Postingan

Menampilkan postingan dengan label MEMBANTU ANAK-ANAK PUTUS SEKOLAH DENGAN RAJUTAN

Unggahan Terbaru

Pelajaran Gratisan Dari Mereka Yang Bersikap Tak Menyenangkan Saat Diberi Daging Kurban

Gambar
Hari raya Idhul Adha selalu membawa cerita tersendiri untuk masing-masing keluarga. Termasuk keluarga saya. Dulu sewaktu kecil, rumah kami jarang kebagian daging kurban. Sampai-sampai bertanya pada Bapak ,"Orang-orang dapat, kok kita nggak dapat, Pak? Kenapa?" Bapak menanggapinya dengan bijak. Mengatakan mungkin karena kami sudah dianggap mampu, jadi tidak mendapatkannya. Sebagai gantinya Bapak akan membeli daging sendiri, lalu dimasak gulai dan sate sebagi pelipur hati kami.
Tahun berlalu dan kami sudah dewasa. Perkara dapat atau tidaknya daging kurban sewaktu Idhul Adha tak membuat kami risau atau pusing kepala. Dapat syukur, tidak pun syukur. Toh, masih banyak orang yang lebih membutuhkannya. Begitu hemat kami.
Dan Idhul Adha tahun ini, rejeki melimpah bagi kami. Di luar dugaan kami mendapatkan daging kurban yang jumlahnya lumayan. Padahal tahun-tahun sebelumnya biasa saja. Dapat tetapi tidak sebanyak tahun ini. Tak semua dimasak, setelah dibuat satai dan bakso sisanya…

MEMBANTU ANAK-ANAK PUTUS SEKOLAH DENGAN RAJUTAN

Gambar
Sederhana saja. Mimpi itu dimulai ketika saya mengaji di daerah Genteng Wetan tahun 2007-an. Saya bertemu dengan beberapa teman baru disana. Kebanyakan masih usia sekolah. Ada satu hal yang saya cermati selama itu. Bahwa di daerah mereka tinggal sudah jamak bila anak-anak putus sekolah. Lebih baik mencari kerja untuk menyambung hidup ketimbang menggapai mimpi lewat jalur pendidikan. Entah dengan prithil brambang, jadi penjahit kodian, atau jual tempe, pokoknya menghasilkan uang. Mengapa demikian? Ketika saya tanya alasan yang dikemukakan memang tak jauh-jauh dari seputar ekonomi. Kemiskinan, butuh makan, adalah hal yang sering terdengar di telinga saya. Lalu terpikir oleh saya bagaimana cara membantu mereka. Tapi bagaimana caranya? Seringnya jalan-jalan ke daerah Genteng Wetan, terutama Cangaan dan sekitar membuat saya sadar daerah itu adalah sentra industri garmen. Disana setiap hari diproduksi beratus-ratus baju sekolah, topi, jilbab, dan mungkin juga baju muslim. Pastilah banyak k…