Postingan

Menampilkan postingan dengan label lover yourself

Unggahan Terbaru

Pelajaran Gratisan Dari Mereka Yang Bersikap Tak Menyenangkan Saat Diberi Daging Kurban

Gambar
Hari raya Idhul Adha selalu membawa cerita tersendiri untuk masing-masing keluarga. Termasuk keluarga saya. Dulu sewaktu kecil, rumah kami jarang kebagian daging kurban. Sampai-sampai bertanya pada Bapak ,"Orang-orang dapat, kok kita nggak dapat, Pak? Kenapa?" Bapak menanggapinya dengan bijak. Mengatakan mungkin karena kami sudah dianggap mampu, jadi tidak mendapatkannya. Sebagai gantinya Bapak akan membeli daging sendiri, lalu dimasak gulai dan sate sebagi pelipur hati kami.
Tahun berlalu dan kami sudah dewasa. Perkara dapat atau tidaknya daging kurban sewaktu Idhul Adha tak membuat kami risau atau pusing kepala. Dapat syukur, tidak pun syukur. Toh, masih banyak orang yang lebih membutuhkannya. Begitu hemat kami.
Dan Idhul Adha tahun ini, rejeki melimpah bagi kami. Di luar dugaan kami mendapatkan daging kurban yang jumlahnya lumayan. Padahal tahun-tahun sebelumnya biasa saja. Dapat tetapi tidak sebanyak tahun ini. Tak semua dimasak, setelah dibuat satai dan bakso sisanya…

Cintai Diri Sendiri Dengan Bersyukur Dan Berhenti Merasa Kurang, Meski Untuk Mencapainya Butuh Proses Panjang

Gambar
Pernah pada suatu masa saya tidak menyukai diri saya. Setiap bercermin yang terlihat adalah kekurangan, keburukan, dan ketidakmampuan. Itu-itu saja. Kebaikan, kepandaian, atau kelebihan tak terlihat di sana. Padahal orang lain tak melihatnya demikian. Akan tetapi saya tak mudah diyakinkan. Sewaktu orang lain berpikir saya memiliki kepandaian, saya bersikap kebalikan. Saat orang berkata saya punya banyak kelebihan, saya hanya mengerutkan kening dan berpikir "Masa iya?". Saat orang berujar saya punya kemampuan, saya malah mengecilkan. Bahkan saya kerap merasa bahwa orang-orang mengatakan itu hanya untuk menyenangkan saya, bukan setulusnya. Bisa jadi dibelakang lain lagi yang dipikirkan.
Semua pikiran itu tak membuat saya bahagia. Seperti belenggu, ia mengurung saya dalam kubangan kenegatifan. Hingga suatu hari saya menonton televisi, penerimaan pada diri adalah penyebab seseorang mengalami masalah semacam ini. Jika tidak dituntaskan maka akan berlarut-larut dan menjadi batu sand…