Tampilkan postingan dengan label Craft. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Craft. Tampilkan semua postingan

06 Agustus 2012

MY PETITE BAG





A few days ago, Kiki asked to make her a corsage.
Actually I never try it before.
But my curiosity encourage me to make it.
But what happens then?

I make this petite bag with cute corsage in front of it.
So sorry Kiki, your corsage is done yet. Hehehe

01 Agustus 2012

POOH PURSE CROCHET : I AM CRAZY TO FINISH IT!




Pooh purse crochet.
I never make it before. So when Cece Kezia Fenfen asked me to do it, I was confused.
My heart said ,”Could I do it?”
But at last I dared to do so.
It’s hard for me. My crochet ability is basic. Even I can't sew. But this challenge is hard to miss.
Although I spent a lot of trouble to get it done, finally I made it!
Yeeey!

27 Juni 2012

MAKING MONEY FROM MY HOBBY


Sebenarnya kemampuan merajut saya biasa saja. Karena itu saya tidak pernah berniat untuk menjadikannya lahan mencari rizki. Tapi satu ketika keadaan "memaksa" saya menggunakannya. Berbekal tekad untuk belajar  via You Tube dan Google, saya mulai membuat satu persatu pesanan teman.

Sejauh ini kegiatan itu sangat fun. Berbeda dengan dulu saat kerja kantoran, kini saya merasa lebih free tanpa batasan. Nggak ada lagi acara otot-ototan dengan bos perkara laporan yang harus di-up-kan. Nggak ada lagi omelan pagi-pagi yang menyebalkan. 

Apakah hasilnya sudah sesuai secara finansial? Belum sih, tapi karena fun aku senang-senang saja melakukannya. Berikut ini adalah beberapa contoh proyek rajutan pesanan teman yang sudah selesai dan sudah pula dikirimkan  lainnya tersimpan di fb  https://www.facebook.com/media/set/?set=a.10150524330316855.394830.548471854&type=3: )


a. ear flap hat for Lily Fitri's nephew

b. bunny hat for baby Mario



c. bear hat for  Mery niece/nephew

d. baby headband and crochet brooch 


e. rasta hat for Savitri Rahma's daughter



f. cute flower scarf for baby Sasha and Rahma


g. rasta hat and beanie hat for my friend Iska


22 Juli 2010

ISENG ITU INDAH

Photobucket

Iseng memang identik dengan konotasi negative, tapi iseng yang ini lain. Iseng yang ini biasanya menghasilkan kepuasan. Terutama untuk diri sendiri yang suka gatal jika buku bacaan sudah habis dan hanya diam bertopang dagu tak ada yang dilakukan.

Cerita bermula saat akhir bulan. Nggak punya uang, tapi pengen macam-macam. Eits! Bukan macam-macam pake tanda kutip lo, hanya ingin punya sweater rajutan. Masalanya saya tak bisa merajut. Sewaktu minta diajari tante kecil pun ia bilang cuma bisa dasar-dasarnya saja. Cukup untuk membuat pita atau tatakan vas di meja.
Tapi penyakit gila saya sedang kumat! Baru diajari sehari bikin rajutan saya sudah membuat pola baju diatas kertas koran. Pola yang asal saja, karena saya tak tahu apa-apa soal bikin-membikin pola baju walau bapak saya penjahit.

Kres, kres, kres!
Pola baju saya gunting. Sebentar kemudian mulai merangkai rantai-rantai dari benang wol dengan dasar yang diberikan tante saya. Satu, dua…oke juga. Seterusnya nekat saja walau tanpa guru tempat saya bertanya lebih lanjut atau buku cara merajut (saya baru beli bukunya lamaaa setelah berhasil merajut 3-4 baju).

Akhirnya dalam kurun waktu tiga bulan sweater itu jadi juga. Selama itu bolak-balik saya gagal. Setidaknya tiga kali rajutan yang sudah setengah jadi saya bongkar. Ada saja yang tidak pas, mulai bingung gimana caranya bikin lengan, lehernya mesti diapain, sampai satu sisi sweater panjang sebelah pun terjadi. Untunglah, kegilaan saya tidak surut selama itu. Rasa tertantang untuk menyelesaikannya membuat saya terus bertahan sampai saya bisa bilang…LHA INI DIA SWEATERNYA!

“ Waa, lucu!” kata temannya teman waktu saya main dikosannya. Melihat sweater saya dia ingin membelinya. Tapi saya tak mengijinkannya. Saya ingin menyimpan hasil rajutan saya yang pertama.

Selesai proyek itu aku kelimpungan lagi. Mau bikin apa lagi? Oh tas, aku pengen bikin tas! Tapi tasnya harus berbeda. Tidak sama dengan lainnya. Dari bahan apa ya kira-kira? Oh, tanggalan saja. Kan banyak tuh yang sudah tak terpakai. Akhirnya mulailah saya gerilnya. Bongkar-bongkar tanggalan lama.
Mula-mula kita ukur si tanggalan, lalu dipotong segitiga panjang. Baru dipelintir menjadi untaian manik-manik. Usaha pertama jelek. Ternyata tidak bagus jika saat menggulung manik-manik terlalu banyak lem. Baru percobaan kedua ketiga manik-manik mulai terlihat cantik.
Proses kedua, setelah manik-manik dari tanggalan bekas terkumpul adalah sortir warna. Ini dah yang lumayan bikin mata belekan. Saya kumpulkan sendiri-sendiri untuk masing-masing gradasi warna. Mulai dari warna tergelap sampai termuda.
Proses ketiga adalah merangkainya. Nah ini nih yang bikin repot! Saya ndak punya ketrampilan merangkainya. Berbekal imajinasi dan iseng yang membara saya coba saja, meski lagi-lagi harus bongkar pasang hanya untuk membuat satu tas saja.
Hasilnya, boleh juga.

Photobucket

Proyek selanjutnya adalah tas kain. Karena saya nggak pintar menjahit akhirnya Bapak-lah yang jadi korban. Saya minta bantuan Bapak menyatukannya setelah saya selesaikan hiasannya. Hiasan berupa bunga itu dari kain perca yang saya sulam pinggirnya. Kok telaten ya? Hahahah, benernya enggak juga. Saya sering tinggalkan itu dan baru diteruskan kalo ‘mood’ merajalela.

Photobucket
Setelah tas kain perca saya pengen aja bikin tas kedua. Masih dari kain perca juga, hanya kali ini kainnya dibentuk bulat-bulat. Bikin bulat-bulatnya nggak susah, hanya lama. Setelah terkumpul baru disusun diatas karpet berdasarkan warna, baru dijahit tangan satu per satu. Berapa lama? Plus minus sih dua sampai tiga bulan, karena saya nggak selalu focus disana.

Photobucket
Pas hari raya, ibu bilang ingin punya toples cantik seperti yang dijual di toko. Ternyata kain serupa jala yang diperlukan untuk menghias toples cukup mahal juga. Saya putar otak, saya pengen toples tetap cantik tapi dengan bahan yang lebih murah. Akhirnya saya nemu kain mirip kelambu di toko. Harganya semeter sepuluh ribu. Setelah barang sehari dua hari dibiarkan, ide muncul dengan sendirinya. Lalu voila! Toplesnya jadi juga. Berhias daun dari kain perca coklat yang disulut lilin pinggirnya dan pita keemasan biar matching sama kain kelambunya.

Photobucket
Iseng yang lain kumat waktu main ke tempat Vita. Saya lihat jilbabnya cantik banget dengan sulaman timbul di bagian kepala. Ah, pengen coba ah, pikir saya setelah sampai di rumah. Berbekal buku panduan cara menyulam, saya mulai bergerak. Awal-awal kaku. Apalagi kain jilbab kan setipis itu, harus ekstra hati-hati agar sulaman tak merusak kain. Belum lagi menerjemahkan teori di buku diatas selembar kain itu ternyata bikin saya pusing. Sempat sulaman terbengkalai beberapa kali, karena saya baca itu buku berulang kali. Dan inilah hasilnya, meski jauh dari sempurna tapi ini karya saya.

Nah bagaimana denganmu. Jika muncul rasa gatal dihatimu, diakibatkan penyakit iseng melandamu. Pergilah! Lakukan sesuatu yang kau inginkan. Tentu saja yang positif ya? Jika tak tahu caranya, cari tahulah. Tinggalkan sejenak jika ketemu dengan kendala. Biasanya dari situ kita temukan jalan keluarnya. Sok tahu ya saya?
Hehehehe, lah saya kan sudah mencoba lebih dulu to ya…