Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2018

Unggahan Terbaru

Kawan Sakit, Apa yang Harus Kita Lakukan? Perlukah Menasehati Atau Support Saja Yang Kita Lakukan?

Gambar
Saya terkejut mendengar teman saya sakit hipertensi. Saya pikir dia baik-baik saja, aih ternyata setelah beberapa waktu tak jumpa justru saya mendengar ia terkena hipertensi atau orang biasa menyebut darah tinggi. Sebagai kawan, yang kebetulan memiliki ayah dengan penyakit sama, saya paham apa yang dirasakannya. Termasuk soal penurunan tekanan darah yang tidak signifikan itu. Sejak Ayah terkena hipertensi, saya menyadari bahwa banyak hal hal harus di maintain agar tekanan darahnya tetap stabil.Menjaga pola makan dan hidup sehat itulah kuncinya.
Bagaimana jika kita sudah menjaga pola makan sampai sirikan (red. menghindari) beragam makanan, tetapi tekanan darah tak kunjung turun? Atau kalau pun turun tidak sedrastis yang diharapkan? Meski sudah menjaga pola makan memang tidak serta merta menurunkan kadar hipertensinya. Sabar dan tenang saja, itu kuncinya. Jika belum turun-turun juga, tak perlu kemrungsung. Apa ya bahasa Indonesianya? Ah, semacam perasaan yang campur aduk begitulah. Karena …

Dibalik Jari-Jari Yang Doyan Menebar Hujatan, Ada Kita Yang Gagal Mengendalikan

Gambar
Hari ini kelima jari bergentayangan di dunia maya. Melongok akun artis-artis dan MUA (make up artist)yang banyak bertebaran di sana. Aih, Bubah Alfian ternyata baru saja menggarap wajah Via. Itu tuh penyanyi dangdut asal Jawa Timur yang terkenal dengan lagu "Sayang"-nya. Melihat foto itu mata kelima jari mengerut, hati kelima jari tak senang. Sepertinya ada yang kurang. Wajah Via Vallen itu kurang tirus ke mana-mana. Tidak heran di foto yang nampak pipi semua. Aih, gatal masing-masing jari mulai gatal. Tak pelak muncul komentar "Ya ampun, pipinya itu nggak nahan. Benerin dong, biar tirusan. Udah banyak uang ini lho!"
Bosan menengok instagram, pindah lagi kelima jari ke akun sosial media lainnya, Facebook. Ada seorang perempuan mengunggah foto bekal untuk anak buatannya. Cantik sih, tapi kok isinya mie instan. Terus itu loh, kok ya saben hari telur terus-terusan. Apa tidak ada lauk lainnya? Yang lebih hebat seperti daging panggang atau udang misalnya. Kelima jari pun g…

Abaikan Orang-Orang Yang Demen Body Shaming, Sebaik Apapun Dirimu Mereka Tetap Akan Menemukan Hal Untuk Memperolokmu

Gambar
"Dua-duanya(maaf) pendekawati ... ups." Kalimat itu terlontar ringan di Instagram Rossa ketika mengunggah fotonya bersama dengan Tasya Kamila dalam balutan baju pengantinnya. Apakah kamu pernah mengalami hal yang sama? Seseorang mengolok karena bentuk fisikmu tak sesuai standarnya? Pernah? Oh, ya kita sama.
Sebagai perempuan bertubuh semampai (semeter lebih dikit nyampai) dengan berat 50 kg (65 sebenarnya, tetapi 15 kg selebihnya adalah kebahagiaan hakiki), saya acap menerima komentar tidak menyenangkan. Entah disampaikan secara bercanda atau justru betulan. Misalnya pas di jalan ketemua teman, tiba-tiba dia nyeletuk ,"Ampuun, kamu kok tambah lebar?" atau malah "Astaga, gendut betul sih kamu? Makannya dong dijaga!".
Oleh karena itu saya berusaha untuk mengurangi setidaknya beberapa kilo lemak di badan. Upaya yang saya lakukan waktu itu adalah lari. Lumayan, dulu itu saya bisa lari kurang lebih 1 km, meski thimik-thimik (pelan sekali). Aih, dasar apes. Saat …

Pertama Kali Menjadi Pemateri Saya Justru Membawa Pulang Pelajaran Penting Ini

Gambar
Saya mengiyakan saja ketika dimintai bantuan jadi pemateri workshop menulis yang diadakan oleh teman-teman KKN 13 Untag di base camp RLI (Rumah Literasi Indonesia sepekan silam. Permintaannya adalah lebih banyak praktek ketimbang materi yang disampaikan. Sepekan sebelum hari H saya mulai mikir, lha kok saya oka-oke saja. Apa yang harus saya sampaikan nanti di depan peserta? Anggaplah yang datang nanti sedikit, sepuluh orang misalnya, saya tak boleh sembarangan. Harus membagikan sesuatu yang bermanfaat ketika pulang. Bukan sekedar ngobos (ngomong ngalor ngidul), nggak ada juntrungan. Tidak lupa juga si materi harus punya relasi dengan praktek yang hendak dilakukan. Tapi, apa ya?
Setelah mencari tahu soal audiens yang hadir nanti akhirnya saya memilih materi bagaimana cara menulis bagi pemula saja. Kalaupun diantara audiens sudah ada yang terbiasa nulis, apa yang saya bagikan nanti bisa digunakan juga saat mereka terkena writer's block. Sampai di sini masalah teratasi. Namun menjelan…

Bukan Cinta Pertama Biasa, Keberadaannya Berdampak Pada Hidup Seseorang Selamanya

Gambar
Cinta pertama? Jika yang dimaksud dengan pria, saya tak punya cerita yang luar biasa. Yang berisi kisah mengharu-biru ala-ala Qais dan Laila. Atau malah menginsipirasi orang untuk menirunya. Jadi saya tak bisa menceritakannya. Meski demikian bukan berarti saya atau orang lain yang tak memiliki kisah cinta pertama macam itu tak pernah mengalaminya. Justru jauh sebelum itu kita sudah mendapatkannya. Cinta pertama yang jauh lebih berkesan. Cinta pertama dari siapa? Cinta dari Ayah dan Bunda.
Ayah dan Bunda memiliki porsi penting bagi kita. Keberadaannya memegang peranan bagi tumbuh kembang anak secara optimal.Ayah, yang acap disebut cinta pertama bagi anak gadisnya, memberi pengaruh besar bagaimana ia kelak di masa depan. Kedekatan emosional antara anak dan ayah akan membentuk kepercayaan dan citra dirinya. Tangguh dan tidaknya ia kelak, ditentukan sejak awal masa pertumbuhan.
Ketidakhadiran Ayah dalam pengasuhan bahkan berpengaruh besar pada tipe pria yang akan dipilihnya kemudian. Anak…