Postingan

Menampilkan postingan dengan label buku

Unggahan Terbaru

Berbahagialah : Buku Yang Memberi Pengaruh Baik Dalam Hidup Saya

Gambar
Saya lupa kapan membeli buku Berbahagialah yang ditulis oleh Dr. Aidh Al-Qarni itu. Bukunya tipis, hanya sebesar saku. Jumlah halamannya pun tidak banyak, hanya 126 halaman.Akan tetapi, saya menyukainya. Isinya ringkas, dalam, dan berkesan.
Dulu saya membelinya tanpa pikir panjang, karena nama yang tertera di sampulnya. Kala itu sedang booming buku La Tahzan, karya beliau juga. Namun saya belum mampu membelinya (bahkan sekarang pun belum), jadi ketika melihat buku tersebut saya langsung membayar.
Tidak disangka buku ini kemudian menjadi buku yang penting bagi saya. Acap ia membantu saya untuk kembali tenang ketika risau dengan masa depan. Sebagai penulis freelance gaji saya memang belum bisa dikatakan mapan. Masih naik turun seperti halnya jalan menuju pegunungan. Disertai tikungan tajam pula diantaranya. Wajar jika saya terkadang merasa ketakutan. Namun kalimat Aidh Al-Qarni yang berbunyi :
“Jauhilah sifat cemas dan bimbang karena ia adalah racun."
membuat saya tersadar tak ada gu…

“DEAR HUSBAND”, KUMPULAN SURAT CINTA YANG MENUNJUKKAN KETULUSAN DAN KETERIKATAN PENULIS PADA PASANGAN

Gambar
Judul buku: Dear Husband Penulis:Afifah Afra, Sinta Yudisia, Laila, dkk. Tahun terbit: November 2016 ISBN:978-602-6344-07-7 Ketebalan: 128 halaman Cover:Soft Cover Penerbit: Indiva Media Kreasi Harga buku:-
Melihatcover dan membaca judul buku ini tak urung mengingatkan saya pada tahun-tahun 90-an ke belakang di mana orang-orang masih menggunakan surat untuk berkomunikasi dengan lainnya. Termasuk didalamnya urusan cinta. Pada masa itu jamak bagi pasangan untuk mengungkapkan isi hatinya lewat selembar surat berisi kalimat puitis dan romantis. Sekarang situasi sudah berbeda. Pola komunikasi berubah masa kini telah berubah. Kecepatan komunikasi di era digital membuat acara mengirim dan menerima pesan terjadi secara instan. Anda bisa dengan mudah menerima pesan singkat yang terdiri dari beberapa kalimat, lalu membalasnya dengan cepat dengan emosi yang sama pula. Saat Anda tengah tenang mungkin tak apa-apa, tetapi emosional melandaperbedaan penafsiran bisa jadi pangkal permasalahan.

Koleksi Buku dan Secarik Kisah Dibalik Itu

Gambar
Jika dihitung-hitung buku yang saya kumpulkan sudah mencapai menembus angka dua ratus lebih sekarang. Dari mulai cergam sampai buku agama, dari buku motivasi sampai novel sastra. Ada yang beli, ada juga yang hasil menang lomba. Memang masih tergolong sedikit bila dibanding kolektor lain, tetapi di balik itu ada kisah menarik mewarnainya.

Seperti kisah buku berjudul “Sepuluh Tjerita Anak-Anak” ini. Buku tersebut adalah salah satu buku paling tua yang saya miliki. Terbit tahun 69-an dan masih mengunakan ejaan lama. Saya menemukannya di warung Buyut semasa duduk di bangkus SD. Buku itu tergeletak mengenaskan, kertasnya sudah kecoklatan, sampulnya robek, dan siap dijadikan bungkus bahan belanjaan. Diam-diam saya menyelamatkannya dan menyimpannya di rumah.