Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2008

JOGJA DAN KENANGAN TENTANGNYA

Ketemuan sama aku di Jogja yuk. Aku memang punya planning kesana akhir pekan nanti, sekadar memenuhi kerinduan pada kotanya yang mempesona sembari bertemu sahabat lama. Ah ngomongin Jogja kok jadi ingat dia ya? Dia yang memaksaku bermain peran sebagai si tegar dalam drama satu babak yang berjudul “ Mengejar Cinta Sampai Ke Jogja”. Dia yang membuatku meninggalkan Jogja dengan hati yang luka ( it sounds like a betharia sonata’s song ya?) karena dia sibuk dengan kegundahan hatinya. Sebuah kegundahan berjudul diantara dua pilihan seperti judul sinetron jadul yang entah siapa pemainnya. Hmffhf! Kalo ingat pengen deh nendang itu orang sampai ke korea. Kok bisa? Kok tega-teganya dia memperlakukanku sedemikian rupa? Siapa sih dia? Kalo tahu gitu kenapa dulu kasih lampu ijo sekalian tanda-tanda belok kiri jalan terus ke hatinya jika akhirnya dengan enteng dia meneriakkan kalimat “ aku tengah dekat dengannya sekarang..naga-naganya aku milih dia “ lewat matanya yang tak bisa lurus menat

SURAT CINTA UNTUK SUKRI, GITARIS AMATIR

Gambar
Hey… belum juga aku mengerti Apa yang sedang kurasakan Tak seperti biasanya Hey… mungkin semua karenamu Sudah tak bisa kunikmati Saat kau tak bersamaku Seandainya saja bisa kukatakan Jangan kau tinggalkan Saat ini ku ragu Bisakah kunikmati semua tanpamu selamanya Hey…pernah kukatakan dalam hati Mencoba menikmati apa yang terjadi Hey…ternyata sangat melelahkan Harus kuhadapi kenyataan sendiri tak bersamamu Seandainya saja bisa kukatakan Jangan kau tinggalkan Saat ini kuragu bisakah kunikmati semua tanpamu Selamanya Berharap kuterbiasa sendiri menikmatinya (Ipang and Sheila Marcia on Hey) Jangan dengarkan lagu cinta itu, Kri. Baca saja surat-surat cinta yang menyejukkan jiwa, surat cinta-Nya yang mana saja, karena semua yang terangkai disana bukan hasil karya pujangga biasa yang menye-menye dan cenderung menyesatkan hati yang berduka. Resapilah perlahan, semoga kau temukan Polaris ditengah kelamnya malam, sebagai penunjuk jalan pengembara yang tengah k

TONGKAT MADURA MILIK MAYA

Gambar
Aku dan Na langsung melongo begitu Maya menunjukkan Magic Stick yang baru ia beli dari e-bay. “Masya Allah, beginian lu beli di e-bay? Gue yang gila atau elu yang crazy?” sembur Na tanpa tedeng aling-aling. Maya nyengir kuda, sembari memasukkan tongkat ajaib itu dalam kotaknya. “ Beginian mah banyak di Madura. Gaya lu! Sok-sok beli di e-bay segala!” Na geleng-geleng kepala. “ Bukan gitu, aku malu kalo beli langsung. Makanya aku beli via e-bay,” bisik Maya dengan muka merah jambu. Subhanallah, demi membela rasa malu untuk membeli sebuah tongkat sakti secara langsung Maya sampai buang duit di e-bay? Saya dan Na saling pandang. Ah tapi biarlah wong duitnya ini, batin saya. “ Gak sih kenapa lu nekat beli itu tongkat itu? Bagusan juga tongkat punya kakek gue, lebih sakti, bisa buat nyambit anjing mpe kaing-kaing,” kata Na penasaran. “ Demi suamiku, keutuhan rumah tanggaku,” lirih Maya menjawab Na dengan mata yang berkaca-kaca. “ Lho kenapa sih, Ya? Ada apa? “ tanyaku sambil me

MIYABI OH MIYABI

Gambar
Apa sih Miyabi? Apakah ia sejenis mie berkuah kental dengan topping ayam ataukah tokoh kartun jepang terkenal? Ternyata bukan. Berdasarkan telusuran ternyata Miyabi adalah penjual mie terkenal (of course Mie yabi) dari Jepang yang doyan pake baju unik, semacam kain segitiga yang nangkring di pinggang dan dadanya sementara udara Jepang dinginnya ruaaaarrr biasa dibanding Indonesia. Nggak percaya? Terbang aja kesana dan lihat buktinya. Bukan cuma itu, Neng satu ini juga terkenal sebagai bintang pelem bergenre huh hah, yang bisa bikin orang keringetan dan mendesis kepedesan saat pelemnya diputar. Berikut ini adalah dua pelem yang pernah ia mainkan, yang sempat saya catet dari situs Maria Ohzahwat fans club- yang kebanyakan didasarkan pada pengalamannya sebagai penjual mie : - Episode II : Maria Ozawa, Miyabi Very Hot Beauty Gang Bang ( Mie Enak panas dari Gang Bang) - Maria Ozawa - Miyabi Uncensored (Mie Yabi nggak disensor alias plain aja, disajikan langsung tanpa bum