Postingan

Menampilkan postingan dengan label Short Story Girl : Pendek Itu Menyakitkan

PELAJARAN DIBALIK TERBITNYA SEBUAH BUKU

Gambar
Tahun ini adalah tahun luar biasa buat saya. Dua antologi (LoveAt School terbitan Elex dan Jomblo :Prinsip Atau Nasib terbitan Indiva), tiga novel kolaborasi saya juga terbit berurutan. Dimulai dari Short Story Girl: Pendek itu Menyakitkan (Sheila, imprint Penerbit Andi) yang terbit November 2014. Lalu disusul The UdikGirl (Sheila), Maret 2015. Tak berapa lama kemudian (hanya selang beberapa hari dari The Udik Girl), Glamo Girl terbit juga. Kali ini yang menerbitkan adalah Senja, imprint Diva Press.


Lalu apa yang saya rasakan setelah itu? 
Bangga nggak sih?
Bangga, senang...layaknya orang yang bukunya diterbitkan. Tetapi setelah itu saya kok malah jadi kepikiran, ternyata setelah lebih dari sepuluh antologi dan tiga novel diterbitkan, saya semakin merasa kurang.
Hah, apanya? Duitnya? 
Eh, bukan ( kalau duitnya tak usah dibahas hihi). Kurang yang saya maksudnya itu justru soal pengetahuan. Dan saya merasa terbitnya buku-buku itu memberi banyak pelajaran.

QUESTION OF LIFE : APAKAH PENDEK DAN BERWAJAH BIASA ITU MENYAKITKAN?

Gambar
(Source : Sheila books)
Badan boleh pendek, tapi percaya diri jangan sampai sependek badan ini. Tinggi boleh kurang, tapi kita tak boleh kurang keistimewaan. Kebaikan hati dan senyum tulus dalam diri kalian sering kali menutup segala jenis kekurangan.”
Itulah kalimat tertulis di lembar terima kasih yang tertera dalam novel“Short Story Girl : Pendek Itu Menyakitkan?” yang terbit November lalu. Ih gaya banget ya, sok pake nulis kayak gitu segala. Tapi bukan tanpa alasan saya mengatakannya. Saya berharap siapapun yang tinggi badannya aduhai semampai kayak saya berhenti membenci kekurangannya. Malahan mereka harus berbahagia dengannya. Kenapa? Mari kita mulai saja ceritanya. Saya terlahir sempurna, tidak kurang suatu apa. Kecuali dua, tinggi dan muka biasa saja. Saya bersyukur otak saya tidak bebal-bebal amat, sehingga saya bisa menyelesaikan sekolah dengan nilai yang cukupan. Pokoknya nggak memalukan kalau dipamerin di meja makan (lha itu apaan? Taplaknya apa sendoknya hahaha). 
Back to the…