang jadi pangkal kejengkelan melainkan kekukuhannya mengumandangkan adzan meski tahu suaranya tak memenuhi syarat—buruk, gemetar, napasnya pendek, dan nadanya asal. Parahnya lagi panjang-pendek yang harus diperhatikan dalam adzan diterjangnya habis-habisan. Kentara bila sang muadzin tak paham tajwid dengan benar. ”Ck, muadzin tak becus tajwid begitu disuruh maju. Yang lainnya memang gak ada? Yang muda-muda, yang paham cara ber-adzan kan ada?!” gerutu saya. Di detik itu juga, Allah mengusik hati kecil saya dan membuatnya bertanya ,”Bagaimana jika anak muda yang kau maksudkan tidak ada? Atau kalaupun ada mereka tidak mau mengambil alih tugas itu dan memilih menj…

BATAL MENGELUH MEMBACA KISAH INSPIRATIF DI BLOG MBAK LISA

Gambar
Capek luar biasa! Itu yang saya rasa ketika menyinggahi rumah maya Mbak Lisa. Mata saya panas, begitu juga pantat saya. Punggung sakit, betis berkonde...aduh saya benar-benar remuk redam. Sungguh, pekerjaan yang saya geluti baru-baru ini membuat saya kelelahan. Sampai-sampai saking lelahnya, ketika pulang kerja, saya tak sanggup lagi membasuh muka. Sekedar membersihkan make up dari wajah saya.
Seperti hari itu. That’s why saya yakin gak bakalan sanggup membaca satu pun artikel di rumah Mbak Lisa. Yang ada di kepala saya, saya akan ngusruk di depan komputer tak sampai lima menit kemudian. Tetapi saya salah besar. Mata saya tetap terbuka lebar menekuri tulisan-tulisan Mbak Lisa. Dimulai dari kisah pengojek payung bernama Wendra yang mengingatkan saya agar tak mudah mengeluh bagaimanapun keadaannya. Terus saja berjuang sembari menyalakan harapan. Mungkin saja harapan-harapan itu terlihat naif, aneh, dan tidak mungkin kesampaian. Tetapi, siapa yang tahu apa yang bakal terjadi di depan? Kini…

BELAJAR SABAR DAN POSITIF DARI MBAK ESTI SULISTYAWAN

Gambar
Saya terdiam membaca tulisan seorang teman blogger, Mbak Esti, yang berjudul Pentingnya Sugesti Diri. Dalam artikel singkat itu Mbak Esti mengungkapkan perjuangannya sebelum akhirnya hamil dan memiliki anak. Empat setengah tahun bukan waktu yang singkat untuk terus bersabar dalam penantian. Aduh, saya nggak bisa bayangkan kalau itu saya. Lha wong dicoba nggak punya duit saja saya sudah merana, seolah matahari tak bersinar lagi, apalagi begitu rupa. Entah apa yang akan saya katakan pada Tuhan. Bisa jadi saya akan menggerutui apa yang ia gariskan. Tidak mau peduli bahwa Tuhan sudah memberi banyakpada saya, berupa kesehatan, udara gratisan, pikiran yang jernih, dan keluarga serta teman yang menyenangkan. 
Seperti yang dikatakan Mbak Esti “...kami memang harus berusaha sekuat tenaga, akan tetapi hasil akhir adalah hak sepenuhnya Allah Swt” itu ada benarnya. Seperti apapun manusia berusaha hak prerogatif memang ada pada Tuhan. Jika memang cobaan yang dihadirkan lebih dulu sebelum akhirnya d…

SEMANGAT BERKARYA WALAU CARPAL TUNNEL SYNDROM MENDERA

Gambar
Saya sedang mengasihani diri dan butuh asupan motivasi ketika membaca pengalaman Yuyun Rahmawati. Crafter yang saya kenal lewat grup membuat bros dan aksesoris di facebook mengaku ia tengah menderita penyakit CTS (Carpal Tunnel Syndrome).

    Semua bermula ketika ia masih menjadi pekerja kantoran beberapa tahun silam. Layaknya pekerja kantoran lainnya, Yuyun harus berkutat dengan komputer saban hari. Selama itu semua berjalan lancar hingga suatu hari ia merasakan ada yang aneh dengan tangan kirinya. Rasa nyeri, kebas, kesemutan dan rasa seperti terbakar ia rasakan di jari dan pergelangan tangan. Semula keadaan ini tak terlampau ia pedulikan. Sampai suatu ketika ia memegang barang yang lumayan berat dengan tangan kirinya, dan ia terkejut mendapati si barang terlepas begitu saja. Dari situlah ia mengetahui bahwa ia mengalami penyakit yang dinamai Carpal Tunnel Syndrom (CTS). Rupanya  tanpa ia sadari kegiatan mengetuk-ngetuk tuts komputer secara intens menyebabkan terjadinya sindro…

NGANTRI KE SURGA

Gambar

IMPIAN, SETELAH LAMA BERSELANG

Gambar
Belum bisa membaca dan menulis waktu orang tuaku mengenalkan Jaya Baya. Aku tidak mengerti apa isinya, pokoknya seru saja melihat gambarnya. Saat aku mulai lancar membaca majalah berbahasa Jawa itu menjadi salah satu favoritku. Aku akan berebutan dengan orang tuaku untuk membacanya. Aku kadang kesal kalau keduluan. Berarti akan lebih lama bagiku untuk bisa membaca rubrik kesukaanku, Taman Putra. Isinya cerita kanak-kanak.

Kadang karena tidak sabar aku jadi mengganggu mereka, bertanya bolak-balik kapan selesai bacanya. Tentu saja orang tuaku jadi kesal, karena keributan yang kulakukan. Hahaha, lucu ya. Tapi begitulah aku, jika sudah menyangkut bacaan selalu egois. Aku jadi yang paling duluan membacanya.


Berawal dari membaca aku jadi bercita-cita ingin menulis cerita juga. Aku mencobanya. Tapi setiap kali mencoba, aku menghapusnya. Jelek banget kata-katanya. Siapa juga yang mau membaca? Pikirku.

Lalu masa kanak-kanak berganti begitu cepat. Aku menjadi remaja, yang lebih sibuk dengan t…

CERITA SI GOKIL : MUNDUR ATAU MAJU JADI PENULIS? TERSERAH LU!

Gambar
Aku penyuka buku pada awalnya. Menyukainya hingga bermimpi punya buku atas namaku sendiri. Tetapi mimpi itu terkubur seiring hari-hari, dan aku melupakannya hingga bertahun-tahun saat blog muncul dan telah trend pada awal aku terjun.
Dari sekedar ngeblog pada 2006, aku mulai merambah lomba-lomba ringan. Lomba-lomba yang mengantarkanku ke lomba-lomba berikutnya, bertemu banyak orang, menjadi rival dan kemudian berteman dengan mereka.
Jangan tanya prestasiku apa. Karyaku belum banyak tembus media. Memang ada sekian antologi, tetapi majalah dan koran? Hwoow, belum banyak. Paling hanya dua jari saja. Aku juga bukan penulis yang produktif luar biasa. Menulis seenak udelnya seperti notes atau blog bisa saja kuposting setiap harinya, tapi fiksi dan non fiksi yang ada tujuannya membuatku sering mampet, terbebani, dan jadi stag mau kemana. Ealah...Belum lagi perkara disiplin dan kemauan yang masih kembang kempis seperti balon kurang isi. Aish! Klop sudah.
Tahun 2012, aku dengan tak terduga l…

MEMBANTU ANAK-ANAK PUTUS SEKOLAH DENGAN RAJUTAN

Gambar
Sederhana saja. Mimpi itu dimulai ketika saya mengaji di daerah Genteng Wetan tahun 2007-an. Saya bertemu dengan beberapa teman baru disana. Kebanyakan masih usia sekolah. Ada satu hal yang saya cermati selama itu. Bahwa di daerah mereka tinggal sudah jamak bila anak-anak putus sekolah. Lebih baik mencari kerja untuk menyambung hidup ketimbang menggapai mimpi lewat jalur pendidikan. Entah dengan prithil brambang, jadi penjahit kodian, atau jual tempe, pokoknya menghasilkan uang. Mengapa demikian? Ketika saya tanya alasan yang dikemukakan memang tak jauh-jauh dari seputar ekonomi. Kemiskinan, butuh makan, adalah hal yang sering terdengar di telinga saya. Lalu terpikir oleh saya bagaimana cara membantu mereka. Tapi bagaimana caranya? Seringnya jalan-jalan ke daerah Genteng Wetan, terutama Cangaan dan sekitar membuat saya sadar daerah itu adalah sentra industri garmen. Disana setiap hari diproduksi beratus-ratus baju sekolah, topi, jilbab, dan mungkin juga baju muslim. Pastilah banyak k…