Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2017

CERITA SEDIKIT DARI ROOM TO READ

Gambar
Aplikasi workshop menulis Room to ReadPhase 2 Cycle 3 Desember ini sudah dibuka. Saya yakin banyak penulis yang ingin masuk ke dalamnya. Tetapi, bagaimana sih sebenarnya workshop Room to Read itu? Benarkah pelatihan menulis ini menakutkan? Yang masuk hanya penulis terkenal dan berpengalaman? Mau tahu jawabanya, nih cerita saya... Saya sedikit sangsi sebelum mengirimkan aplikasi ke Room to Read Juli lalu. Bukan apa-apa, saya mendengar kalau yang lolos seleksi di pelatihan ini kebanyakan sudah berpengalaman semua. Sementara saya tidak memiliki pengalaman cukup di bidang penulisan cerita anak. Boleh dikatakan saya baru saja belajar. Karena baru itu belum ada tulisan saya yang lolos media nasional. Bobo belum terdengar, Nusantara Bertutur sama saja, begitu juga yang lain-lain. Kalaupun ada, hanyabeberapa di majalah berbahasa Jawa, Jaya Baya, serta beberapa buah antologi. Jadi, bisa dikatakan mengirim aplikasi ke Room to Read itu bikin saya gamang. Satu hal kemudian menyadarkan saya, kenapa …

“DEAR HUSBAND”, KUMPULAN SURAT CINTA YANG MENUNJUKKAN KETULUSAN DAN KETERIKATAN PENULIS PADA PASANGAN

Gambar
Judul buku: Dear Husband Penulis:Afifah Afra, Sinta Yudisia, Laila, dkk. Tahun terbit: November 2016 ISBN:978-602-6344-07-7 Ketebalan: 128 halaman Cover:Soft Cover Penerbit: Indiva Media Kreasi Harga buku:-
Melihatcover dan membaca judul buku ini tak urung mengingatkan saya pada tahun-tahun 90-an ke belakang di mana orang-orang masih menggunakan surat untuk berkomunikasi dengan lainnya. Termasuk didalamnya urusan cinta. Pada masa itu jamak bagi pasangan untuk mengungkapkan isi hatinya lewat selembar surat berisi kalimat puitis dan romantis. Sekarang situasi sudah berbeda. Pola komunikasi berubah masa kini telah berubah. Kecepatan komunikasi di era digital membuat acara mengirim dan menerima pesan terjadi secara instan. Anda bisa dengan mudah menerima pesan singkat yang terdiri dari beberapa kalimat, lalu membalasnya dengan cepat dengan emosi yang sama pula. Saat Anda tengah tenang mungkin tak apa-apa, tetapi emosional melandaperbedaan penafsiran bisa jadi pangkal permasalahan.