Postingan

Menampilkan postingan dengan label SATU KETIKA DI TENGAH MALAM

SATU KETIKA DI TENGAH MALAM

Aku bertandang tengah malam ke rumah mayamu, Tuan. Menikmati anggun ruang tamumu, lalu beranjak ke galeri, menikmati foto-foto jepretanmu. Pada pohon, matahari, bunga, dan hujan pagi hari kutemukan sebuah kecintaan. Kususuri tiap detilnya dengan jemari, ringan.
Berharap bisa berlarian di padang yang kau abadikan. Riang, barangkali denganmu di tengah hujan.
Beranjak ke dalam, kupandangi perempuan-perempuan tertawa segar. Ranum bibirnya menggiurkan. Belah dadanya mengintip, mengundang mata melirik lebih dalam. Sejuring pipinya menggemaskan.
Secara keseluruhan dalam kalimat singkat kulukiskan sebagai M-E-N-A-N-T-A-N-G!
Aku terpesona, Tuan. Padahal aku perempuan. Bukan karena rasa tertarik yag berlebihan, tapi khayal menjulang andai aku sepertinya. Kurasa aku-lah yang jadi obyekmu sejak mula.
Tapi sebentuk hati perempuan ini bertanya, harus begitukah melukis perempuan. Seandainya ia putriku apa yang hendak kukatakan? Apakah akan kupasung dia dan takkan boleh mendekatmu agar …