Postingan

Menampilkan postingan dengan label guru favorit

Unggahan Terbaru

Pelajaran Gratisan Dari Mereka Yang Bersikap Tak Menyenangkan Saat Diberi Daging Kurban

Gambar
Hari raya Idhul Adha selalu membawa cerita tersendiri untuk masing-masing keluarga. Termasuk keluarga saya. Dulu sewaktu kecil, rumah kami jarang kebagian daging kurban. Sampai-sampai bertanya pada Bapak ,"Orang-orang dapat, kok kita nggak dapat, Pak? Kenapa?" Bapak menanggapinya dengan bijak. Mengatakan mungkin karena kami sudah dianggap mampu, jadi tidak mendapatkannya. Sebagai gantinya Bapak akan membeli daging sendiri, lalu dimasak gulai dan sate sebagi pelipur hati kami.
Tahun berlalu dan kami sudah dewasa. Perkara dapat atau tidaknya daging kurban sewaktu Idhul Adha tak membuat kami risau atau pusing kepala. Dapat syukur, tidak pun syukur. Toh, masih banyak orang yang lebih membutuhkannya. Begitu hemat kami.
Dan Idhul Adha tahun ini, rejeki melimpah bagi kami. Di luar dugaan kami mendapatkan daging kurban yang jumlahnya lumayan. Padahal tahun-tahun sebelumnya biasa saja. Dapat tetapi tidak sebanyak tahun ini. Tak semua dimasak, setelah dibuat satai dan bakso sisanya…

Bu Sih Pitajeng, Guru Favorit Karena Cara Ngajarnya Yang Asyik

Gambar
Biologi selalu menjadi pelajaran favorit saya di bangku SMA. Saya suka membaca segala sesuatu didalamnya, terlepas gurunya pandai menerangkan atau tidak. Toh, masih ada bukunya. Kalau cara guru menerangkan membosankan, tinggal buka paketnya saja. Beres. Lain halnya dengan matematika. Mungkin karena pada dasarnya kurang suka segala sesuatu yang berbau hitungan. Gurunya seenak apapun saya tetap ngos-ngosan mengejar. Kembali ke pelajaran Biologi, Bu Sih Pitajeng ini baru mengajar saya dan kawan-kawan di kelas tiga. Beliau sosok yang gesit, ramah, dan menyenangkan. Cara mengajarnya mengasyikkan. Dan tidak pernah menggunakan kekerasan, untuk membuat kami mendengarkannya. Intonasi suara yang tinggi pun tidak. Belajar Biologi dengan beliau itu seperti mendengarkan cerita. Saking ngalir dan enaknya bahkan pelajaran genetika yang rumit itu pun bisa kami terima dengan baik. Bisa dibilang tidak ada anak yang tidur sampai ngowoh karena bosan  bila beliau menerangkan. Semua "on fire" jika…