Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2006

Unggahan Terbaru

SISI LUCU KEMARAU

Selalu ada sisi lucu yang saya ingat saat kemarau tiba. Sewaktu kecil saya selalu menangis bila harus ngungsi mandi ke sungai bila sumur di rumah kering. Cob bayangkan gimana caranya saya bisa mandi dengan nyaman kalau semua mata seolah menatap saya (padahal tidak). Saya bisa celingukan kesana kemari sementara orang lain bisa membuka baju begitu saja dengan wajah tanpa dosa di tempat seterbuka itu. Jadi setiap kali saya niat mandi dan ada orang lewat, saya pun berhenti, begitu seterusnya hingga sungai sepi gelondangan. Alhasil jika saya berangkat mandi jam empat, saya baru pulang menjelang maghrib.

Saat awal kuliah, kemarau panjang yang melanda membuat saya pontang-panting menyelamatkan tanaman peliharaan dari kematian. Kalau tidak praktikum Dasgro (dasar-dasar Agronomi) saya akan gagal. Suatu hari sehabis praktikum Da-da-I-ta (Dasar-dasar Ilmu Tanah) saya langsung ke lahan, dan berusaha keras mengambil air dari sumur berjarak 100 m dengan ember kecil karena sumber air terdekat telah k…

TAMU AYAH DARI AMERIKA

Gambar
Sebentar lagi ayah saya (baca Presiden SBY) akan kedatangan tamu istimewa. Layaknya bila ada tamu ayah saya pun berusaha menjamu dengan baik hingga halaman rumah kami (baca Kebun Raya Bogor) diusik, lalu lintas di seputar rumah dialihkan, dan jalur komunikasi macet pada hari itu kecuali untuk yang berkepentingan dalam acara ramah tamah di rumah kami (baca Istana Bogor). Sebagai anak saya tak keberatan bila pria pemeran Presiden Amerika dalam sitkom "Amerika Polisi Dunia" itu datang dan berbincang dengan ayah. Tapi saya tak paham jika gara-gara itu saya dan anak-anaknya yang lain (baca masyarakat) tidak boleh berseliweran. Oh ayah siapa sih sebenarnya pria itu? Apakah dia seorang artis yang tengah naik daun dan merasa parno pada bidikan Paparazzi atau Kaum Penguntit (baca Penentang) karena ulahnya sendiri?



Ayah, sebenarnya apa sih yang akan dibicarakan denganmu hingga memerlukan hansip (baca pengawal) se-Indonesia Raya? Mengapa serepot itu cuma demi pertemuan yang hanya sekia…

HATI-HATI, ADA HANTU DI JALANAN

Gambar
Pernahkah kamu jalan sendirian saat malam dan tiba-tiba sebuah sosok asing dalam helm cakil mendekatimu pelan-pelan dengan motonya? Lalu , saat kau tengah berpikir siapa dia, tiba-tiba dia meraup dan meremas dadamu kemudian melesat meninggalkanmu dengan seonggok kekesalan. Aku yakin kamu pasti menyesal karena tak sempat menitipkan setumpuk  batu di kepala si hantu gerayangan, iya kan? Aku tahu bagaimana rasanya, karena aku salah satu korbannya.
Atau pernahkah kamu tengah sendirian di suatu jalanan ramai yang sialnya kebetulan sepi saat kau lewat dan tiba-tiba seorang pria asing memanggilmu seraya meraba-raba risletingnya? Lalu whoaaa! muncullah pemandangan yang membuatmu berharap semaput saat itu juga. Ya itu artinya kamu telah digoda oleh seekor "HANTU CABUL" yang suka memberi pelajaran tentang organ reproduksi kaum pria secara gratisan. Well, inipun sudahk kualami dulu...
Tahukah kalian kejadian diatas bisa terjadi pada siapa saja, tak peduli kamu cantik, jelek, berjilbab…

KALAU SAJA AKU YANG MENULISNYA... HEHEHEHE...

Saat membaca postingan adikku yang no 2,5 itu minggu lalu tadinya aku tak merasa aneh, cuma begitu membaca komentar-komentar di dalamnya, barulah saya merasa ada yang aneh. Ada apa sih kok semua pada komen aneh gitu? Ada yang sebel, ada yang nyuruh sabar, apa sih yang terjadi? Yang mana yang bikin rame itu? Begitu aku ngobrol dengan empunya blog, aku baru merasa jelas apa yang bikin masalah itu. Saking penasaran aku masuk lagi ke blognya, dan membacanya sesingkat mungkin. Dalam hati aku tertawa...is this the trouble maker?

Sesungguhnya isinya biasa, cuma curahan hati yang berisi kenangan pertama saat bertemu dengan pujaannya serta cerita yang mengikutinya. Tak terlalu aneh, biasa saja bila saja aku yang menulisnya, dan menjadi aneh bila seorang ikhwan seperti Awi (my lovely bro's di dunia maya) penulisnya. Orang tahu bagaimana dia dan kedalamnya dalam agama, kurasa karena kondisi itulah ekspektasi orang padanya jadi terlalu tinggi. Aku tak terlalu heran jika Awi menulis 'hal …

WASPADA...PEDOFILIA DIMANA-MANA

"Psst...ada bocah kecil disodomi," begitulah bisik-bisik yang mendadak memanaskan suasana lingkungan tempat saya tinggal saat masih kerja di Bali dulu. Berdasarkan cerita para tetangga pelakunya adalah seorang pria pengangguran yang tetap betah melajang hingga usianya lebih dari tiga puluh lima tahun dan punya riwayat doyan nonton VCD porno."Kok gak cari pelacur aja sih?" celetuk seseorang dengan geram.

Tetapi gimana mo beli perempuan lha wong dia seorang pengangguran jaya. Kemungkinan karena gak punya duit untuk menyewa jasa pelacur, gak punya istri pula, hingga dia menjadikan bocah itu sebagai pelampiasan syahwatnya yang melambung tinggi sehabis nonton film "blue banget" itu. Si ibu sendiri baru tahu kalau putranya telah 'dikerjai' si tetangga saat ia mendengar salah seorang putranya mengolok-olok kebodohan si adik yang mau 'digituin' oleh pria itu dalam suatu pertengkaran. Si ibu yang curiga langsung bertanya dan mendapati kebenaran yan…