Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2009

Unggahan Terbaru

MAN OF MY DREAM

Selembar mimpi tercetak dalam rangkaian gambar. Tentang keinginan seorang perempuan akan pria pujaan. Tak terlalu tampan, seorang pecinta alam, tak canggung berpelukan dengan kesederhanaan, bahkan orang-orang biasa yang ia temui di jalan. Adakah dia dalam nyata? Lalu bersama-sama bergabung membentuk satu kesatuan, di atas rumah mungil di atas bukit, dengan halaman depan yang penuh pepohonan. Menyejukkan pandang, tempat dua bocah kecil, laki-laki dan perempuan berguling-gulingan di rerumputan. Memanggilnya dengan keriangan agar bergabung di atas permadani hijau tebal menghampar, milik alam. Dari kebun belakang pria itu muncul, bermandikan peluh tapi ceria saat menatap perempuan itu dan dua buah hatinya. “ Lihat apa yang Ayah bawa,” pria itu tersenyum lebar, memberikan sekantung strawberry dari kebun belakang. Dua bocah itu berlari saling mendahului, mencoba tiba lebih dulu untuk mengambil kantung harta karun dari Ayahnya, yang berkulit kecoklatan, yang berwajah ramah menyenangkan. Peremp…

BOLEHKAH KU TAHU SIAPA KAMU?

Aku tak tahu siapa yang datang, yang kulihat hanya bendera dan kota tempatmu datang. Pertanyaan-pertanyaan menyerbu, apa alasanmu mendatangi blogku.

Oh, aku tahu kau pasti kesasar kan? Salah masuk kamar sewaktu mengetikkan satu kata kunci misalnya miyabi? Atau temanku G barangkali? Seperti beberapa orang yang pernah kuketahui? Haha, kubayangkan kau pasti mengumpat sewaktu blog terbuka. Hlha kok genee? Hihi, aku jadi geli sendiri...

Atau hanya teman masa lampau yang sering kusapa saat blogwalking? Entahlah. Aku tak bisa menduganya, sebab aku tak bisa melacak jejakmu, kawan.

Ah, tapi tak apa. Aku cukup senang engkau mau datang. Mengunjungi rumah yang kubangun karena suka. Suka bermimpi dan bermain kata, menceritakan tentang apa saja yang terambil dari keseharian yang penuh warna.

Anyway, thanks for your coming. Terlepas dari apapun niatmu mendatangi rumahku. Aku berharap suatu hari aku mengenalmu supaya aku bisa menyapa dan menjabat erat tanganmu.

*sore-sore sehabis hujan
Terinspiras…

PEREMPUAN TANGGUH ITU

Sawang sinawang, katamu sewaktu mereka bilang pekerjaanmu menyenangkan, bisa kerja sekalian jalan-jalan. Satu mimpi yang terwujudkan setelah sekian lama berjuang. Satu persatu tangga kau tapaki, diawali dengan taburan beribu gamang namun keyakinan kuat telah meretasnya perlahan. Membuatmu maju dan meninggalkan keraguan, hingga bisa meraih pencapaian seperti sekarang.

Tapi pernahkah mereka tahu perempuan tangguh yang selalu menjadi pendukungmu? Ia yang menyimpan kekhawatiran tiap kau pamit melanglang. Ia yang menyimpan kecemburuan besar tapi justru mengalirkan energinya lewat kalimat-kalimat dukungan. Yang percaya sepenuhnya pada apa yang kau perjuangkan, tak lekang menunggu meski hari-hari tanpamu terasa menjemukan. Tahukah mereka?

Itulah dia, yang tengah tersenyum membaca jejak cerita di blogmu dan berdoa membaca status di facebookmu.

* a story, terinspirasi blog sang petualang dan a man behind his cam :-D

HAL KECIL UNTUK AIKA

Hari itu anak kelas 6 A, SDN 2 Genteng sedang sibuk berdandan. Hari itu mereka akan berfoto untuk ijazah kelulusan mereka. Masing-masing terlihat ceria, kecuali gadis mungil bernama Aika. Berbeda dengan kawan-kawan lainnya, nampak ada kecemasan yang ia simpan dimatanya. Tapi dengan pintar ia sembunyikan semua dibalik canda dan tawanya, hingga tak ada yang menyadarinya sampai seseorang menyeletuk ," Kemana Aika? Bukankan sebentar lagi gilirannya difoto?"

Semua tersadar. Aika hilang! Atau lebih tepatnya menghilang. Kemana dia? Wali kelas 6 A sudah berulang kali memanggilnya. Apa dia sakit? Tapi tadi dia tidak menunjukkan tanda-tanda itu?

Dua orang gadis berjalan mencari Aika dan menemukannya sedang sendirian di dalam kelas. Didatanginya gadis kecil yang sedang menangis itu dengan sapaan hangat. Aika mendongak, menatap dua kawannya. Sepasang air mata bergulir menjatuhi pipi merah mudanya.

" Kenapa, Aika?"
" Aku malu. Aku paling kecil diantara mereka."

Oh jadi in…

YANG HILANG DARI PERASAANKU

Tak pernah sedikit pun aku bayangkan
Betapa hebat cinta yang kau tanamkan
Hingga waktu beranjak pergi
Kau mampu hancurkan hatiku

Ada yang hilang dari perasaanku
Yang terlanjur sudah kuberikan padamu
Ternyata aku tak berarti tanpamu
Berharap engkau tetap disini
Berharap dan berharap lagi

Lagu berjudul Ada Yang Hilang itu pernah jadi lagu kebangsaanku beberapa waktu lalu. Tatkala mata mengabur oleh tangis dan hati terusik perih. Tak peduli dengan permainan gitarku yang terbata-bata, aku ngelangut dalam bait-baitnya. Kupaksa untuk tegar, melepasmu tanpa mempertanyakan. Tak mudah memang. Tapi aku terbukti bisa melawan desakan hati. Kukatakan pada kalbuku aku tangguh, tak mudah patah meski cinta yang kuinginkan hanya seonggok impian.
Kini getir itu perlahan memudar, bersama pudarnya mendung di langit malam.
* :-D ditengah kantuk dan lagunya ipang yang bikin tangan
gatal untuk menuliskan cerita panjang hoahemm, kantuk tak tertahan pluk...zzz
Ngilang ke alam impian

SKENARIO KEDATANGAN

Skenario pertama :
Kau datang tiba-tiba, bawa buket bunga dan sang gadis melonjak gembira. Tersipu dan berdebar saat kau menautkan kalung di lehernya. Persis kaya iklan shampo sunsilk yang sering nampang. Masalahnya gadisnya enggak ada dan wajahmu gak sekeren ariel peterpan, sang bintang. Jadi dipastikan ini gagal!

Skenario kedua :
Disambut meriah, bak penganten sunat, pake arak-aran sepanjang jalan. Sementara kamu nyengir kuda gak karuan. Masalahnya, yang ini butuh biaya besar, mana mungkin diadakan di pertengahan bulan ketika kekeringan mulai melanda dompet emak. So inipun batal, bro!

Skenario tiga : semua nunggu kamu dengan gembira, berharap bisa menyarangkan satu jitakan di kepalamu sekaligus mencari tahu kebalkah dirimu (ahahaha!). Lantas menyeretmu ke rumah makan paling mahal, untuk traktiran. Kejaam! Kejaam!

Tapi gak kok, skenario gak bakal berlaku. Kau tahu semua orang sudah menantikanmu, menanti cerita hidupmu setelah mengangkasa sendirian sambil menimbang berat badan
lewat tatapa…

APA YANG BISA KULAKUKAN?

Apa yang bisa kulakukan untukmu? Kulihat ada kerisauan di matamu. Jangan takut, katakan saja resahmu meski kau tak terlalu mengenalku. Kau tahu, bercerita bisa jadi salah satu cara untuk melepas beban di dada. Dan aku punya waktu mendengarkannya.

Mungkin tak ada yang tahu betapa bersyukurnya aku mendengar ceritamu atau orang-orang lain padaku. Karena lewat itu ada banyak pelajaran berharga menghampiriku. Pelajaran yang gurunya adalah lingkungan dan sesama yang mengajari kita tentang kebijakan. Yang kemudian kusebarkan pada saudara, sahabat dan teman saat mereka butuh dukungan.

Apa yang bisa kubantu untukmu kawan? Aku tak keberatan menjadi pendengar agak makin banyak pelajaran hidup kuserap, lalu kubagikan.

BILA KAU MULAI MENYESALI DIRIMU

Menjadi lajang di usiamu yang ke-29 tentu saja menimbulkan pertanyaan. Kapan menikah, kapan calonnya akan dikenalkan sudah jadi makanan sehari-hari yang harus ditelan. Apalagi ditambah problema karir mandeg dan melarnya badan, wah lengkap sudah penderitaan. Itu juga yang dialami Tata, sahabatku tercinta via ponsel kemarin lusa. Seharusnya aku sedih mendengarnya tapi gaya berceritanya yang jenaka membuatku tak bisa menghentikan tawa.
“ Ah, elu! Bukannya Bantu malah ketawa, gimana sih, Bu?” ia mendengus kesal. Aku berhenti tertawa. Lalu hanya hening yang kudengar. Dari seberang nafas berat ia hamburkan, seperti tengah mengumpulkan kekuatan.
“ Aku nggak ngerti kenapa hidupku begini, Fin. Aku hanya ingin bahagia, tapi seolah semua tak terjangkau. Sendirian, tak punya pacar, kegemukan, pekerjaan yang nggak berkembang. Kenapa demikian? Sementara orang-orang lain sudah bersiap terbang ke bulan.”

Deg! Mendengar kata Tata barusan aku seolah melihat diriku beberapa waktu sebelumnya. Seorang gadis …

PELUKAN UNTUK SEMUA ORANG

Aku tahu adik-adikku bukan kanak-kanak sekarang, yang pipi tembamnya acap kucium dan kugemas sampai kesal, atau kukacau rambut ikalnya sampai berantakan. Tapi aku tetap melakukan meski sebagian orang berkata untuk apa. Tahukah mereka, dengan pelukan itu aku menyatakan cinta tanpa kata-kata.

Kepada ibu dan ayahku pun demikian. Memeluknya pada banyak kesempatan. Mungkin terlihat seperti anak yang terlampau manja, tapi aku merasa ringan saja melakukannya. Sebab kutahu pelukan itu memberi rasa nyaman. Membantumu melewatkan tiap kesulitan.

Kepada kawan dan dia yang pernah menarik perhatian, aku juga punya pelukan. Tidak secara harfiah, tapi lewat perhatian dan selipan kalimat baik jika saling berkirim kabar. Barokallah dan amin sering kusertakan beserta pesan hati-hati di jalan, semoga harimu menyenangkan, atau lainnya yang senada. Aku harap dengan itu kalian tahu aku menyayangi kalian meski berjauhan. Untuknya yang pernah menarik perhatian, aku tak melakukannya untuk menarik perhatian. Buka…

Ketika harapan tak berjalan sesuai keinginan

Sudah banyak kali kau ceritakan tentangnya, Nana. Pria mempesona yang membuatmu jatuh cinta. Saking seringnya aku mendengarnya, aku sampai bisa melukiskannya dalam angan. Dia putih, pendiam, dan tak banyak bicara. Punya pekerjaan mapan, yang mengharuskannya keliling dunia. Sering kali tak ketahuan rimbanya, karena ia memang tak pernah mau menceritakannya. Kepadanya-lah kau acap mengirimkan email-email ceria, sekedar bercerita atau say hello saja.
“ Mestinya gimana sih, Fin, kirim surat pada orang semacam dia?” tanya Nana Chan kesal ketika jawaban-jawaban email Sang Arjuna selalu berupa sepotong kata seperti oke, ya, baik, atau emotikon tawa saja.
“ Cobalah mengirimkan satu topik yang membutuhkan jawaban, ia pasti akan terbuka lebar.”
Benar, hal itu terjadi. Namun respon kelanjutan yang Nana Chan harapkan tak kunjung datang. Nana Chan tak patah arang, ia terus melaju dan berjuang. Bahkan mengatakan dengan lantang ,” Aku bisa menunggunya meski akhirnya tak tergapai juga.”
Hebat! Aku menggel…