Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2014

MENDUNG DAN BERIBU KETAKUTAN TAK BERALASAN

Gambar
Mendung memang, tapi ketimbang mengeluhkannya mengapa kau tidak mencari payung dan melangkah sesuai rencana yang kau inginkan. Becek, cipratan air kotor, dan basah di badan itu resiko yang harus diambil. Tapi itu lebih baik daripada duduk tanpa berbuat apa-apa selain menggerutu nasib sial yang menimpa kita.
“Aduh, tapi diluar terlalu dingin, kau tahu kan aku tak kuat dingin. Kalau aku sakit bagaimana bisa sampai di tempat tujuan?”
Kau benar, memang diluar dingin. Tapi kau masih punya jaket, kawan. Pakai saja dan teruskan perjalanan.

[Fiksi Blogfam] My Dad Is Presiden

Gambar
Bab 1. Hayalan Tingkat Dewa Candha baru saja tiba di bandara Soekarno Hatta waktu melihat rombongan Paspampres. Rupanya mereka mengawal anak Presiden Indonesia. Candha jadi teringat dirinya 8 tahun silam. Ia jingkrak-jingkrak begitu Bapaknya terpilih dalam Pilpres 2014. Ia berlinang air mata membayangkan enaknya jadi anak RI 1. Ia akan dikenal dan dielukan seantero negara. Soal cinta takkan lagi merana. Jika dulu ditolak kini ia dicari-cari. Candha berlinang air mata, sampai ia sadar satu kelas memandangnya bak alien salah naik pesawat.
Bab 2. Why Me? Setelah Bapaknya resmi jadi presiden, Candha mendadak jadi trending topik di mana-mana. Bukan karena prestasi melainkan karena gaya berpakaian dan omongan medhoknya. Semua bilang ia norak dan kampungan. Kata Mama ia tak usah menghiraukannya. Bagaimana bisa? Bila setiap hari berita tersebut didengarnya. Untung ada Kiana, gadis keturunan China yang punya nasib tak jauh beda dengannya. Dengan cewek cupu itulah ia menemukan kawan senasib sepenan…

GREEN CORNER

Gambar
Tidak perlu menjadi anggota green peace untuk menyelamatkan dunia. Cukup tanami halaman rumah atau jalan-jalanmu dengan pohon dan bunga. Selain menyejukkan mata, tanaman membantu menyerap karbon dan meredam polusi udara. Meski kadarnya tak sebaik trembesi, angsana, atau akasia.


Cantik

saya  menemukan keindahan ini di halaman orang dan sudut jalan


MERIANG (HADIAH DARI TUHAN)

Gambar
Jika kamu luar biasa, merasa diri tiada duanya Takkan bisa dibandingkan hebatmu dengan lainnya Tunggu saja saat hadiah kecil Tuhan mampir padamu Mulailah sang virus menyerang Hidung melerdan tenggorakan radang Menelan susah, bernapas susah Miring ke kiri susah, ke kanan juga Kepala pening dan nyut-nyutan Rasanya lebih enak tinggal di rumah timbang kelayapan
Mulailah mengumpatsembarang binatang Menyesali kenapa meriang muncul saat tak diinginkan (memangnya meriang pernah diinginkan?) Kerja lagi numpuk, deadline sudah di depan mata Huuh, apa namanya kalo tidak disaster Bila kau lebih suka menyumpal kepala dengan bantal ketimbang kerja?

PESTA TAHUN BARU : HITUNG MUNDUR HARI KEMATIANMU

Gambar
kembang api meluncur ke angkasa

Pesta tahun baru selalu identik dengan pesta dan beragam keseruannya. Tapi Misty berbeda, dia bilang di Pesta Tahun Baru : menghitung mundur hari kematianmu.

Semua dimulai ketika ia bertanya  ,”Kamu merayakan tahun baru kemarin itu?”

Saya geleng kepala. Saya memilih di rumah, nonton, teve, lalu tidur nyenyak guling-guling kasur.

“Ha, kenapa?” tanyanya.

“Hujan, Mis. Males basah-basahan. Lagian juga isinya begitu-begitu aja.”

“Saya juga,” Misty yang biasanya cengengesan berubah jadi serius.

“Saya malah mewek malem itu.”

“Kenapa? Karena situ jomblo, jadi ndak ada yang ngajakin keluar gitu.”

“O, sontoloyo! Bukan.”

“Terus kenapa, Sri Misty Plekenut Hokya?”

Misty diam lalu berkata ,”Lha piye to kamu itu? Setiap tahun berlalu usia berkurang satu. Detik-detik jelang pergantian tahun waktu orang menghitung mundur, saya kok jari mikir sebenarnya kita sedang menghitung mundur hari kematian kita sendiri? Orang-orang ndak sadar soal itu, dan justru merayakannya.”