Postingan

Menampilkan postingan dengan label Same Sex Attraction

Unggahan Terbaru

Catatan Lebaran 2 : Empat Tahun Lebaran Tanpa Ibu di Sisi

Gambar
Saya lupa tahun keberapa saya memakainya. Dulu mukena itu milik Ibu saya. Kadang saya pinjam saat sholat hari raya, baik Idul Adha atau Idul Fitri. Sejak beberapa tahun silam, meski tidak secara resmi mukena itu berpindah tangan pada saya. Akan tetapi, dalam keseharian jarang dipakai juga. Bukan karena bahannya tidak bagus. Cuma kurang nyaman karena terasa berat dipakainya. Dan sudah hampir empat lebaran ini saya memakai tanpa ada Ibu di sisi saya. Jika dulu setiap sholat hari raya berdampingan dengan Ibu, sekarang tidak. Orang lain yang tidak saya kenallah yang duduk bersebelahan dengan saya. Saya juga mulai terbiasa berangkat sendiri, tidak menunggu-nunggu lainnya.

Tahun 2015, saya masih sempat sungkeman dengan Ibu sebelum beliau meninggal di bulan September 2015. Akan tetapi, setelah itu tidak lagi. Sofa tempat Ibu dan Bapak biasa duduk untuk menerima sungkem dari kami, anak-anaknya, hanya dihuni seorang saja. Bapak saya. Saya tidak tahu apa yang dirasakannya setelah ibu tiada. Saya…

KETIKA DIA BERKATA “SAYA PUNYA ORIENTASI SEKSUAL BERBEDA”

Gambar
Seperti ditoyor rasanya begitu mendengar pengakuan semacam itu dari teman saya. Untunglah pengakuan tersebut disampaikan lewat sms, kalau tidak ...entahlah harus bersikap bagaimana di depannya. Dia mengatakan sejak kecil ia menyadari sudah berbeda. Semakin besar perasaan itu semakin menguat. Tentu saja tidak ada yang mengetahuinya, ia memendam kuat-kuat perasaan itu bahkan kepada orang tuanya. Yang tahu siapa? Beberapa orang tahu, termasuk saya. Lalu lainnya? Ya mungkin menduga-duga. Tetapi, tidak ada yang bisa membuktikannya.
Lalu, apakah dia sadar ketertarikannya pada sesama jenis itu dilarang agama? Iya. Dia sadar bahwa itu salah, tetapi lepas begitu saja juga tidak mudah.
Nelangsa saya mendengarkan. Saya membayangkan jadi ibunya, kakaknya, adiknya, bapaknya, dan temannya di saat yang sama. Apa yang harus saya lakukan jika jadi mereka? Apakah saya akan membencinya, menghardiknya, memukulnya dengan kata-kata yang menyakitkan bila saya keluarganya? Atau mengucilkan jika saya temannya?
Man…

JANGAN PANGGIL SAYA BANCI

Gambar
Terlahir ke dunia sebagai pria. Di, sebut saja begitu namanya, memang tidak seperti pada umumnya anak laki-laki seusianya. Ia cenderung melambai dan gemulai seperti wanita. Meski suaranya tidak kemayu, tetapi jelas gayanya berbeda. Caranya berdiri, caranya berkata, caranya menggerakkan tangannya...Membuat orang dengan mudah mengatainya sebagai banci.
Bahkan semasa kecil ia lebih suka bermain dengan anak perempuan ketimbang anak lelaki. Apa pasal? Di sana ia tidak diterima. Keberadaannya selalu jadi bahan olokan. Dengan anak perempuan, ia lebih senang. Disana ia lebih bisa diterima. Ya, meski ada yang berlaku sama, mengolok-oloknya, tetapi tak separah bocah-bocah sejenisnya.
Ketika ia mulai beranjak remaja, Di mulai menyukai lawan jenisnya. Seperti yang anda bisa bayangkan, Di ditolak oleh gadis yang ditaksirnya. Alasannya sudah bisa diduga. Karena kondisi Di yang menurut mereka tak sewajarnya. Pria kok kayak wanita. Ngetril gitu jari-jarinya. Di bukan tidak sedih mengetahui hal ini, tap…