Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2010

PEJALAN JAUH PART 8

Gambar
Sejak bertemu denganmu aku merasakan sesuatu yang berbeda. Pikiran bebasmu menyeretku ke satu dunia yang tak pernah kumasuki sebelumnya. Dunia penuh mimpi, dunia yang kuabaikan selama ini. “ Bermimpilah karena mimpi tidak bayar. Untuk apa takut bermimpi, apa kau tahu banyak hal hebat di dunia ini berawal dari mimpi,” katamu seolah percikan api yang membakar hasrat diri. Begitukah? Bagaimana jika aku kehilangan segala kenyamanan yang kupunya hanya untuk mengejar sebuah mimpi yang belum pasti? Inilah hidupku, ini pilihanku. Sesuatu yang memang kusukai sejak dulu. “ Benarkah itu?” ucapmu sambil menuang air panas dalam gelas berisi bubuk kopi. “ Jika kau suka mengapa kau selalu mengeluh? Tak pernah kulihat kau merdeka di dalamnya.” Diam tak bisa berkata-kata. Kutekuri tanah di bawah kakiku. Mengiyakan dalam hati ucapnya itu. Kau benar. Aku tak merdeka. Aku sudah lupa apa arti merdeka. Orang lain melihatku tampak bahagia, sesungguhnya tidak di dalam sana. Tapi aku selalu menepiskan …

KAPAN LAGI BISA NYAMBIT PAK BM PAKE SANDAL?

Jam 15.15.
Di luar hujan. Suasana muran. Tapi muka Pak BM lebih seram. Segala vampire, hantu, atau jin perayangan lewat kalau disandingkan dengan Pak BM sekarang. Nggak ada yang berani dekat, apalagi nyapa. Bukan kenapa-napa sih. Hanya males dapat ganjarannya. Lha mosok yang paling ringan lirikan setajam silet. Po ra remuk nanti? Ck, ck, ck…sampeyan makan apaan tadi siang? Semut rang-rang?
Mendadak…
“ Intaaaaan…Moleeen! Reek… Aduh piye iki?!”
Jeritan itu bikin hati kita rontok sendiri-sendiri. “ Alamat bakal di sate sama Pak BM,” bisikku di telingan Mbak Intan. Mbak Intan bermuka pasrah, udah siap aja kalau nanti ditimbuni gunungan sampah amarah.
Pintu ruang dibuka. Pak BM lagi naik di atas kursi sambil nunjuk-nunjuk ke bawah meja. Dimana seekor kecoak ber-asereje gila! Mainin sungutnya kemana-mana, maju mundur semaunya, dan bikin Pak BM geli-geli gimanaaa…
“ Bunuh! Bunuh dia!”
Aku dan Mbak Intan saling pandang. Tak mau saling mendahului. Apalagi menyaingi.
“ Bunuh! Tunggu apa lagi?…

Ungkap Kepribadianmu dari Gambar Rumahmu!

Ungkap Kepribadianmu dari Gambar Rumahmu!
Dear Afin Yulia, Anda telah menggambar sebuah rumah. Berikut adalah analisanya:
웃 : Rumah Anda mengatakan bahwa Anda harus menjadi pemimpin.
웃 : Anda pandai mencari teman dan ketika tiba saat gembira,
웃 : anda membuat mereka gembira.
웃 : Anda pemalu dan pendiam. Anda selalu ingin hidup sendirian.
웃 : Jika Anda memiliki masalah, Anda butuh teman utk berbagi dengan Anda.
웃 : Hidup Anda selalu penuh perubahan.
웃 : Ketika datang cinta, Anda menutup diri.
웃 : Sulit untuk mendapatkan hati Anda,
웃 : karena Anda telah memutuskan utk menjaga perasaan Anda jauh di dalam.
웃 : Anda adalah orang biasa dan low profile.
웃 : Anda juga akan bertemu keberhasilan dalam hal-hal penting,
웃 : tanpa banyak kesulitan.
웃 : Anda memiliki kepribadian kuat dan Anda suka memerintah,
웃 : berpengaruh dan mengontrol orang.
웃 : Anda menambahkan bunga ke dalam gambar Anda.
웃 : Bunga menandakan bahwa Anda memiliki cinta untuk waktu yang lama.
웃 : Kami juga melihat bahwa Anda s…

PAK ISDIYANTO, ALDY, DAN TUTEHWATI

Sudah ngeblog sejak Mei 2006, kalau dihitung-hitung sudah 4 tahunan. Usia yang panjang, dengan berbagai tulisan. Kebanyakan bukan hal yang hebat. Biasa saja. Tergantung apa yang lewat di angan-angan.

Tentu saja juga punya banyak teman. Dari blogwalking yang dulu sering kulakukan. Sekarang? Jarang.Mungkin tak pernah lagi. Entahlah. Karena kerjaan atau sudah tak terlalu bersemangat lagi.
Diantara mereka ada Pak Isdiyanto dari SEmarang, Aldy dari Bandung, dan Tutehwati (Tuteh Pharmantara ding.

Sewaktu dulu saya malas-malasan. Enggan apdet karena satu hal, Tuteh selalu muncul dan bilang ," Apdeeet Sistaaa...Jangan cuma fb-an ajaa!"

Pelan-pelan semangat yang hilang muncul kembali. Tumbuh dengan kegilaan lain. Biasanya lebih sering ditaruh di facebook, dalam bentuk note.

Aldy.
Sudah jadi teman sejak lama. Tapi memang tergolong blogger yang jarang apdet karena kesibukannya. Pernah berbulan-bulan nggak ada isinya. Dari jaman dia masih single fighter sampai kini sudah jadi pasangan …

SEMPURNA

Masih berpikir tentang sempurna ketika melihatnya. Tinggi cantik putih, mempesona. Rambutnya coklat pirang, high heels-nya nggak ketulungan. Tinggi, runcing, langsing. Selangsing kaki belalangnya yang terpampang hingga di pertengahan paha, selebihnya menghilang di balik rok ber-rimpel warna baby pink. Naik ke atas sedikit sampai ke pinggang rampingnya. Melihat ukurannya mana mungkin 28, pasti 27 atau 26 ya? Dan wajah itu betapa putihnya, mulus tanpa noda. Mungkin hasil karya salon-salon terkemuka. Bukan yang murahan, mana mungkin perempuan se-elite dia pergi ke salon macam itu. Mungkin saja dokter spesialis kulit seperti bosku-yang katanya harus mengeluarkan uang beratus-ratus ribu maybe moore untuk kulit sehat sempurna, seperti Apel New Zealand atau sejenisnya, yang merah merona. Menggoda, minta digigit saja. Ya Tuhan, aku kok jadi iri ya. Ingin rasanya memiliki apa yang ia punya. Ia sempurna seperti gambaran wanita-wanita dalam iklan. Andai saja waktu bisa diputar, aku ingin l…

MENILAI PEREMPUAN

Gambar
Sudah biasa mendengarkannya cerita. Panjang lebar. Lagi-lagi tentang perempuan. Membosankan, hanya sekedar ham-hem saja reaksi yang keluar. Sementara mata tetap menatap ke depan, pada layer computer sambil mengetikkan angka-angka. Biasalah, mengerjakan nota. Si pencerita tak sadar si pendengar tak benar-benar mendengar. Pikirannya sibuk melayang-layang, menuliskan satu persatu paragraph tentang bagaimana harusnya menilai perempuan.

“ Menilai perempuan harusnya jangan hanya dari ukuran dada dan pinggang. Mana bisa itu jadi patokan. Sebab perempuan lebih kompleks dari sekedar ukuran. Bisa jadi ukuran si perempuan ideal seperti model-model iklan. Tapi adakah semua itu mencerminkan bagaimana si perempuan? Tidak. Ukuran dada dan pinggang hanya akan menimbulkan ketercengangan, decak kekaguman. Namun sesungguhnya ukuran yang harus diperhitungkan adalah di bagian dalam. Ketika ia tersenyum melihatmu datang. Sabar menghadapi omelanmu sewaktu mantel hujan yang kau pakai kemarin lupa ia bersihk…

BUNDA PENGEN MELEK TEKNOLOGI

Sepele saja, Bunda pengen tahu menggunakan fitur yang ada di ponselnya, seperti kamera dan berinternet ria. Selama ini meski ada Bunda memang tak pernah menjamahnya. Paling hanya sms dan telepon saja. Katanya ," biar ibu nggak kuper-kuper amat."

Tumben. Mendadak pengen bisa. Apa karena kami sering cerita kalo kadang kami, aku, wendy, raka suka ngobrol di dunia maya. Narsis dengan berbagai gaya via kamera ponsel. Bahkan browsing cari-cari sesuatu lewat ponsel kami itu? Entahlah.

Tapi yang jelas Bunda pengen bisa. Maka dengan penjelasan mudah, aku mengajari ibu. Lewat mana masuknya, trus kemana.

"lho kok wajahku ndak keliatan,'' ibu melongo.
Ya, Bu kameranya dibelakang coba balik pantat ponselnya, luruskan kamera dengan wajah. Tuh kan keliatan.
Bunda manggut.

Lalu internetnya. Belum dicoba sendiri setelah diajari dua hari sebelumnya.

Ealah...