Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2015

AYO DONASI BUKU UNTUK ANAK-ANAK KURANG MAMPU

Gambar
              Membaca tentang kiprah komunitas Jepara Satu Buku tak urung membuat kami terpesona. Berdiri akhir tahun 2014, komunitas satu ini telah berhasil membantu 600 siswa lebih dari pelosok Jepara lewat gerakan amal mereka.    courtesy http://jeparasatubuku.blogspot.com/             Komunitas ini terbentuk berawal   dari rasa prihatin melihat kesedihan seorang ibu karena “sang anak tidak mendapat keringanan dari pihak sekolah setelah tahun sebelumnya mendapatkan”. Bertujuan meringankan orang tua untuk membeli keperluan sekolah anak-anaknya, terutama buku, kemudian lahirlah gerakan amal sedekah buku tulis. Lewat gerakan ini mereka ingin mengajak berbagai kalangan, khususnya di daerah Jepara, untuk berpartisipasi menyumbangkan minimal satu buku tulis atau lebih untuk disumbangkan kepada anak-anak yang kurang mampu.             Agar semakin banyak anak Jepara yang terbantu, kami mengajak teman-teman semua untuk memberi #Donasi1buku. Caranya Setiap Pe

KEPEL, BUAH LANGKA YANG KAYA MANFAAT

Gambar
                                                                                          Kepel , jarang orang jaman sekarang mengenalnya. Pamornya kalah dengan apel, melon, semangka, dan lain-lainnya. Tanaman yang biasa hidup di atas ketinggian 600 m dpl ini bisa tumbuh hingga 25 m, dengan diameter 40 cm. Kulit luar batangnya unik, terlihat benjol-benjol, sebab semula menjadi tempat keluarnya bunga dan buah kepel. Warna buahnya coklat, berbentuk bulat, dengan bagian bawah agak lancip. Daging buahnya berwarna jingga dan berbau harum.             Menurut sejarah, kepel yang juga kerap disebut kecindul merupakan kesukaan para putri keraton. Sayang, jaman sekarang buah satu ini sudah langka. Jika pun bisa hanya ditemui di tempat tertentu seperti TMII, Taman Buah Mekarsari, Taman Kyai Langgeng ing Magelang, kraton Jogja, lan Kebun Raya Bogor.             Jarangnya orang yang membudidayakannya kemungkinan disebabkan karena menaati kepercayaan lama bahwa kepel tidak bisa dit

4 CARA AGAR TIDAK MENJADI KOMENTATOR DODOL DUNIA MAYA

Gambar
Layaknya penonton sepakbola begitulah kita saat mendapati berita yang berseliweran di beranda sosial media. Seenak-enaknya saja komentar, bahkan tanpa pikir panjang. Efeknya   runyam. Begitu komen   bodoh terlontar, kita jadi bulan-bulanan atau malah dimejahijaukan. Kalau sudah begini mau menyalahkan siapa? Sebelum itu terjadi, berikut ini ada 4 cara agar tidak menjadi komentator dodol dunia maya : 1.       Pastikan anda membaca dengan benar             Jangan sekali-kali anda berkomentar sesaat setelah membaca judulnya.   Banyak judul provokatif yang menyesatkan. Maka setelah membaca judul, bukalah tautan beritanya. Baca benar-benar agar komentar anda sesuai dengan isi berita. Kalau tidak siap-siapalah dicemooh seisi dunia. 2.       Saat berita panas muncul jangan keburu ditanggapi             Biasakan untuk berdiam diri dulu sebelum menanggapi sebuah berita. Maklum banyak oknum di luar sana yang gemar memelintirnya. Kalaupun beritanya sesuai, kondisiny