Postingan

Menampilkan postingan dengan label sosial media

Unggahan Terbaru

Pelajaran Gratisan Dari Mereka Yang Bersikap Tak Menyenangkan Saat Diberi Daging Kurban

Gambar
Hari raya Idhul Adha selalu membawa cerita tersendiri untuk masing-masing keluarga. Termasuk keluarga saya. Dulu sewaktu kecil, rumah kami jarang kebagian daging kurban. Sampai-sampai bertanya pada Bapak ,"Orang-orang dapat, kok kita nggak dapat, Pak? Kenapa?" Bapak menanggapinya dengan bijak. Mengatakan mungkin karena kami sudah dianggap mampu, jadi tidak mendapatkannya. Sebagai gantinya Bapak akan membeli daging sendiri, lalu dimasak gulai dan sate sebagi pelipur hati kami.
Tahun berlalu dan kami sudah dewasa. Perkara dapat atau tidaknya daging kurban sewaktu Idhul Adha tak membuat kami risau atau pusing kepala. Dapat syukur, tidak pun syukur. Toh, masih banyak orang yang lebih membutuhkannya. Begitu hemat kami.
Dan Idhul Adha tahun ini, rejeki melimpah bagi kami. Di luar dugaan kami mendapatkan daging kurban yang jumlahnya lumayan. Padahal tahun-tahun sebelumnya biasa saja. Dapat tetapi tidak sebanyak tahun ini. Tak semua dimasak, setelah dibuat satai dan bakso sisanya…

Dibalik Jari-Jari Yang Doyan Menebar Hujatan, Ada Kita Yang Gagal Mengendalikan

Gambar
Hari ini kelima jari bergentayangan di dunia maya. Melongok akun artis-artis dan MUA (make up artist)yang banyak bertebaran di sana. Aih, Bubah Alfian ternyata baru saja menggarap wajah Via. Itu tuh penyanyi dangdut asal Jawa Timur yang terkenal dengan lagu "Sayang"-nya. Melihat foto itu mata kelima jari mengerut, hati kelima jari tak senang. Sepertinya ada yang kurang. Wajah Via Vallen itu kurang tirus ke mana-mana. Tidak heran di foto yang nampak pipi semua. Aih, gatal masing-masing jari mulai gatal. Tak pelak muncul komentar "Ya ampun, pipinya itu nggak nahan. Benerin dong, biar tirusan. Udah banyak uang ini lho!"
Bosan menengok instagram, pindah lagi kelima jari ke akun sosial media lainnya, Facebook. Ada seorang perempuan mengunggah foto bekal untuk anak buatannya. Cantik sih, tapi kok isinya mie instan. Terus itu loh, kok ya saben hari telur terus-terusan. Apa tidak ada lauk lainnya? Yang lebih hebat seperti daging panggang atau udang misalnya. Kelima jari pun g…