Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2019

Unggahan Terbaru

Menantang Diri Sendiri, Alasan Mengikuti 12 Days Blog Challenge

Gambar
Tiga belas tahun. Sebanyak itulah waktu yang saya habiskan untuk mengisi blog ini. Dimulai sejak Mei 2006 hingga Mei 2019. Seperti halnya roller coaster, semangat saya untuk nge-blog memang naik turun. Ada saatnya saya rajin sekali, hingga apa saja diunggah ke blog. Di lain waktu, rasa malas meraja, sehingga saya tidak mengirim apapun ke blog beberapa bulan lamanya. Akan tetapi, saya tak pernah benar-benar meninggalkannya. Bagaimanapun saya mulai belajar menulis bersamanya. Berkenalan dengan banyak kawan dari berbagai daerah juga karena dia. Meninggalkannya menurut saya bagaikan tak mengakui sejarah menulis saya. Yang berawal darinya *ish gaya!
Yang saya perlukan kini adalah memperbaharui semangat yang byar pet ini agar terus menyala. Caranya dengan menantang diri sendiri menulis satu pos sehari. Ha, tapi kalau sendiri biasanya sih malas sekali. Lemah semangat, seperti roket yang kurang bahan bakarnya. Ndilalah, tak lama kemudian ternyata ada pengumuman di akun Indscript tentang tant…

Adab Yang Tepat Silaturahmi di Rumah Kerabat

Gambar
Sebentar lagi hari raya tiba, waktunya bersilaturahmi sambil bermaafan dengan kerabat dan handai tolan kita. Seperti biasa, di hari pertama lebaran, pintu-pintu di rumah di kampung saya terbuka lebar. Di atas mejanya terdapat aneka kue khas lebaran, dari mulai tradisional hingga kekinian Sebagai suguhan bagi tamu-tamu yang berkunjung untuk bermaaf-maafan. Acap kali kue-kue itu tak tersentuh. Hanya dilewatkan saja karena masing-masing keluarga mengejar waktu untuk berkunjung ke keluarga yang lain, sebelum akhirnya berangkat sungkeman ke rumah kakek nenek atau keluarga yang dituakan. Tradisi ini berlangsung sejak lama, tak banyak perubahan dari tahun ke tahunnya.
Lalu apa sih arti silaturahmi dan darimana pula istilah ini berasal? Menurut KBBI silaturahmi berarti menyambung tali persahabatan (persaudaraan). Istilahnya sendiri berasal dari bahasa Arab, yang kemudian mengakar dan menjadi tradisi turun-temurun di masyarakat kita. Adakah manfaatnya? Tentu saja. Selain mendekatkan diri p…

Dibalik Lezatnya Dua Makanan Favorit Berbuka, Ada Bahaya Mengintai Kita

Gambar
Selain berlimpahnya pahala, hal yang identik dengan ramadan adalah makanan berbuka puasanya. Setiap bulan mulia ini tiba, beragam menu makanan dijajakan di tepi jalan. Kesemuanya menerbitkan selera. Sampai terkadang bingung memilihnya.

Akan tetapi, hidangan yang paling favorit rasanya tak banyak berubah dari masa ke masa. Di tengah gempuran makanan berbuka kekinian,gorengan tetap menjadi pilihan banyak orang. Mulai pisang goreng, tahu, tempe, molen, hingga bakwan. Demikian juga kolak dengan berbagai variasi isian, baik yang hanya berisi pisang atau justru dicampur dengan bahan lain seperti ubi, kolang-kaling, atau labu. Pokoknya apapun yang terjadi, kolak dan gorengan ini tetap di hati.
Ada tiga alasan mengapa kedua makananini digemari sebagai makanan berbuka yaitu : 1. Kebiasaan Coba ingat apa yang disajikan di rumah-rumah saat bulan puasa sedari kita muda. Pastilah gorengan dan kolak tak ketinggalan hadir di meja. Tidak mengherankan jika kita menjadikan keduanya makanan favorit sewa…

Ramadan Jauh Dari Kampung Halaman, Tiga Hal Ini Dirindukan

Gambar
Berada jauh dari rumah tak urung membuat Rena, adik ipar saya, merindukan banyak hal. Seperti yang dicetuskannya lewat WhatsApp beberapa waktu silam. Mulai dari cemilan seperti keripik (segala macam keripik, hingga beragam masakan rumah yang biasa dinikmatinya kala pulang seperti ayam pedas, rawon, pecel, dan sebagainya. Tidak hanya itu saja ia juga rindu berada rumah, meski setibanya nanti saya yakin dia pasti pilek bin gebres-gebres karena udara di tempat saya tinggal lebih dingin daripada di Kalimantan. Membaca ungkapan itu saya pun tersenyum. Bukan karena lucu, tetapi karena memahami apa yang dirasakannya karena tahu sendiri seperti apa rindu merasakan ramadan di kampung halaman. Sewaktu kuliah, saya harus menyiapkan segala sesuatunya sendiri saat buka dan sahur.Memasak seadanya, sesuai budget yang ada. Kenapa tidak membeli saja? Pertama, kurang cocok dengan selera. Dua, eman-eman uangnya (*aih peliiit nian!). Eh, eman-emang uangnya? Kenapa? Sederhana, dengan memasak sendiri say…

MUDIK : ANTARA CERITA GOKIL DAN LIMA TIP MUDIK ASYIK

Gambar
Mudik? Keluarga kami memang tidak melakukannya. Kebetulan semua keluarga tinggalnya berdekatan. Nenek dari pihak ibu saya bahkan tinggalnya hanya berjarak sepelemparan batu saja. Jadi tinggal melangkah sampai sudah. Rumah nenek dari pihak Bapak juga tidak jauh. Paling hanya butuh lima menit, bahkan tidak sampai, untuk tiba di rumahnya. Jadi mudik memang bukan tradisi keluarga.
Baru ketika kuliah saya merasakan yang namanya mudik. Rasanya gimana? Repot, Mak! Padahal mudiknya hanya dari Jember ke Banyuwangi saja. Lha kok repot kenapa? Soalnya kebanyakan mudiknya itu dekat-dekat hari raya. Naik apa aja pasti kena harga tuslah. Terbayang mereka-mereka yang rumahnya beda propinsi atau beda pulau. Alamat lebih repot lagi. Dan kemungkinan nggak pulang juga besar kalau kehabisan tiket atau justru tiketnya mahal.
Sudahlah kena tuslah, ternyata masih harus berdiri juga. Jadi sepanjang Jember Banyuwangi, saya berdiri empet-empetan dengan orang lain dengan tas ransel yang segede gaban. Waduuh, p…

Keutamaan dan Efek Positif Sedekah di Bulan Ramadan

Gambar
Bulan ramadan adalah bulan paling mulia. Ada banyak keberkahan dan keutamaan dibanding bulan-bulan lainnya. Tiap-tiap amalan di bulan ini pahalanya akan dilipatgandakan. Salah satunya adalah sedekah. Tidak heran jika kemudian banyak anjuran untuk berlomba-lomba melakukannya di bulan ini. Pertanyaannya sekarang, haruskah dengan harta? Tidak. Bersedekah itu tak melulu dengan harta, tetapi bisa juga bisa juga dengan tenaga, makanan, minuman, atau bahkan memberikan penerangan di masjid atau mushola. Jika tak punya bagaimana? Dengan apa harus bersedekah? Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengatakan bahwa bacaan dzikir serta beramar ma'ruf nahi munkar bisa menjadi sarana sedekah.
Lalu apa sih keutamaan sedekah itu? 1. Diampuni dosanya Sedekah yang disertai dengan niat taubat sepenuh hati, tidak akan mengulangi perbuatan tercela seperti mengambil hak anak yatim, mencuri, berlaku buruk, curang, dan lain-lain akan menjadi sebab diampuninya dosa. Akan tetapi, jika dorongan se…

Cara Sederhana Mengatur Uang THR

Gambar
THR? Kalau ngomongin ini saya suka tertawa. Dulu jaman masih ngantor, saya dan teman-teman selalu menunggu hari itu tiba. Yang biasanya datang jelang libur kantor, yang artinya pula THR diberikan sekian hari jelang lebaran. Buat yang single seperti saya, mungkin tak terlampau jadi masalah. Karena rumah masih numpang orang tua. Jadi kebutuhan lebaran seperti kue dan lain-lain, saya tidak terlampau ikut serta. Paling nyumbang dikit-dikit untuk menggenapinya.
Sementara yang sudah berkeluarga jelas beda. Ada istri yang kirim kode lewat dentingan toples kosong atau anak-anak yang mendadak kompak "menyanyi" meminta dibelikan baju dan sandal baru. Ini yang biasanya dikeluhkan teman-teman kantor saya dulu. Kita balik ngasih kode bos, kodenya mental. Antara kurang jelas kodenya, apa pihak ono yang kurang peka terhadap siraman THR di musim kemarau melanda dompet-dompet anak buahnya, kita juga nggak bisa menerka. Alhasil cuma bisa menghela napas sambil ngelus tembok saja, hahahaha …
S…

Ramadan Berkesan itu Terjadi Sehari Silam

Gambar
Kenangan ramadan berkesan? Wah, susah milihnya kalau diminta bercerita. Sebab menurut saya semua ramadan itu berkesan. Tidak ada yang tidak. Selalu ada sisi-sisi menarik yang sulit dilupa. Tetapi, baiklah. Saya akan menceritakan salah satunya, yang terjadi tak kurang dari sehari silam.
Semua bermula di tanggal 15 Mei lalu. Seorang kawan menghubungi saya untuk ikut acara bukbernya. Biasanya saya agak malas kalau diajakin bukber. Tahu sendirilah ya, bukber di luar berarti datang lebih awal, lalu pesan makanan yang bisa jadi datangnya tahun depan (hahaha lebayatun!), tapi cuma gitu doang. Tak ada esensi lainnya.
Namun kali itu berbeda, saya langsung menerimanya karena kawan saya mengajak bukber bareng tukang parkir dan gojek. Wah, lah kok tumben ini! Pikir saya. Itu sebabnya ketika diminta menemaninya saya langsung mengiyakan. Meskipun harus menempuh perjalanan kurang lebih lima puluh menit dari rumah. Wah, cukup jauh ya?
Lha memang rumah saya di mana dan undangannya di mana? Rumah saya kal…

Tiga Tempat Ciamik Untuk Ngabuburit Asyik

Gambar
Ngabuburit buat saya bukan jalan-jalan menunggu waktu buka tiba sambil mencari makanan. Maklumlah itu memang bukan kebiasaan saya. Jadi kalaupun ngabuburit, yang saya lakukan adalah jalan-jalan menikmati pemandangan atau situasi di sekitar sambil memotret kiri-kanan.
Nah, dari sekian banyak tempat ada beberapa tempat ngabuburit asyik yang saya rekomendasikan untuk kawan-kawan.
1.RTH Maron (Ruang Terbuka Hijau)

Meski tidak selengkap di Taman Blambangan, buat saya tempat ini menyenangkan. Tempatnya di pusat kota Genteng, tak jauh dari rumah, bisa ditempuh dengan jalan kaki. Dan yang paling saya sukai adalah banyak pohonnya dan rindang. Memberi keteduhan bagi orang-orang yang datang. Tak jarang, di hari-hari selain ramadan, orang sengaja kemari untuk menggelar tikar dan menikmati makanan bareng rekan-rekan atau keluarga. Meskipun di sekitarnya banyak penjual makanan juga. Tepatnya di sisi dalam RTH, tepat di samping jogging track.

Eih, ada jogging track-nya pula? Ada. Lumayanlah, jalan s…

Menahan Diri Ketika Ramadan, Agar Puasa Tak Sia-Sia

Gambar
Ramadan adalah bulan yang kerap dirindukan ulah umat muslim sedunia. Di bulan yang istimewa ini kita diberi kesempatan untuk untuk menahan diri baik jasmani serta rohani dari beragam hal yang tak sejalan dengan perintah Allah. Pengendalian diri inilah yang membuat kita mampu bertahan kala berada di jurang kesesatan dan diombang-ambingkan oleh godaan syetan. Dengan demikian kita bisa menjadi pribadi yang bertakwa serta bermanfaat bagi dirinya dan lingkungan sekitarnya.
Akan tetapi, acap kali menahan diri ketika ramadan lebih sulit daripada berpuasadari terbit fajar hingga terbenamnya matahari, meskipun kita paham bahwa berpuasa memiliki banyak keutamaan. Tak heran jikakemudian kita tidak mendapatkan apa-apa selain lapar dan dahaga.

Lalu perbuatan seperti apa yang membuat puasa kita sia-sia? Simak keterangan berikut ini : 1. Berdusta Berbeda dengan jaman dulu, dusta di masa kini tak hanya diucapkan dari mulut ke mulut. Di jaman di mana media sosial menjadi bagian dari keseharian, kita…

INGIN ALIHKAN PERHATIAN ANAK PADA GAWAI DI BULAN RAMADAN? JALAN-JALAN KE RUANG TERBUKA HIJAU SAJA

Gambar
Seiring waktu berlalu kegiatan menunggu buka puasa mengalami pergeseran. Jika dulu kita main kelereng, gobak sodor, jumpritan, meriam bumbung, dan permainan tradisional lainnya, sekarang berbeda. Anak-anak jaman now tidak mengenal permainan semacam itu. Mereka lebih akrab dengan gawai masing-masing. Di mana didalamnya terdapatberagam permainan baik offline maupun online, aplikasi media sosial,channel You Tube, atauweb browser yang memungkinkan mereka berselancar di dunia maya mencari konten-konten yang disukai.
Nah, agar anak tak terpancang pada pada gawainya. salah satu hal yang bisa dilakukan adalahmengajak mereka bermain di luar ruangan. Tidak perlu jauh-jauh cukup di ruang terbuka hijau yang dekat dengan rumah kita.
Kenapa harus ke RTH (Ruang Terbuka Hijau)? Berikut ini delapan alasan mengapa kita harus jalan-jalan saat puasa ke sana : 1.Mudah dan murah Acap kita kesulitan mengajak anak-anak jalan-jalan ke mana, terutama yang sesuai dengan kantong kita. RTH (Ruang terbuka Hijau) bis…

Berkah Ramadan : Berhati-Hati Kala Hendak Share Berita Atau Berkomentar

Gambar
Berkah ramadan? Bagi saya bukannya cashback atau diskon besar-besaran di e-commerce. Akan tetapi, berkah ramadan bagi saya adalah berhati-hati kala hendak share berita atau berkomentar.

Semua bermula ketika ramadan tiba. Saya pikirsetelah itu kondisi sosial media akan lebih tenang. Ternyata tidak juga. Malah semakin panas adanya. Ujung pangkalnya memang Pilpres yang dilaksanakan 17 April silam, kecurangan. Soal itu masing-masing pihak, baik pendukung 01 maupun02, merasa paling benar. Tak jarang jadi adu komentar. Yang mulanya ringan, jadi tambah ngegas. Kemudian berakhir dengan saling ejek dan olok demi mempertahankan pendapat masing-masing.
Sedikit banyak kondisi ini mempengaruhi saya. Ada semacam perasaan jengkel pada diri saya melihat keadaan seperti ini. Heran betul kenapa masing-masing orang seolah tidak sedih menyakiti satu sama lain. Ingin sekali saya mengatakan kepada keduanya (sambil menggetok kepala masing-masing) agar berhenti dan menyudahi semua perdebatan itu. Tak baik, ap…