Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2008

GUBRAK!!! MUSIUM EH MESUM DI WARNET?

Gambar
“ Pertama kali nemuin aku yang gemeter ndak karuan? Waduuh…tadinya tak pikir cuma kissing, lah kok belakangan malah sempet uwel-uwelan,” begitu cerita Ka adikku, pada Iu pacarnya, setelah beberapa lama nyambi kerja di warnet sambil kuliah. Iu celangap. “ Wah mosok sih? Anak-anak SMP yang masih imut-imut itu?” Iu terbelalak tak percaya. Nggak nyangka, wajah imut-imut itu ternyata punya kelakukan amit-amit. Aku sendiri yang diceritain cuma melongo. Kok bisa sih? Oh ya cerita-punya cerita ternyata bocah cilik-bocah cilik itu memanfaatkan sekat-sekat tinggi yang jadi pembatas antara komputer satu dan lainnya. Wah, padahal kan ya ramai? Kok bisa? Ya jelas bisa, kalau libido lagi tinggi kebon aja jadi apalagi ini ada sekatnya. “ Kok kamu tahu sih mereka ‘ribut’ sendiri?” “ Lho, dari meja OP kan kelihatan mereka buka apaan. Aneh kan kalau sudah tiga puluh menit yang dibuka satu aja, nggak jalan kemana-mana. Nah itu dia yang bikin curiga. Aku ngecek kesana.. dan ba

AKHIRNYA…..

Gambar
Pada suatu ketika akhirnya kau akan menemukannya Teman seperjuangan menuju lautan lepas kehidupan Yang pada matanya kau temukan keteduhan Yang pada senyumnya kau temukan kedamaian Yang karena tawanya membuatmu ingin pulang lebih awal Dan menemukan kebahagiaan hanya dengan melihat untaian rambutnya lepas mengembang Mungkin ia bukan yang paling maha Tak terlalu luar biasa tetapi cukup manis saja Tapi padanya kau temukan kasih sayang lewat secobek sambal untuk sarapan Pada sepiring nasi goreng yang kadang terasa hambar Pada semangkuk mie hangat lewat tengah malam atau pada secangkir teh yang tak lupa ia suguhkan Lalu pada suatu masa yang berjalan seperti hari-hari lainnya Kau mungkin akan merasa bosan Ditengah-tengah cinta panas yang mulai memudar Pada kecerewetannya yang mulai tidak kau toleran Pada kebiasaan aneh yang mulai terlihat menjijikkan Disaat sekuntum bunga lewat dan menebar keharuman Sebaliknya… Ia pun mulai tak sabar dengan kejujuranmu yang dulu ia sukai Pada kekerask

INUYASHA BERNAMA BUKU UNIK YANG TERBUKA

Gambar
Bukankah hati itu harusnya merdeka dan tidak terpaksa? Maka begitulah yang dipinta Dan jika hati itu bukan milik siapapun juga Biarkan ia tetap mengembara dihabitatnya Meski kau ingin meraihnya Mungkin saja kau pernah terpesona Tetapi ingatlah olehmu agar tetap berpijak di bumi Luruhkan hatimu sayang kembalikan pada Empunya Bintang Lihatlah kenyataan yang terbentang Mampukah kau mewadahi energi yang sedemikian besar Memberinya ruang luas untuk bergerak dan berkembang Bukannya menghentikan dan jadi perintang? Ia adalah ia dengan seluruh kebebasan hati dan pikiran Jika kau tanya mengapa aku menyukainya, bahkan lebih, aku juga tak tahu mengapa. Ia kurang ajar, suka ngumpat dan menyebalkan. Lalu kenapa? Karena ia punya begitu banyak dolar, ia punya rumah dan seluruh kemapanan yang perempuan cari dari seorang pria? Kurasa bukan. Aku justru ketakutan karenanya, karena tahu aku akan terbanting sekerasnya jika hanya itu yang kulihat darinya. Siapa aku? Aku ini hanya perempuan biasa, dengan