Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2008

Ketika Cinta Menyapa

Gambar
Aku ingin memilikimu Tetapi Allah menciptakan jarak untukmu dan aku Aku ingin mendekatmu Tetapi Allah menjauhkan jangkauanku darimu Aku ingin menatapmu Tetapi Allah menghendaki agar kujaga pandanganku darimu Manakala pagi tiba itu adalah surga Karena suaramu bergema di telinga Membangunkaku untuk segera menghadap Empunya dunia Semakin hari kusadari kau rasuki sisi-sisi terdalam hatiku Hingga tak henti aku memikirkanmu “ Janganlah engkau merindukan sesuatu secara berlebihan karena yang demikian itu akan menyebabkan kegelisahan yang tak pernah padam,” begitulah Aidh Al-Qarni mengatakan Maka benarlah apa yang ia tuliskan dalam La Tahzan Karena terasa benar ia gambarkan keresahan yang bersemayam Ya Rabb, jangan palingkan aku dari-Mu atas cinta yang mengharu biru Andaikan ini cobaan lapangkan aku atas bimbang rasaku Leburkan galau atas cinta di setiap sujudku Sebab telah jelas Engkau bertitah, “ Walaupun kamu membelanjakan semua kekayaan yang berada di bumi, n

WHERE ARE YOU, WHERE ARE YOU

Where are you, where are you Aku kehilangan jejakmu Selepas membicarakan surat Ad Dhuha Mendadak kau hilang tanpa berita Apa yang terjadi denganmu? Aku harap kamu baik-baik saja, kawan Dan tidak sedang kolaps karena kalah melawan sugesti yang terlanjur mengakar pada sang durjana yang membuatmu terkapar dan menggoreskan bekas suntikan ditanganmu yang terpeta nyata? Atau jangan-jangan kau tengah berperang dengan diri dan hatimu sendiri tentang sebuah tes yang kau risaukan, yang belum kau putuskan akan kau lakukan atau tidak hingga sekarang? Semoga engkau baik-baik saja Tak sedang mengalami apa yang melayang di otakku sekarang Semoga engkau berbahagia Bercengkerama dengan sahabat dan keluarga tercinta Done, 06.23 march 16,2008 Taken from my daily diary

PERTEMUAN

Kalia Begitu saja. Ia datang tanpa tanda dan melompat kepadaku via Yahoo Messenger dengan pertanyaan aneh yang berbunyi ,”Apa kamu ODHA?” ODHA? Aku? Kurang ajar nih orang, pikirku. Siapa sih dia? Berani-beraninya dia memberi pertanyaan seperti itu pada orang asing yang tak dikenalnya. Harusnya dia belajar sopan santun dulu sebelum bertanya. “ Enggak! Siapa yang ODHA?” semburku kesal. “ Aku baca tulisanmu tentang bagaimana seorang pengidap HIV menjalani hari-harinya di blogmu. Dari caramu menulis aku mengira kalau itu kisahmu.” “ Yang mana?” “ Aku lupa judulnya, tapi kayaknya ditulis pas hari AIDS sedunia.” Kemarahanku mencair. “ Oalah…itu cerpen. Aku dapat ide nulis itu setelah dengar cerita temanku tentang pengidap HIV yang ditangani suaminya. Itu saja.” “ Ups! I thought…” “ Nevermind, its ok.” “ So sorry…Kau sendiri seberapa jauh kamu mengenal HIV?” “ Ah hanya sekedar, berdasarkan apa yang bisa aku dapatkan via internet, teve, buku atau cerita teman.” “ Oh, kupikir kamu tah

SURAT UNTUK SUKRI, TUKANG GITAR AMATIR

Hwahahaha, apa kabar, Kri? Lama ya, kita nggak bicara panjang lebar, sejak kamu punya pacar. Jujur aku merasa kehilanganmu akhir-akhir ini, ya seeh…lha wong waktumu lebih banyak untuknya bukan untukku yang lutu ini. Hello, Kri? Kenapa mukamu manyun beraatzz kayak orang gagal buang hajat? Walaah, ada masalah dengan cintamu yah. Memang Kri, hubungan dari temen jadi demen itu kalo gagal bisa runyam. Ketika sebagai teman kita bisa sepaham seringkali kita gagal menyatukan visi saat jadi pacar. Pertengkaran demi pertengkaran karena perbedaan pola pikir dan cara pandang sampai kecemburuannya yang datang dari sepotong sms bernada biasa telah membuat mukamu jadi rusuh tak menyenangkan. Aku yakin kalau sms yang membuatnya cemburu itu bukan dari aku (hehehe), kurasa sih itu dari cewek lain yang pernah naksir kamu. Kalau sampai aku yang bikin dia cemburu, wooo bakal sial tujuh turunan tuh cewek gara-gara kutukanku (nenek sihir kalee ya?). Bercanda ding… Jika aku menempatkan di