Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2015

LAUNDRY KI LOAN : SAAT CINCIN LAMARAN NYANGKUT DI JARI LING LING

Gambar
Omong-omong soal sitkom, setelah Bajaj Bajuri dan Preman Pensiun saya memang belum punya jagoan lagi. Bajaj Bajuri dengan Bajuri dan istrinya—Oneng yang fenomenal itu,kerap membuat saya terpingkal-pingkal. Preman Pensiun, meski yang diangkat adalah kisah para preman tetapi jauh dari kesan menyeramkan, bahkan bisa dibilang kocak maksimal. Hadirnya Kang Mus, Kang Komar, dan kawan-kawan jelas membuat sore hari saya jadi menyenangkan


Beberapa waktu lalu seorang teman kemudian merekomendasikan Laundry Ki Loan yang tayang di TransTV pukul 18.30. Katanya itu cukup lucu. Sayangnya jam segitu bukan jam nonton saya. Setelah jam lima Babe saya (baca : Bapak euy) adalah penguasa teve sampai pukul sembilan malam. Maka yang saya lakukan pada jam-jam itu adalah membaca, nongkrongkin laptop, atau nempelin kepala di bantal dan liuran. See...saya sibuk sekali bukan? *Melet. Namun akhirnya saya bisa nonton juga berkat teman yang berbaik hati kasih link ke You Tube. Mula-mula sih malah pesimis. Ah, paling …

PICTURES TALK : HEAVEN IS NEAR

Gambar
Tak perlu jauh mencari surga, ia ada setiap kali kau palingkan muka. Jika kau tak percaya tak apa. Kemarilah, akan kutunjukkan bukti kalau surga itu memang benar-benar di dekat kita.


Surga, begitu kau bisa menyebutnya jika pagi buta saat kau terbangun, kau masih bisa menikmati cahaya lampu panjar tersampai di matamu. Bayangkan jika malam sebelumnya kau masih bisa melihat dan keesokan paginya Tuhan mencabut indra penglihatanmu. Akan jadi seperti apa dirimu. Jadi jika kau ingin tahu rasanya surga, itulah salah satu bentuk kecilnya.


Surga, begitu kau bisa mengatakannya bila kau menapakkan kakimu di luar rumah dan kau dapati pagi yang dramatis. Berdiri di bawah sebuah menara yang tingginya berkali-kali lipat tubuhmu, berlatar belakang awan-awan di pagi cenderung mendung dan angin dingin yang merasuki tubuhmu, kau pasti merasakan ketakjuban itu. Betapa luasnya alam raya dan betapa kecilnya kau disana.

SECARA FISIK JAUH DARI SEMPURNA? KAU HARUS BANGGA!

Gambar
Apakah kau tengah mendura? Menatap kaca sambil mengeluh betapa secara fisik kau jauh dari sempurna, tak seperti Raisa? Tidak memiliki standar kecantikan yang ditetapkan segerombolan manusia—tinggi, langsing, berkulit kutih, wajah sempurna (mata serupa almond, hidung mancung, bibir tipis, pipi tinggi, alis rapi bak semut beriring, muka V shape), kaki jenjang, rambut panjang tebal baik lurus atau ikal. Kau hanyalah perempuan Indonesia biasa—berkulit kulit sawo matang, mata sipit, dan rambut hitam, cenderung keriting ketimbang disebut ikal, tinggi tak sampai 150 cm, agak gemuk dan kerap disebut si gempal. Hidungmu kecil seperti kismis yang ditempelkan di atas roti bantal. Aduh mengenaskan. Rasa-rasanya kau ingin saja memecahkan kaca.

Ah, jangan begitu. Jika bening pikir yang kau gunakan akan kau lihat betapa sedikit wanita yang memiliki standar demikian. Sebagian besar adalah wanita berwajah biasa. Apa kau tidak percaya? Sesekali pergilah ke jalan raya. Berdirilah di tepi dan hitunglah di…