Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2012

Unggahan Terbaru

Pelajaran Gratisan Dari Mereka Yang Bersikap Tak Menyenangkan Saat Diberi Daging Kurban

Gambar
Hari raya Idhul Adha selalu membawa cerita tersendiri untuk masing-masing keluarga. Termasuk keluarga saya. Dulu sewaktu kecil, rumah kami jarang kebagian daging kurban. Sampai-sampai bertanya pada Bapak ,"Orang-orang dapat, kok kita nggak dapat, Pak? Kenapa?" Bapak menanggapinya dengan bijak. Mengatakan mungkin karena kami sudah dianggap mampu, jadi tidak mendapatkannya. Sebagai gantinya Bapak akan membeli daging sendiri, lalu dimasak gulai dan sate sebagi pelipur hati kami.
Tahun berlalu dan kami sudah dewasa. Perkara dapat atau tidaknya daging kurban sewaktu Idhul Adha tak membuat kami risau atau pusing kepala. Dapat syukur, tidak pun syukur. Toh, masih banyak orang yang lebih membutuhkannya. Begitu hemat kami.
Dan Idhul Adha tahun ini, rejeki melimpah bagi kami. Di luar dugaan kami mendapatkan daging kurban yang jumlahnya lumayan. Padahal tahun-tahun sebelumnya biasa saja. Dapat tetapi tidak sebanyak tahun ini. Tak semua dimasak, setelah dibuat satai dan bakso sisanya…

KEMUDAHAN TRANSAKSI DENGAN BCA

Gambar
contoh produk rajutan EXO CROCHET
Sampai dengan tiga bulan lalu, status saya masih karyawan. Tak pernah terpikir sebelumnya untuk keluar dari tempat kerja dan berusaha sendiri. Sulitnya melepaskan diri dari mind set pegawai kantoran menjadi pengusaha membuat enggan melakukannya. Lebih enakan begini, menjadi pegawai biasa dan menerima gaji tetap setiap bulannya.
Hingga satu ketika saya merasa jenuh di tempat kerja. Karier mandeg, ilmu pun mandeg. Apa yang harus saya lakukan untuk rencana masa depan saya? Saya tidak mau jalan ditempat sepert ini. Didorong pemikiran semacam ini saya  memutuskan keluar kerja dan memulai sebuah usaha bersama adik ipar saya. Bermodal awal 200 ribuan, saya mulai menjual barang-barang rajutan, mulai dari bros, topi, sampai dompet. Konsep usaha saya adalah menjual sambil beramal. Sekitar 20% keuntungan yang saya terima akan disisihkan untuk orang-orang tidak mampu. Kedengarannya gila, tapi saya dan adik ipar saya yakin usaha ini adalah jalan bagi kami untuk menc…

MENDING MONOPOLI DARIPADA POLIGAMI

Gambar
Satu ketika, seorang teman datang. Dari mukanya saya sudah bisa nebak, dia pasti ingin bercerita panjang lebar. Karena saya sedang bekerja, saya membiarkannya. Hingga akhirnya dia bicara.       “Fin, kayaknya aku jatuh cinta lagi deh,” katanya kalem. Takut terdengar lainnya. Sesuatu yang sebenarnya aneh juga, karena dalam satu ruang waktu itu hanya ada dia dan saya, sementara rekan sekerja lainnya ada di ruang sebelah.     “Hah?” saya pura-pura tidak mendengar. Sekedar memastikan apa benar yang saya dengar.  “Aku jatuh cinta lagi,” ia tersenyum malu-malu sambil cengar-cengir.   Gleg! Jatuh cinta lagi? Waduh gaswat, ini! Pikir saya.      “Sama siapa?” tenang saya bertanya. Sambil mata menghadap komputer dan tangan bekerja diatas keyboard, membuat laporan.           “Itu tuh,” katanya sambil menjelaskan siapa dia.       Saya tahu perempuan itu. Saya pernah melihatnya sekali. Waktu itu ada perasaan aneh juga, karena teman saya itu jadi sering bercerita tentang dia. Tapi karena say…

TUHAN ITU CURANG

Gambar
Tak sadar, dengan seratus perak yang kulemparkan pada pengemis jalanan Ku harap Tuhan mencatatnya sebagai kebaikan Dalam buku sedekah dengan namaku di sampul depan Tak sadar dengan sepuluh ribu yang (tak ikhlas) kuberikan aku berharap dapat balasan Berkali lipat seperti yang Ia janjikan
Satu ketika  sedekahku kutimbang-timbang Aku merasa tak senang Kataku Tuhan itu CURANG Ya C-U-R-A-N-G Curang! Aku tidak mendapatkan balasan setimpal Justru kesukaran dan kepedihan kudapatkan Aku berteriak lantang pada Tuhan ,”Kenapa?!”
Tenang Tuhan memberi jawaban Lewat rintik hujan yang menderas kencang Tunggang langgang aku mencari pohon rindang Sembari mengumpat panjang lebar
Lalu sayup-sayup kudengar desau angin mengabarkan ,”Tuhanmu telah memberi balasan dengan berbagai jalan. Bahkan lewat hujan barusan. Tetapi engkau tidak sadar. Pikirmu hanya harta dan kekayaan yang kau inginkan. Padahal hujan ini nikmat tiada tara setelah berbulan-bulan kekeringan. Tak hanya tidak bersyukur, kau bahkan mengum…

TANPAMU, AKU BUTIRAN DEBU

Gambar
Aku suka duduk di dekat-Mu, curhat denganmu diantara duduk santai itu. Kadang-kadang aku berpikir, kurasa terlampau banyak keluhanku. Bukankah aku punya kaki, tangan, dan pikiran? Akulah yang harus bergerak, dan membuat mukjizatku sendiri, Tidak cuma menunggu-Mu, CEO nomer satu seluruh jagad untuk mengabulkan doaku.
Aku suka bicara pada-Mu. Seolah-olah hanya Kau sahabat terbaikku. Tapi bukankah begitu? Kau adalah sahabat terbaikku? Yang suka mengingatkanku saat aku melakukan kesalahan Mengajariku berbagai pengetahuan. Lewat isyarat alam dan orang-orang yang kau datangkan.
Jika suatu hari lembar-lembar kisah hidupku berhenti di satu tikungan jalan Kau tahu apa yang kuharapkan? Satu saja, semoga segala hal yang Kau pinjamkan bisa kupertanggungjawabkan.

Tuhanku tanpa-Mu : “Aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang Aku tanpa-Mu butiran debu”

Last sentence is taken from the lyrics of Butiran Debu (Rumor)
pic : taken from www.muslimvoices.org