Postingan

Menampilkan postingan dengan label cerita inspiratif

Unggahan Terbaru

Pelajaran Gratisan Dari Mereka Yang Bersikap Tak Menyenangkan Saat Diberi Daging Kurban

Gambar
Hari raya Idhul Adha selalu membawa cerita tersendiri untuk masing-masing keluarga. Termasuk keluarga saya. Dulu sewaktu kecil, rumah kami jarang kebagian daging kurban. Sampai-sampai bertanya pada Bapak ,"Orang-orang dapat, kok kita nggak dapat, Pak? Kenapa?" Bapak menanggapinya dengan bijak. Mengatakan mungkin karena kami sudah dianggap mampu, jadi tidak mendapatkannya. Sebagai gantinya Bapak akan membeli daging sendiri, lalu dimasak gulai dan sate sebagi pelipur hati kami.
Tahun berlalu dan kami sudah dewasa. Perkara dapat atau tidaknya daging kurban sewaktu Idhul Adha tak membuat kami risau atau pusing kepala. Dapat syukur, tidak pun syukur. Toh, masih banyak orang yang lebih membutuhkannya. Begitu hemat kami.
Dan Idhul Adha tahun ini, rejeki melimpah bagi kami. Di luar dugaan kami mendapatkan daging kurban yang jumlahnya lumayan. Padahal tahun-tahun sebelumnya biasa saja. Dapat tetapi tidak sebanyak tahun ini. Tak semua dimasak, setelah dibuat satai dan bakso sisanya…

Selalu Ada Cara Mengatasi Kesulitan, Asal Kita Tak Tinggal Diam

Gambar
Saya tercenung di depan komputer. Masalah command prompt yang beberapa waktu lalu terselesaikan kini muncul lagi. Meski tanda (x) sudah di klik comman prompt tetap muncul lagi dan lagi. Upaya menggunakan aplikasi RKill untuk membenahi masalah tersebut juga gagal. Si command prompt tetap bandeltidak mau pergi.
Di saat yang sama setiap kali membuka google chrome, selalu muncul Nineteducer.info. Nineteducer.info adalah pop-up ads yang selalu muncul bila kita membuka browser. Secara konstan kita akan diarahkan ke situs Nineteducer.info meski sudah menolaknya dengan cara klik tanda (x). Berulangkali, hal samalah yang terjadi. Wah, saya garuk-garuk kepala karena ini.
Masalahnya saya tidak punya teman yang bisa dimintai tolong untuk mengatasi hal ini. Jadi apa yang harus saya lakukan? Menanti adik saya pulang dan minta dia mengatasi problem tersebut atau mencari jalan keluar sendiri?Saya pilih opsi kedua karena jika memilih opsi pertama akan terlalu lama. Adik saya yang paham soal IT bekerja di…

Bepergian Sendiri Mengajari Saya Memahami Arti Kalimat "Berbaik Sangka Pada-Nya"

Gambar
Saya memang bukan petualang. Saya tak paham adventure atau segala macam. Terlebih saya itu anak rumahan. Kata adik bungsu saya itu kalah jauh mainnya sama ayam. Iya memang benar. Saya hampir tidak pernah keluar karena dulu acap merasa tidak nyaman. Takut bila nanti di jalan kenapa-napa, padahal berangkat saja belum. Padahal yang dituju hanya seputar kabupaten sendiri.
Sekarang sebaliknya. Orang-orang sering heran karena saya pergi sendirian mengunjungi berbagai tempat wisata yang bejibun di kabupaten saya tinggal, Banyuwangi. Tidak beramai-ramai dengan lainnya. Padahal acapkali saya tidak paham betul tempat yang saya tuju meskipunHanya mengandalkan google map dan info-info yang saya dapat dari browsing, saya biasanya menetapkan hendak menuju kemana. Tanpa perlu mengajak si ini atau si itu.
Entahlah, menurut saya pergi sendirian itu jauh lebih nyaman ketimbang bareng teman. Bukannya bareng-bareng tidak menyenangkan, akan tetapi ada hal-hal yang bisa jadi kurang pas dengan gaya saya jala…

ISL (INSPIRASI SEKOLAH LITERASI BANYUWANGI) BATCH 3 : GERAKAN KECIL YANG MENGESANKAN

Gambar
Beberapa tahun lalu seorang karib saya, Dee, mengajak saya untuk mengumpulkan teman dan memberi inspirasi ke sekolah-sekolah. Mereka akan menceritakan profesinya sendiri-sendiri, berharap itu bisa menjadikan anak-anak yang kami temui bercita-cita setinggi mungkin. Waktu itu saya menolak. Dengan gamblang saya mengatakan bahwa apa yang dia lakukan itu tak semudah membalik telapak tangan. Mengumpulkan dan meminta mereka meluangkan waktu di hari kerja bukan perkara gampang. Yang paling penting adalah perijinan. Saya jenis manusia spontan, paling malas kalau harus menghadapi birokrasi macam-macam. Padahal kalau sudah berurusan dengan pihak sekolah banyak yang harus dilakukan. Harus ke UPTD, harus ke sekolah, dan ngurus segala tetek bengek lain demi menyukseskan acara. Apalagi kami tinggal di kota yang berbeda. Dia dimana, saya dimana. Dia juga tak selalu pulang setiap pekan. Ini ngaturnya gimana? Kalau ada yang bikin acara seperti itu dan saya tinggal nyemplung tanpa repot jadi panitia ya …

AKHIRNYA SAYA PILIH IBU DAN BUKAN PEKERJAAN

Gambar
Agustus, 2014. Tak ada yang lebih menyenangkan bagi seorang yang tengah dilanda “kekeringan” ketimbang tawaran pekerjaan. Maklumlah sebagai penulis saya memang masih taraf belajar. Tulisan saya belum banyak yang tembus ke media. Beberapa kali jadi finalis atau menang lomba nulis, tak berarti saya mumpuni. Maka tak heran jika hasil dari menulis jauh dari harapan. Tak bisa dijadikan pegangan. Maka wajar jika saya bergembira ketika karib saya, Endang, mengatakan ada lowongan pekerjaan. Meski pun profesi yang ditawarkan jauh sekali dari ilmu yang saya pelajari semasa kuliah dulu yaitu jadi guru SD di sebuah sekolah swasta baru. “Siapa tahu, Fin. Kenapa tidak dicoba? Nggak apa-apa meski kamu lulusan Faperta.” Pertanyaannya kemudian ”Apa saya mampu? Mengajar tak sekedar mencari uang, didalamnya ada tanggung jawab besar. Apalagi saya tak memiliki ilmu mengajar”. Seolah tahu apa yang saya pikirkan, Endang, sahabat saya itu berkata ,”Coba saja. Tak ada salahnya. Yuk aku antar ke tempat Mbak Sita (…

MENGAJI KEMBALI DI USIA KE-28, ITU PENGALAMAN TAK TERLUPAKAN

Gambar
DITEGUR TUHAN Merasa cukup dengan pengetahuan agama, saya tidak merasa perlu untuk menambahnya. Sampai satu hari saya ditegur Tuhan lewat peristiwa kecil yang berefek besar. Sore itu saya mendengar kumandang adzan dari surau kecil di timur kantor kepolisian. Sang muadzin sudah tua, terdengar jelas dari suaranya. Tetapi, bukan itu yang jadi pangkal kejengkelan melainkan kekukuhannya mengumandangkan adzan meski tahu suaranya tak memenuhi syarat—buruk, gemetar, napasnya pendek, dan nadanya asal. Parahnya lagi panjang-pendek yang harus diperhatikan dalam adzan diterjangnya habis-habisan. Kentara bila sang muadzin tak paham tajwid dengan benar. ”Ck, muadzin tak becus tajwid begitu disuruh maju. Yang lainnya memang gak ada? Yang muda-muda, yang paham cara ber-adzan kan ada?!” gerutu saya. Di detik itu juga, Allah mengusik hati kecil saya dan membuatnya bertanya ,”Bagaimana jika anak muda yang kau maksudkan tidak ada? Atau kalaupun ada mereka tidak mau mengambil alih tugas itu dan memilih menj…

SEMANGAT BERKARYA WALAU CARPAL TUNNEL SYNDROM MENDERA

Gambar
Saya sedang mengasihani diri dan butuh asupan motivasi ketika membaca pengalaman Yuyun Rahmawati. Crafter yang saya kenal lewat grup membuat bros dan aksesoris di facebook mengaku ia tengah menderita penyakit CTS (Carpal Tunnel Syndrome).

    Semua bermula ketika ia masih menjadi pekerja kantoran beberapa tahun silam. Layaknya pekerja kantoran lainnya, Yuyun harus berkutat dengan komputer saban hari. Selama itu semua berjalan lancar hingga suatu hari ia merasakan ada yang aneh dengan tangan kirinya. Rasa nyeri, kebas, kesemutan dan rasa seperti terbakar ia rasakan di jari dan pergelangan tangan. Semula keadaan ini tak terlampau ia pedulikan. Sampai suatu ketika ia memegang barang yang lumayan berat dengan tangan kirinya, dan ia terkejut mendapati si barang terlepas begitu saja. Dari situlah ia mengetahui bahwa ia mengalami penyakit yang dinamai Carpal Tunnel Syndrom (CTS). Rupanya  tanpa ia sadari kegiatan mengetuk-ngetuk tuts komputer secara intens menyebabkan terjadinya sindro…

THE NEKAT WRITER : ALHAMDULILLAH SAYA KALAH...

Gambar
Tak terhitung betapa deg-degannya saya membaca pengumuman hasil lombanya tanggal 31  Juli sore itu. Teriring ucapan selamat dari penerbit itu pada 20 orang yang dinyatakan masuk dalam babak berikutnya (untuk menentukan pemenang 1, 2, dan 3) saya membukanya link-nya.






pic diambil darisini
Jeeeng...jeeeng! Saya lolos saudara-saudara.  Maksud saya nama saya tak ada disana. Maka dengan bangga saya menulis status di facebook bahwa saya tidak masuk finalis lomba tersebut.
 ”Alhamdulillah saya kalah...” pikir saya.

REVIEW CERITA DI BALIK NODA : BUKAN NODA BIASA

Gambar
Judul              : Cerita di Balik Noda
ISBN/EAN    : 9789799105257 / 9789799105257 Harga buku     : Rp 40.000
Pengarang       :  Fira Basuki
Penerbit          :  Kepustakaan Populer Gramedia (KPG)
Terbit              :  14 Februari 2013
Halaman          :  248
Berat               :  231 gram
Kategori          :  Fiksi
Cover buku Cerita Dibalik Noda itu telah menarik saya sejak pertama kali. Sederhana, tidak banyak pernak-perniknya.Hanya percikan noda diatas warna putih bersih. Sederhana tetapi kuat kesan yang ditimbulkannya. Tetapi seberapa kuatkah kesan yang ditimbulkan isi bukunya? Benarkah sehebat covernya, atau akan saya letakkan begitu saja hanya di paragraf awalnya? Itu yang menjadi pertanyaan saya pada awalnya. Ternyata tidak juga. Dugaan itu meleset jauh dari awalnya. Fira Basukibenar-benar piawai menulis ulang cerita-cerita pilihan juri lomba “Cerita di Balik Noda” yang di adakan oleh Rinso Indonesia melalui facebook menjadi sebuah cerita inspiratif yang enggan kita letakkan hingga…