Postingan

Menampilkan postingan dengan label wisata

MENIKMATI JAWATAN, YANG SERUPA HUTAN FANGORN, DI KALA LENGANG

Gambar
Jawatan, bukan sekali ini saya mendatanginya. Pada hari-hari libur biasanya terlampau sesak. Di mana-mana manusia, tidak bisa khidmat menikmati keindahannya. Maka saya memilih hari-hari kerja, di mana semua orang sibuk agar bisa mengaguminya secara leluasa. Memotret hal-hal asyik pada tiap sudutnya tanpa terganggu oleh orang-orang yang lalu lalang, pasangan-pasangan yang berpose demi mengabadikan kenangan, sekumpulan anak muda yang ribut foto sana-sini.
Seperti dugaan saya, Jawatan memang sepi di hari-hari kerja. Maka dengan tenang saya berjalan menapaki tanahnya. Melemaskan kaki di bawah naungan dahan-dahan trembesi tua yang saling bertaut membentuk kanopi. Tumbuhan paku yang tumbuh lebat di atas dahan-dahannya yang keriput itu mengingatkan saya pada pria-pria yang menjadi tokoh orang bijak di televisi. Tua, bijaksana, di mana janggut memanjang melengkapinya.
Soal tua, itu memang iya. Konon trembesi di sini sudah ada sejak jaman Belanda. Perkara bijaksana, mungkin para kelelawar yang m…

KEBO-KEBOAN ALASMALANG, TRADISI WONDERFUL INDONESIA DARI TANAH BERJULUK SUNRISE OF JAVA

Gambar
Sebagaimana tertera dalam lagu Umbul-Umbul Blambangan, Banyuwangi adalah tanah endah gemelar ring taman sari nusantara. Secara harfiah kalimat tersebut berarti Banyuwangi adalah tanah indah yang terhampar di taman sari nusantara. Keindahan yang dimaksud tak hanya alamnya saja, budayanya demikian juga. Salah satunya adalah kebo-keboan dari Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh. Tradisi ini biasanya dilaksanakan secara turun-temurun setiap bulan Suro, pada hari Minggu, tanpa melihat hari pasaran. Pertimbangannya pada hari itu semua warga libur sehingga bisa bisa mengikuti jalannya upacara. Adapun tujuan dari upacara adat ini adalah memohon keselamatan dan dijauhkan dari berbagai mara bahaya. Sekaligus perwujudan rasa syukur atas melimpahnya hasil panen dan pengharapan bahwa tahun depan panen kian melimpah dibanding tahun sebelumnya.


 Tradisi kebo-keboan bermula ketika Alasmalang dilanda epidemi penyakit (pagebluk) yang menyebabkan banyak warga meninggal. Pagi sakit lalu sore meninggal ata…