Postingan

Menampilkan postingan dengan label permainan tradisional

Unggahan Terbaru

Catatan Lebaran 2 : Empat Tahun Lebaran Tanpa Ibu di Sisi

Gambar
Saya lupa tahun keberapa saya memakainya. Dulu mukena itu milik Ibu saya. Kadang saya pinjam saat sholat hari raya, baik Idul Adha atau Idul Fitri. Sejak beberapa tahun silam, meski tidak secara resmi mukena itu berpindah tangan pada saya. Akan tetapi, dalam keseharian jarang dipakai juga. Bukan karena bahannya tidak bagus. Cuma kurang nyaman karena terasa berat dipakainya. Dan sudah hampir empat lebaran ini saya memakai tanpa ada Ibu di sisi saya. Jika dulu setiap sholat hari raya berdampingan dengan Ibu, sekarang tidak. Orang lain yang tidak saya kenallah yang duduk bersebelahan dengan saya. Saya juga mulai terbiasa berangkat sendiri, tidak menunggu-nunggu lainnya.

Tahun 2015, saya masih sempat sungkeman dengan Ibu sebelum beliau meninggal di bulan September 2015. Akan tetapi, setelah itu tidak lagi. Sofa tempat Ibu dan Bapak biasa duduk untuk menerima sungkem dari kami, anak-anaknya, hanya dihuni seorang saja. Bapak saya. Saya tidak tahu apa yang dirasakannya setelah ibu tiada. Saya…

DELAPAN PERMAINAN TRADISIONAL YANG GAUNGNYA HILANG DI ERA DIGITAL

Gambar
Masa sudah berganti. Permainan tradisional yang dulu saya kenal gaungnya sudah mulai menghilang kini. Kegembiraan bocah memainkan permainan anak seperti jaman saya kecil dulu sulit ditemukan. Ketimbang keluar rumah dan bermain di bawah hangatnya matahari, kanak-kanak di era digital lebih mengakrabi permainan yang disajikan lewat komputer, tablet, atau ponsel pintar. Jika terus demikian, maka tak heran bila kemudian permainan tradisional tinggal kenangan. Sayang bukan? Padahal permainan tradisional banyak memberikan manfaat positif seperti : 1.Belajar mencoba hal-hal yang berbau kekuatan dan kecakapan Yang tergolong dalam permainan jenis ini adalah gobak sodor, enthik, bentengan. Tak hanya butuh kekuatan tubuh tetapi jugakecakapan dan strategi agar seseorang bisa memenangkan permainan. 2.Melatih panca indra Contohnya : gatheng, dakon, layangan, delikan (petak umpet), kelereng, dampar. Dengan permainan ini anak diajak meraba, memperkirakan jarak, melatih indra penglihatan dan pendengaran se…