Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2008

TES (KE) HAMIL (AN) YANG BIKIN AAAARRGGGH!!

TES (KE) HAMIL (AN) YANG BIKIN AAAARRGGGH!!

What?! Saya langsung nyengir mendengar cerita sahabat saya tentang seorang pria yang melakukan tes kehamilan dulu pada perempuan yang akan dinikahinya.
“ Sialan! Kalo gini ceritanya enak di elu gak di gue dong…” batin saya usai dengar ia bicara.
Apa pasal? Karena tes tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah si pacar subur atau tidak. Si pria melakukan hal itu karena mantan istrinya yang dulu, baru diketahui mandul setelah menikah beberapa lama.

“ Untuk alasan begini seorang pria bisa melakukan tes drive terlebih dulu?” batin saya sebal. Ah kok jadi kayak mobil to di tes drive dulu?
“ Lha terus si wanita gimana lo?” tanya saya pada sahabat saya lagi.
“ Ya dikawini, wong si perempuan bisa hamil.”

Woh ediaaan! Insane! Crazy!

“ Trus gimana coba kalo si perempuan gak hamil-hamil? Apa dia juga akan meninggalkan si pacar gitu aja lantas cari yang lain lagi? Kalo gitu bakal berapa banyak perempuan yang jadi korban? Hiiigh, pria itu benar-benar…

ARE YOU READY TO MARRY?

Gambar
Sometimes marriage seems easier to understand
for what it cuts out of our lives than for what it
makes possible within our lives. When I was
younger this fear immobilised me. I did not want to
make a mistake.

I saw my friends getting married for reasons of
social acceptability, or sexual fervour, or just
because they thought it was the logical thing to do.
Then I watched as they and their partners became
embittered and petty in their dealings with each other.

I looked at older couples and saw, at best, mutual
toleration. I imagined a lifetime of loveless nights
and bickering days and could not imagine
subjecting myself or someone else to such a fate.

On rare occasions, I would see old couples
somehow seemed to glow in each others
presence. They seemed really in love, not just
dependent upon each other and tolerant of each
others foibles. It was an astounding sight, and
it seemed impossible. How, I asked myself, can
they have survived so many years of sameness, so
much irritation at t…

SETIA ITU NGGAK PAKE KOMA

Gambar
S-E-T-I-A.
Setia.
Harusnya sih setia itu nggak pake koma, tapi pake titik Tapi ternyata saya tak bisa melakukannya ketika segala sesuatu yang menggoda hadir di depan mata. Mengirimkan sinyal-sinyal rahasia agar saya memilikinya meski dia sudah ada yang punya. Hwoooh. Enaknyaaaaa…Bagi dooong, pengen niiih…


Gara-gara dia-lah kesetiaan yang saya canangkan gagal di tengah jalan. Gara-gara dialah keinginan saya untuk menepati janji nggak kesampaian. Padahal di buku sudah saya tuliskan kemauan saya buesar-bueesaar! Kayak gini nih :

JANJI
MENGURANGI MAKAN NASI
BANYAK-BANYAK MAKAN SAYUR
KURANGI MINUMAN MANIS
PERBANYAK MAKAN BUAH
OLAHRAGA BIAR SEHAT
SETIA DENGAN PASANGAN (HEHEHE ) JANJI DING

Lalu apa yang terjadi? Saya enggak kuat.
Saya memang sukses mengurangi makan nasi, hingga sampai taraf 5 sendok tiap kali makan. Nah lo kok gagal? Ya iyalah, wong acara ngemilnya terus jalan.
Bukan hanya itu janji untuk makan banyak sayur pun gagal karena kecuekan saya.
Soal minuman manis saya memang …